
Tidak begitu lama
untuk Kuangceng memasuki meditasi yang mendalam. Reynal kemudian menjalankan
rencananya. Ia pertama- tama memunculkan dirinya pada setiap orang yang ada
disana. Mereka semua sangat terkejut ketika mendapati Reynal yang tiba- tiba
muncul dihadapan mereka.
Meski begitu, mereka juga menjadi sangat senang sebab merasa
pertolongan dan harapan untuk dapat selamat akan menjadi lebih besar. Reynal
tidak buru- buru untuk melepaskannya, sebaliknya ia melepaskan ikatan mereka
satu persatu sambil menanyakan apa saja yang terjadi pada mereka.
“Wakil Yin, sungguh saya tidak menduga jika hari ini kau
akan menyelamatkan kami. Kami hampir saja putus asa disini” keluh Chayton pada
Reynal ketika pemuda itu sedang melepaskan tali yang mengikatnya.
“Maaf, saya sangat focus pelatihan jadi agak terlambat untuk
menyelamatkan anda semua. Tapi hari ini saya sudah datang, kalian pasti akan
selamat!” jawab Reynal bersamaan dengan terbukanya ikatan dari Chayton. Ia
kemudian melangkah menuju Rafaella.
Kondisi dari wanita itu sangat menyedihkan. Walau Kuangceng
tidak pernah mencoba melecehkannya namun seluruh wajah dan kedua tangannya kini
berwarna merah oleh darahnya sendiri. Jelas ia sangat mengalami penyiksaan.
Bahkan pakaian dipunggungnya robek dan memperlihatkan kulit
__ADS_1
yang putih seperti giok itu memiliki bekas cambukan yang tak terkira jumlahnya.
Reynal sedikit meringis dan menutup matanya karena tidak tega melihat keadaan
Rafaela.
Sedikit ia merasakan kembali rasa bersalah karena dirinya
lah seluruh ras manusia disana harus menanggung akibatnya. Di dalam hatinya,
kini ia menetapkan setelah Hell Memoth maka musuh utamanya ialah bangsa Orc
yang kejam itu.
“Wakil Yin, saya tahu apa yang anda pikirkan. Tapi ini semua
bukanlah kesalahan anda, mereka yang terlalu kejam menuangkan air pada seember
penuh hanya untuk mengambil segayung air. Sekarang ini yang kita harus pikirkan
adalah cara untuk selamat dari Kuangceng” ucap Rafaella.
Reynal akhirnya tersadar. Ia harus menjalankan prioritasnya
ikatan tetua Parsi dan Fengtian. Sebenarnya Reynal ingin menyapa keduanya,
namun karena sekarang orang mengetahui ia adalah wakil Yin maka Reynal harus
memasang wajah dingin ketika berhadapan dengan keduanya.
Meski begitu, Reynal juga merasakan sedikit getaran
dihatinya ketika melihat luka dari keduanya lebih parah daripada Rafaella dan
wakil Chayton. Bagaimana tidak, punggung tetua Fengtian dipenuhi darah yang
masih bercucuran dengan sayatan pisau yang tak terkira jumlahnya ada di
punggung dan dadanya.
__ADS_1
Reynal dapat melihat wajah dari tetua Fengtian sangat pucat
yang diakibatkan karena kekuarangan darah. Selain itu tetua parsi juga
mengalami hal yang sama, bedanya adalah tetua Parsi menderita banyak pukulan
diwajah menyebabkan wajahnya yang sedikit tampan itu harus terlihat bonyok dan
penuh dengan lebam.
Bahkan beberapa kuku jarinya telah ditarik keluar yang
bahkan Reynal tidak sanggup untuk memikirkan rasa sakitnya. Tetua Fengtian dan
tetua Parsi hanya tersenyum kecil pada Reynal, selain karena mereka tidak ingin
menyapa mereka mungkin tidak memiliki tenaga untuk melakukan itu.
Reynal terus berlanjut, ia membuka satu persatu mereka yang
ditawan, bahkan dari guild Black Undied yang sedikit memiliki permusuhan dengan
reynal. Setelah itu Reynal tidak langsung membawa mereka. Ia memilih untuk
mengobati beberapa dari luka mereka yang sangat parah dan mengembalikan sedikit
energi dan tenaga agar mereka dapat bertahan lebih lama.
“Magic Support : Healing!”
Reynal cukup mengeluarkan banyak energi untuk sihir
penyembuh, sebab itu sihir itu dengan cepat berubah menjadi cahaya hijau
kebiruan yang menyelimuti mereka bersepuluh. Perlahan luka dan cidera berat
yang mereka alami menjadi sedikit sembuh dan luka ringan mereka perlahan sembuh
dengan cepat.
__ADS_1
Cahaya itu bertahan hingga 30 detik sampai akhirnya meredup
dan menghilang.