
Ras Manusia kali ini memiliki harapan pada Jacson agar ia menang dan berhasil mencetak kemenangan pertama bagi manusia. Selain mencetak kemenangan, Jacson juga saat itu akan memiliki kesempatan lainnya untuk bertarung sekali lagi.
Jacson dan dewa Perang kembali saling berbenturan. Kali ini bukan hanya aura tapi kekuatan tinju mereka diadu. Para penonton menatap kagum pertarungan ketua Jacson dan Dewa Perang yang begitu kejam dan brutal. Kadang Ketua Jacson menggunakan tinjunya mengarah pada perut dan leher sementara dewa perang mengarahkan tinjunya pada kepala dan dada.
Masing- masing mereka memiliki targetnya sendiri untuk menjari titik lemah lawan. Tapi karena keduanya belum juga menggunakan senjata dan kekuatan penuh yang mereka miliki, pertandingan akhirnya menjadi alot dan membosankan di mata penonton.
Hanya tinju yang saling beradu membuat pertunjukkan yang awalnya spektakuler menjadi biasa- biasa saja. Sampai akhirnya Jacson dan dewa Perang menyadari reaksi penonton dan mulai menggunakan kekuatan penuh mereka.
“Saya ingin berlama- lama merasakan tinjumu itu. Kau menjadi orang pertama yang membuatku bersemangat!” Dewa perang tertawa keras ketika ia mulai mengeluarkan pedangnya yang berwarna merah darah dengan lapisan yang mengerikan mengelilingi mata pedangnya.
__ADS_1
“Tapi sekarang, kau harus mati lebih cepat sebab tidak seorangpun yang bertemu dengan pedang pembantaian akan bertahan hidup!” Dewa perang menghunuskan pedangnya yang berukuran hampir setengah badannya yang kekar juga panjangnya hampir menyamai lengannya.
Namun dihadapkan dengan situasi seperti itu, Ketua Jacson malah tersenyum dingin, “Kau melebih- lebihkan kekuatanmu! Saya akui kau sangat kuat dan mampu bertarung sangat lama menggunakan tinju bersamaku. Tapi yang akan mati hari ini bukanlah aku melainkan dirimu!
Kau mungkin dapat membunuh seluruh lawan yang kau hadapi dimasa lalu menggunakan pedang itu. Tapi jangan sebut namaku Jacson Prier jika tidak bisa memenangkan pertarungan ini!” Jacson Prier saat ini tidak lagi menahan dirinya. Walau pertarungan ini tidak memperbolehkan kematian namun ia juga tidak bisa untuk tetap bersabar setelah mendengar ucapan lawannya yang ingin membunuh dirinya.
Disaat itu, Secret Toun tanpa diduga segera berteriak keras menggunakan aliran energi pada setiap kata yang ia ucapkan yang tujuannya adalah agar para pendekar yang ada disana terlepas jauh ataupun dekat akan tetap mendengar ucapannya.
Ucapan Secret Toun memang berhasil mengundang banyak kemarahan dari para penonton yang ada. Walau mereka tidak mendukung salah satu dari keduanya, namun mereka tetap melihat sebuah kebenaran.
__ADS_1
“Para pendekar sekalian, kami pihak manusia hanyalah membalas apa yang mereka lakukan terhadap kami! Kami tidak pernah mengganggu kalian jika kalian tidak menggangu! Dan Bangsa Orc telah mencoba hal itu dan hari ini pertarungan terjadi! Namun siapa yang menyangka jika bangsa Orc akan begitu rendah dan tidak menaati peraturan yang telah disepakati bersama. ” Lanjut Secret Toun.
Siapa yang akan menyangka jika Secret Toun akan menggunakan kata- kata yang begitu mengejek ras Orc hari ini. Dibalik wajahnya yang begitu adil dan bijaksana, nampaknya Secret Toun juga memiliki garis jahat tertentu.
Tentu saja wajah dari bangsa Orc saat ini sangat mengkhawatirkan untuk diperhatikan. Pasalnya pangeran Lin Ran saat ini tengah memandang Secret Toun dengan begitu permusuhan. Ia seakan ingin mencabik- cabik Secret Toun menjadi ribuan keping lalu memakannya di depan banyak pendekar.
“Kurang ajar! Manusia itu telah menciptakan kebencian publik untuk bangsa Orc kita! Ini tidak boleh dibiarkan hidup lebih lama!” Geram Pangeran Lin Ran. Ia tidak lagi memperhatikan pertarungan Jacson dan Dewa Perang melainkan mulai mempersiapkan diri untuk pertarungan berikutnya.
“Pertarungan berikutnya adalah acara kematian dari Secret Toun!” ucap Lin Ran sambil tersenyum memamerkan giginya yang tajam.
__ADS_1