
Black Dangger berhasil menghancurkan serangan pertama dari Formasi tetua Qin Feng, namun ia tidak merasa senang. Ini karena Kekuatannya yang melemah dan juga ia tahu bahwa serangan selanjutnya akan lebih kuat.
“Serangan Kedua!” Bahkan belum sempat Black Dangger berpikir, Tetua Qin Feng kembali berteriak dan memerintahkan formasi memuntahkan bola serangan yang kedua. Kali ini kekuatan dari serangan tersebut 2 kali lebih kuat.
Black Dangger berdecak kesal, ia seorang pendekar dewa bumi kini harus ditekan oleh seorang pendekar dewa biasa.
“Serangan Pisau Pembunuh!” Black Dangger menyebutkan jurusnya. Sebuah pedang pendek terkondensasi di tangannya dan kemudian ia lemparkan menuju serangan kedua formasi.
Bang! sama seperti sebelumnya, Black Dangger juga membuat serangan formasi itu dihancurkan. Namun ia tidak sengaja melihat senyum dari tetua Qin Feng. Rasa bahaya muncul di hatinya namun sebelum ia melakukan tindakan pencegahan, Tetua Qin Feng kembali mengaktifkan formasinya.
Kali ini bukan hanya satu serangan melainkan 2 serangan formasi secara langsung. Apa yang membuat Black Dangger sedikit memburuk adalah kekuatan dua serangan itu 4 dan 5 kali lebih kuat dari serangan pertama dan kedua.
“Aura!” Black Dangger tidak lagi menyimpan kekuatannya. Ia dengan cepat mengaktifkan aura dewa buminya.
Aura Dewa Bumi dapat menjadi senjata maupun apapun sesuai dengan keinginan sang pendekar. Kali ini Black Dangger membuat aura nya menjadi dua serangan kecil. Meski begitu, kekuatannya bahkan mampu menghentikan serangan ketiga Tetua Qin Feng.
“Serangan ke empat, Lima dan Enam!”
__ADS_1
“Aura!” Kali ini auranya menjadi serangan menengah dan menghancurkan dua dari serangan tetua Qin Feng.
“Tebasan Liar!” Black Dangger melemparkan jurusnya sekali lagi untuk menghalangi serangan formasi yang terlewat.
“Empat Serangan Bertubi- tubi!” tetua Qin Feng berteriak. Empat serangan sekaligus menerjang ke arah Black Dangger.
“Tebasan Liar!”
“Serangan Pisau Pembunuh!”
“Aura!”
Bang!
“Aaakkhh!” Black Dangger melolong panjang, ia meludahkan tiga teguk darah. Wajahnya memerah akibat energi yang bergejolak di dalam tubuhnya. Barulah setelah mengedarkan energinya secara cepat,ia mampu menstabilkan posisinya.
Tetua Qin Feng melihat peluang ini dan tidak ingin melepaskannya begitu saja. Ia memasukkan seluruh sumber daya yang ada di dalam 10 batu spritualnya lalu berteriak dengan keras.
__ADS_1
“10 Serangan Sekaligus!” Formasi itu tiba- tiba bergetar, sumber energi yang sebelumnya diberikan oleh tetua Qin Feng dengan cepat menyusut dan dicerna olehnya.
10 bola cahaya mulai terbentuk dan menembakkannya dengan momentum yang sangat perkasa. Mulai dari serangan pertama yang juga terlemah hingga serangan ke sepuluh yang menjadi serangan terkuat.
Black Dangger tidak mengharapkan ini terjadi. Ia berusaha mencari jalan keluar dan melarikan diri dari sana namun sayang serangan tetua Qin Feng. dengan cepat menemukannya. Black Dangger menggigit bibirnya, ia sangat marah menatap tetua Qin Feng.
“Pembalasan untuk hari ini akan tiba!” Setelah berteriak, Black Dangger tiba- tiba menghilang, Ia rupanya memiliki jimat formasi membuatnya berpikir selamat kali ini.
Namun yang tidak disadarinya adalah tetua Qin Feng juga telah membangun formasi anti teleportasi menggunakan banyak sumber daya dan jimat Penjaga Langit. Dengan itu kecuali formasi teleportasi di buat oleh seorang pendekar dewa bumi lapisan 3 ke atas maka tidak akan seorangpun yang dapat melewatinya.
Kyaaak! terdengar bunyi robek di udara, wajah tetua Qin Feng memburuk melihat robekan di udara yang tidak lain adalah formasi penanggal teleportasinya.
“Sial dia memiliki formasi teleportasi yang sangat kuat, bahkan formasi ini tidak dapat menahannya” Tetua Qin Feng meraung kesal. Ia telah mengobankan banyak sumber daya untuk menyiapkan formasi itu dan berharap Black Dangger dapat di bunuhnya hari ini.
Di sisi lain, walau Black Dangger mampu menaklukkan anti teleportasi namun ia masih menderita serangan yang sangat parah karena memaksakan kekuatannya dan juga karena merobek formasi dengan paksa.
Jika seorang kultivator galaksi bahkan bisa membunuhnya saat ini karena cederanya itu. Ia buru- buru memasuki perawatan yang serius setelah memberikan pesan pada Sang utusan.
__ADS_1