Dark Game

Dark Game
137


__ADS_3

“Tetua Parsi bicaralah” Reynal berkata, jika ada yang dapat memberinya solusi untuk saat ini maka tetua Parsi adalah orang yang tepat.


“Kau tidak harus membuat Akademi Beladiri menderita kekalahan. Kami belu mengeluarkan seluruh yang kami miliki untuk saat ini. Yang kau butuhkan adalah kesempatan yang dapat membuat pasukan mu terpojok dan hanya kau yang dapat bertarung.” tetua Parsi berkata.


Reynal seakan mendapat pencerahan, ia melirik pada kondisi pasukannya yang terus berimbang dengan Akademi Beladiri. Jelas kondisi ini sangat aneh dan membuat Reynal sadar bahwa Akademi memiliki rencana rahasia mereka sendiri.


“Hanya dengan begitu kau bisa membunuh saya dan Fengtian” namun lanjutan perkataan tetua Parsi membuat Reyal terkejut. Bagaimana mungkin ia akan membunuh tetua Parsi dan tetua Fengtian. Keduanya adalah salah satu pilar kekuatan Akademi Beladiri, selain itu bahkan jika mereka bukan, Reynal masih tidak akan membunuh keduanya sebab ia sangat menganggap keduanya adalah anggota keluarga mereka.


Selain itu Parsi telah dianggap oleh Reynal sebagai orang tuanya sendiri selain Sindo. Ia sangat mengagumi sosok Parsi itu jauh di dalam hatinya.


Tetua Parsi dapat melihat ekspresi bersalah Reynal tidak dapat menahan diri untuk tidak berkata. “Bodoh! sejak kapan kecerdasanmu itu menurun?” Tetua Parsi memaki.

__ADS_1


“Kami memang harus mati hari ini, tapi saya tidak mengatakan itu asli. Apakah kau pikir hanya kau yang menjadi aktor disini? Kami hanya akan berpura- pura mati” Tetua Parsi berkata dengan kesal.


Reynal akhirnya sadar, ia kemudian tersenyum tipis kearah tetua Parsi, “Tetua, terimakasih” Reynal sangat cerdas, tetua Parsi mengambil langkah ini jelas ingin menyelamatkannya. Selain itu jika keduanya mati hari ini maka posisi Reynal akan jauh lebih tinggi dari sebelumnya.


Juga tetua Parsi dan Fengtian mungkin akan berguna sebagai kartu rahasia lain bagi Akademi Beladiri. Mereka akan kembali ke kota Air Biru, pusat Akademi Beladiri untuk berkultivasi sampai saat yang ditentukan bagi mereka untuk kembali ke medan perang. Saat itu dengan bantuan pusat energi bukan tidak mungkin keduanya akan mencapai dewa puncak dan membawa kekuatan baru pada Akademi Beladiri.


Setelah itu, mereka tidak lagi terlibat percakapan sebab ketiganya kembali terlibat pertarungan yang sulit. Disatu sisi Reynal dan sisi lainnya ribuan pedang cahaya. Kedua tetua itu harus menghindari dua serangan pada saat yang sama.


“Sial, kita kembali terkepung! kita harus lari!” Para pakan Hell Memoth dan gabungan dari 6 kekuatan lari kocar- kacir setelah melihat 2 gelombang musuh dari arah berlawanan mengepung mereka.


Mereka saat itu bisa saja selamat dari kepungan karena jumlah mereka masih lebih banyak namun karena mereka bukanlah dari pasukan yang sama membuat banyaknya komando- komando kecil yang menyebarkan pasukan menjadi ratusan kelompok kecil.

__ADS_1


Di hadapan pasukan Akademi dan Undied Reynal, kelompok- kelompok kecil itu hanya akan mempercepat waktu kematian mereka.


Benar saja waktu pembantaian mulai terjadi, para pasukan dan pendekar Hell Memoth mulai dibantai satu persatu oleh pendekar Akademi dan pasukan Undied.


“Bodoh!” Reynal tidak bisa untuk tidak berteriak memarahi pasukannya itu. Menurut Reynal, pasukannya hanyalah sekumpulan orang bodoh yang akan menghancurkan rencananya.


“Kalian serang pasukan undied itu bersama dan saya akan memberi waktu kalian untuk lari secepat mungkin! Hari ini kita harus selamat dari upaya pengepungan mereka” Reynal berkata dengan geram.


Ia menembakkan belasan sihir dan menghantam para pasukan undied membuat para pasukannya dapat berlari. Setelah itu ia kembali melanjutkan serangannya pada tetua Parsi dan tetua Fengtian.


Karena pasukannya kali ini cukup kuat, membuat mereka dapat lari dengan mudah setelah bantuan Reynal. Mereka akhirnya berhenti beberapa ratus meter dari medan pertarungan dan menunggu dengan cemas hasil pertarungan Reynal dan kedua tetua Akademi.

__ADS_1


~~


__ADS_2