Dark Game

Dark Game
48


__ADS_3

Reynal baru saja ingin mencari para legenda di wilayah


subur, namun setelah lama mencari ia tidak menemukan satupun dari mereka


membuat Reynal cukup kesal. Bagaimanapun juga, ia sangat terburu- buru sehingga


tidak focus mendengarkan berita yang akan membuatnya tercengang.


Reynal dengan langkah cepat mulai mencari kepada seluruh


pelosok yang ada, tapi entah seberapa kuat tekadnya tetap saja ia tidak


mendapatkan 10 legenda.


Akhirnya dengan suasana yang cukup kecewa, Reynal memutuskan


untuk kembali ke wilayah kering. Tapi otaknya yang encer itu seakan memberinya


jalan lain pada Reynal. Sebuah ide yang cukup gila menggelitik minatnya.


“Saya bisa memanggil Lucifer untuk menghadapi Kuangceng itu!


Dan pasti akan mudah baginya untuk mengalahkannya. Tapi jika saya memanggil


Lucifer disini maka itu sama saja membuat para kekuatan puncak mengarahkan


pandangannya. Bagaimanapun juga, seorang pendekar dewa yang kompeten memiliki


kepekaan terhadap energi sangat besar, saat itu rahasia terbesarku akan


terbongkar!”


Reynal dengan cermat menghitung seluruh kerugian maupun  keuntungan yang sekiranya ia dapatkan ketika


menggunakan ide ini untuk melepaskan ras manusia yang ditahan oleh Kuangceng.


Tapi sejahat- jahatnya dan sekejam- kejamnya Reynal, ia


tetaplah seorang pemuda manusia yang memiliki hati Nurani dan kebajikan tidak


seperti bangsa Orc dan Demon. Ia tentu akan menggunakan segala cara untuk


menolong mereka yang ia kenali.


Lagipula alasan mereka tertangkap juga karena dirinya. Sebab

__ADS_1


itu Reynal sedikit banyak memiliki perasaan bersalah dan tanggung jawab


memenuhi hatinya. Sebab itu Reynal membulatkan hatinya untuk menjalankan


rencananya itu apapun yang terjadi selanjutnya.


“Untunglah saya sudah memberikan sihir lokasi pada setiap


anggota guild Raja Nirwana dan yang lainnya. Dengan mengikuti lokasi mereka,


saya bisa mengetahui dimana Kuangceng itu menahan mereka semua”


Reynal kemudian menggunakan sihirnya untuk melacak lokasi


mereka. Seperti GPS pada di dunia asalnya, Reynal menggunakannya sebagai


petunjuk arah karena ia sedikit tidak menguasai medan yang ada disana.


Tidak perlu terlalu jauh dari wilayah kering, Reynal


berhasil menemukan lokasi dari Kuangceng dan para tahanan yang ia tangkap. Walau


telah berada didepan mata, pertama- tama Reynal menggunakan sihir transparannya


lalu memasuki gua yang tersembunyi itu.


telah menemukan mereka yang diikat dengan begitu kuat di tangan serta kakinya.


Serta wajah dan bagian tubuh mereka terlihat bekas cambukan dan pukulan yang


membuatnya sangat membekas dan beberapa masih mengeluarkan darah.


Reynal sangat marah dan mengutuk Kuangceng dalam hatinya. Ia


jelas memperlakukan mereka semua dengan sangat tidak manusiawi. Terlebih,


Reynal dapat melihat beberapa orang yang dekat dengannya seperti tetua Parsi


dan Fengtian serta wakil Chayton dan Rafaella.


Hampir saja Reynal tidak bisa mengendalikan dirinya dan


pergi melepaskan mereka jika saja tidak mengingat masih terdapat Kuangceng di


ruangan yang lebih dalam.

__ADS_1


Disana Reynal melangkah lebih pelan sampai akhirnya ia


menemukan Pendekar tunggal yang memiliki wajah seram layaknya Orc dengan kulit


berwarna hijau lumut sedang berusaha untuk melakukan semedi disana.


“Saya akan menunggunya memasuki semedi yang dalam lalu


setelah itu saya akan pergi menyelamatkan yang lainnya”


Reynal duduk disebuah batu datar yang tak jauh dari sana. Sedikit


ketika ia menunggu Kuangceng, ia memperhatikan kekuatan dan energi yang


dimiliki oleh Kuangceng. Berharap jika Kuangceng tidak sekuat dan sehebat yang


ia dengarkan dari para pendekar sebelumnya.


Namun apa yang membuatnya sedikit terguncang adalah kekuatan


Kuangceng nyatanya sehebat yang didengar. Terbukti ketika Reynal mencoba untuk


menggunakan sihirnya memeriksa tubuh dari Kuangceng. Sang pendekar itu


nampaknya menyadari dan buru- buru meningkatkan kewaspadaannya.


Reynal juga hampir saja ketahuan jika ia tidak cepat untuk


menarik energinya sebelum Kuangceng dapat mendeteksi lokasinya dari asal energi


tersebut. Dari situ saja dapat dilihat Kuangceng memiliki kepekaan yang kuat. Setidaknya


ia setara dengan para legenda terlemah saat ini.


Tapi Reynal seperti belum puas sehingga ia mencoba untuk


menggunakan Teknik lainnya untuk memeriksa kekuatan Kuangceng. Namun pada


akhirnya ia tetap tidak bisa mengecek Kuangceng dengan beragam Teknik yang ia


miliki.


“Setidaknya kekuatan yang dimilikinya dapat saya ukur ketika


ia sedang bertarung.” Reynal sedikit kecewa. Ia sepertinya sedikit meremehkan

__ADS_1


Kuangceng.


__ADS_2