Dark Game

Dark Game
49


__ADS_3

 Tidak begitu lama


untuk Kuangceng memasuki meditasi yang mendalam. Reynal kemudian menjalankan


rencananya. Ia pertama- tama memunculkan dirinya pada setiap orang yang ada


disana. Mereka semua sangat terkejut ketika mendapati Reynal yang tiba- tiba


muncul dihadapan mereka.


Meski begitu, mereka juga menjadi sangat senang sebab merasa


pertolongan dan harapan untuk dapat selamat akan menjadi lebih besar. Reynal


tidak buru- buru untuk melepaskannya, sebaliknya ia melepaskan ikatan mereka


satu persatu sambil menanyakan apa saja yang terjadi pada mereka.


“Wakil Yin, sungguh saya tidak menduga jika hari ini kau


akan menyelamatkan kami. Kami hampir saja putus asa disini” keluh Chayton pada


Reynal ketika pemuda itu sedang melepaskan tali yang mengikatnya.


“Maaf, saya sangat focus pelatihan jadi agak terlambat untuk


menyelamatkan anda semua. Tapi hari ini saya sudah datang, kalian pasti akan


selamat!” jawab Reynal bersamaan dengan terbukanya ikatan dari Chayton. Ia


kemudian melangkah menuju Rafaella.


Kondisi dari wanita itu sangat menyedihkan. Walau Kuangceng


tidak pernah mencoba melecehkannya namun seluruh wajah dan kedua tangannya kini


berwarna merah oleh darahnya sendiri. Jelas ia sangat mengalami penyiksaan.


Bahkan pakaian dipunggungnya robek dan memperlihatkan kulit

__ADS_1


yang putih seperti giok itu memiliki bekas cambukan yang tak terkira jumlahnya.


Reynal sedikit meringis dan menutup matanya karena tidak tega melihat keadaan


Rafaela.


Sedikit ia merasakan kembali rasa bersalah karena dirinya


lah seluruh ras manusia disana harus menanggung akibatnya. Di dalam hatinya,


kini ia menetapkan setelah Hell Memoth maka musuh utamanya ialah bangsa Orc


yang kejam itu.


“Wakil Yin, saya tahu apa yang anda pikirkan. Tapi ini semua


bukanlah kesalahan anda, mereka yang terlalu kejam menuangkan air pada seember


penuh hanya untuk mengambil segayung air. Sekarang ini yang kita harus pikirkan


adalah cara untuk selamat dari Kuangceng” ucap Rafaella.


Reynal akhirnya tersadar. Ia harus menjalankan prioritasnya


ikatan tetua Parsi dan Fengtian. Sebenarnya Reynal ingin menyapa keduanya,


namun karena sekarang orang mengetahui ia adalah wakil Yin maka Reynal harus


memasang wajah dingin ketika berhadapan dengan keduanya.


Meski begitu, Reynal juga merasakan sedikit getaran


dihatinya ketika melihat luka dari keduanya lebih parah daripada Rafaella dan


wakil Chayton. Bagaimana tidak, punggung tetua Fengtian dipenuhi darah yang


masih bercucuran dengan sayatan pisau yang tak terkira jumlahnya ada di


punggung dan dadanya.

__ADS_1


Reynal dapat melihat wajah dari tetua Fengtian sangat pucat


yang diakibatkan karena kekuarangan darah. Selain itu tetua parsi juga


mengalami hal yang sama, bedanya adalah tetua Parsi menderita banyak pukulan


diwajah menyebabkan wajahnya yang sedikit tampan itu harus terlihat bonyok dan


penuh dengan lebam.


Bahkan beberapa kuku jarinya telah ditarik keluar yang


bahkan Reynal tidak sanggup untuk memikirkan rasa sakitnya. Tetua Fengtian dan


tetua Parsi hanya tersenyum kecil pada Reynal, selain karena mereka tidak ingin


menyapa mereka mungkin tidak memiliki tenaga untuk melakukan itu.


Reynal terus berlanjut, ia membuka satu persatu mereka yang


ditawan, bahkan dari guild Black Undied yang sedikit memiliki permusuhan dengan


reynal. Setelah itu Reynal tidak langsung membawa mereka. Ia memilih untuk


mengobati beberapa dari luka mereka yang sangat parah dan mengembalikan sedikit


energi dan tenaga agar mereka dapat bertahan lebih lama.


“Magic Support : Healing!”


Reynal cukup mengeluarkan banyak energi untuk sihir


penyembuh, sebab itu sihir itu dengan cepat berubah menjadi cahaya hijau


kebiruan yang menyelimuti mereka bersepuluh. Perlahan luka dan cidera berat


yang mereka alami menjadi sedikit sembuh dan luka ringan mereka perlahan sembuh


dengan cepat.

__ADS_1


Cahaya itu bertahan hingga 30 detik sampai akhirnya meredup


dan menghilang.


__ADS_2