
Reynal mengirimkan informasi tersebut pada Lucifer. Dan
benar saja, dugaannya. Lucifer sangat bahagia dan bahkan mengatakan jika ia
akan berusaha untuk mendapatkan mayat itu lebih cepat dan melawan 2 pendekar
transformasi darah.
“Reynal, anda sebaiknya berhati- hati dengan keduanya.
Mereka berasal dari alam atas, kekuatan mereka tidak boleh lemah! Selain itu
seluruh pasukan anda yang kuat masih mencari mayat. Anda tidak memiliki
kekuatan untuk menghadapinya jika tidak memanggil Ghost King” saran Lucifer.
Reynal kembali mengingat ketika ia pertama kali bertemu
dengan Ghost King, walau ia memiliki wujud seperti seorang wanita namun
wajahnya yang seram serta rambutnya yang acak- acakan sungguh membuat bulu
kuduk Reynal berdiri ketika melihatnya.
Ia sungguh tidak ingin memanggilnya jika tidak dalam keadaan
terdesak. Selain karena seram, ia juga memiliki permintaan untuk memberikan
tumbal setiap kali ia dipanggil yang sangat menyulitkan bagi Reynal.
“Tuhan! Kapan saya terjerumus dengan ilmu hitam seperti
ini?” kutuk Reynal dalam hatinya.
“Reynal, saya tahu anda sangat takut dengan Ghost King tapi
saat ini hanya ia dan pasukannya yang dapat menghentikan 2 pendekar transformasi
darah itu!” ucap Lucifer rendah.
“Baik! saya akan melihat situasinya lebih dulu”
Setelah itu Reynal memutuskan hubungan dengan Lucifer. Ia
kembali memasang wajah dan sikap yang tenang, tidak seperti pendekar lainnya
yang saat ini sedang panik ataupun menyiapkan pertempuran besar.
Reynal mengendalikan para monster yang mengepung, sebab itu
ia tidak merasa panik. Ia kemudian mengamati tindakan dari Kuangyang dan 2
pendekar tua di dekatnya. Mereka bersiap- siap untuk menyerang.
__ADS_1
Ia kemudian berbisik pada wakil Embert “Kuangyang dan 2
pendekar tua itu sepertinya bersiap untuk menyerang ribuan monster hantu! Saya
khawatir jika mereka menyerang, monster hantu itu akan marah dan segera
menyerang kita yang tidak bersalah! Tolong kau kirimkan ini pada ketua Jacson!”
Embert yang mendengarnya tanpa sadar juga memperhatikan
Kuangyang, ia juga menyadari apa yang dikatakan Reynal ada benarnya. “Baik saya
akan menyampaikan ini pada ketua Jacson. Jika ketua mengerti maka ia akan
menjelaskan ini pada malaikat Beatrix, saat itu kita tunggu apa yang akan
dilakukan Kuangyang”
Reynal bernafas legah setelah Embert memahami maksud
sebenarnya. Dengan cara ini jika Jacson dan Beatrix tidak bodoh dan
mendengarkannya maka Kuangyang akan dicegat dan mereka tidak akan diizinkan
untuk menyerang.
Kini Reynal hanya bisa berusaha untuk mengambil waktu
sebanyak mungkin untuk Lucifer dan lainnya. Jika saja diantara mayat tersebut
mempertahankan idenya ini.
Saat ini Embert juga sudah menjelaskan apa yang dikatakan
Reynal padanya. Ia mengubah beberapa kata dan membuatnya lebih logis dan
sesuai.
“Bajiangan Kuangyang! Ia berniat menyerang monster itu? Apa
ia bodoh atau sombong? Jika ia menyerang monster maka bisa jadi monster-
monster yang menyeramkan itu akan menjadi marah dan menyerang kita semua. Malaikat
Beatrix, kita harus mengambil tindakan kepada Kuangyang untuk menghentikannya!”
Jacson berteriak dengan suaranya yang keras, saat ini banyak
pendekar yang kuat memasang sikap siaga sehingga tidak begitu memperhatikan apa
yang terjadi disekitar. Baru saja suara Jacson terdengar membuat mereka
serentak menoleh pada Kuangyang.
__ADS_1
Kuangyang dan 2 pendekar tua juga terlihat terkejut ketika
mendengar suara Jacson. Mereka bertiga tidak mengira jika Jacson akan menyadari
tindakan mereka. Terlebih Kuangyang yang segera mengutuk Jacson karena berusaha
untuk menggagalkan rencananya.
Pendekar tua segera mengelilingi Kuangyang, mereka
melepaskan aura kuat mereka seolah menekan Kuangyang dan 2 lainnya. Malaikat
Beatrix juga ada disana, ia memandangi ketiganya lalu berkata dengan dingin
“Jika kalian bertiga berani melangkah satu langkah dari sana maka saya yakinkan
anda tidak akan bisa pulang dengan bernyawa hari ini!”
Reynal tertawa kecil melihat situasinya, ia mengatur rencana
ini dengan tiba- tiba namun tidak terpikir jika akan sangat efektif. Bukan
hanya ia tidak terlibat langsung dan hanya melakukan sedikit usaha, ia juga
membuat 2 pendekar kuat itu tidak bergerak.
“Alam atas apanya, keduanya sangat takut dengan kumpulan
dewa kuat dari alam bawah! Saya dapat memastikan jika 2 orang ini bukanlah pendekar
berpengaruh di alam atas, atau mungkin saja ia hanyalah budak atau pelayan
disana!” Reynal mencibir dalam hatinya.
Kuangyang sangat kesal setelah rencananya gagal. Apalagi
orang yang menggagalkan rencananya adalah Jacson Prier, seorang yang sangat
tidak tahu malu. Ia kemudian menoleh pada 2 pendekar tua lalu berkata “Apakah
kita dapat membebaskan dari dari mereka?”
Satu pendekar tua segera menggelengkan kepalanya, “Walau
kami kuat dan menguasai teknik darah yang hebat namun itu hanya berguna sebagai
pendukung. Itu tidak benar- benar berguna untuk pertarungan besar!”
Pendekar lainnya juga melihat pendekar tua disekelilingnya
lalu mendesah pelan, “Diantara mereka ada yang memiliki kekuatan setara dengan
kami, selain itu mereka ada 4 orang. Jika keempatnya bersatu menghadapi kami
__ADS_1
berdua maka kita akan berakhir sangat menyedihkan.