Dark Game

Dark Game
421


__ADS_3

Reynal mengirimkan informasi tersebut pada Lucifer. Dan


benar saja, dugaannya. Lucifer sangat bahagia dan bahkan mengatakan jika ia


akan berusaha untuk mendapatkan mayat itu lebih cepat dan melawan 2 pendekar


transformasi darah.


“Reynal, anda sebaiknya berhati- hati dengan keduanya.


Mereka berasal dari alam atas, kekuatan mereka tidak boleh lemah! Selain itu


seluruh pasukan anda yang kuat masih mencari mayat. Anda tidak memiliki


kekuatan untuk menghadapinya jika tidak memanggil Ghost King” saran Lucifer.


Reynal kembali mengingat ketika ia pertama kali bertemu


dengan Ghost King, walau ia memiliki wujud seperti seorang wanita namun


wajahnya yang seram serta rambutnya yang acak- acakan sungguh membuat bulu


kuduk Reynal berdiri ketika melihatnya.


Ia sungguh tidak ingin memanggilnya jika tidak dalam keadaan


terdesak. Selain karena seram, ia juga memiliki permintaan untuk memberikan


tumbal setiap kali ia dipanggil yang sangat menyulitkan bagi Reynal.


“Tuhan! Kapan saya terjerumus dengan ilmu hitam seperti


ini?” kutuk Reynal dalam hatinya.


“Reynal, saya tahu anda sangat takut dengan Ghost King tapi


saat ini hanya ia dan pasukannya yang dapat menghentikan 2 pendekar transformasi


darah itu!” ucap Lucifer rendah.


“Baik! saya akan melihat situasinya lebih dulu”


Setelah itu Reynal memutuskan hubungan dengan Lucifer. Ia


kembali memasang wajah dan sikap yang tenang, tidak seperti pendekar lainnya


yang saat ini sedang panik ataupun menyiapkan pertempuran besar.


Reynal mengendalikan para monster yang mengepung, sebab itu


ia tidak merasa panik. Ia kemudian mengamati tindakan dari Kuangyang dan 2


pendekar tua di dekatnya. Mereka bersiap- siap untuk menyerang.

__ADS_1


Ia kemudian berbisik pada wakil Embert “Kuangyang dan 2


pendekar tua itu sepertinya bersiap untuk menyerang ribuan monster hantu! Saya


khawatir jika mereka menyerang, monster hantu itu akan marah dan segera


menyerang kita yang tidak bersalah! Tolong kau kirimkan ini pada ketua Jacson!”


Embert yang mendengarnya tanpa sadar juga memperhatikan


Kuangyang, ia juga menyadari apa yang dikatakan Reynal ada benarnya. “Baik saya


akan menyampaikan ini pada ketua Jacson. Jika ketua mengerti maka ia akan


menjelaskan ini pada malaikat Beatrix, saat itu kita tunggu apa yang akan


dilakukan Kuangyang”


Reynal bernafas legah setelah Embert memahami maksud


sebenarnya. Dengan cara ini jika Jacson dan Beatrix tidak bodoh dan


mendengarkannya maka Kuangyang akan dicegat dan mereka tidak akan diizinkan


untuk menyerang.


Kini Reynal hanya bisa berusaha untuk mengambil waktu


sebanyak mungkin untuk Lucifer dan lainnya. Jika saja diantara mayat tersebut


mempertahankan idenya ini.


Saat ini Embert juga sudah menjelaskan apa yang dikatakan


Reynal padanya. Ia mengubah beberapa kata dan membuatnya lebih logis dan


sesuai.


“Bajiangan Kuangyang! Ia berniat menyerang monster itu? Apa


ia bodoh atau sombong? Jika ia menyerang monster maka bisa jadi monster-


monster yang menyeramkan itu akan menjadi marah dan menyerang kita semua. Malaikat


Beatrix, kita harus mengambil tindakan kepada Kuangyang untuk menghentikannya!”


Jacson berteriak dengan suaranya yang keras, saat ini banyak


pendekar yang kuat memasang sikap siaga sehingga tidak begitu memperhatikan apa


yang terjadi disekitar. Baru saja suara Jacson terdengar membuat mereka


serentak menoleh pada Kuangyang.

__ADS_1


Kuangyang dan 2 pendekar tua juga terlihat terkejut ketika


mendengar suara Jacson. Mereka bertiga tidak mengira jika Jacson akan menyadari


tindakan mereka. Terlebih Kuangyang yang segera mengutuk Jacson karena berusaha


untuk menggagalkan rencananya.


Pendekar tua segera mengelilingi Kuangyang, mereka


melepaskan aura kuat mereka seolah menekan Kuangyang dan 2 lainnya. Malaikat


Beatrix juga ada disana, ia memandangi ketiganya lalu berkata dengan dingin


“Jika kalian bertiga berani melangkah satu langkah dari sana maka saya yakinkan


anda tidak akan bisa pulang dengan bernyawa hari ini!”


Reynal tertawa kecil melihat situasinya, ia mengatur rencana


ini dengan tiba- tiba namun tidak terpikir jika akan sangat efektif. Bukan


hanya ia tidak terlibat langsung dan hanya melakukan sedikit usaha, ia juga


membuat 2 pendekar kuat itu tidak bergerak.


“Alam atas apanya, keduanya sangat takut dengan kumpulan


dewa kuat dari alam bawah! Saya dapat memastikan jika 2 orang ini bukanlah pendekar


berpengaruh di alam atas, atau mungkin saja ia hanyalah budak atau pelayan


disana!”  Reynal mencibir dalam hatinya.


Kuangyang sangat kesal setelah rencananya gagal. Apalagi


orang yang menggagalkan rencananya adalah Jacson Prier, seorang yang sangat


tidak tahu malu. Ia kemudian menoleh pada 2 pendekar tua lalu berkata “Apakah


kita dapat membebaskan dari dari mereka?”


Satu pendekar tua segera menggelengkan kepalanya, “Walau


kami kuat dan menguasai teknik darah yang hebat namun itu hanya berguna sebagai


pendukung. Itu tidak benar- benar berguna untuk pertarungan besar!”


Pendekar lainnya juga melihat pendekar tua disekelilingnya


lalu mendesah pelan, “Diantara mereka ada yang memiliki kekuatan setara dengan


kami, selain itu mereka ada 4 orang. Jika keempatnya bersatu menghadapi kami

__ADS_1


berdua maka kita akan berakhir sangat menyedihkan.


__ADS_2