
Seluruh tetua dari desa dan akademi lain menjadi bingung dan panik, mereka tidak mengetahui sebab para muridnya yang tiba tiba terjatuh dan pingsan disaat bersamaan. Kegaduhan terjadi, saling tuduh menuduh tidak terhindarkan.
“Hentikan ini, saya tahu siapa yang berani melakukan ini semua kepada kita” seorang dari podium berlambang daun berwarna hijau berdiri. Orang itu adalah ketua desa sekaligus wakil kepala akademi 5 desa. Ketua Pong berkata seperti itu sambil melihat kearah podium desa Air Biru.
“Ketua Pong terlalu sungkan, silahkan lanjutkan” ucap Gara tersenyum miring kepadanya.
“Dia, kepala akademi beladiri yang telah melakukan semua ini” ucap ketua Pong dengan penuh percaya diri sambil menunjukkan Gara.
Semua orang melirik kearah tempat desa Air Biru, mereka melihat sosok Gara yang masih sangat muda bahkan belum berusia 20 tahun adalah seorang kepala akademi beladiri.
Mereka semua awalnya mengira Gara adalah salah satu peserta dan orang tua yang berada disamping nyalah yang menjadi kepala Akademi.
“Kau tidak bercanda kan? Ia masih sangat muda. Bagaimana ia melakukan semua ini, kita para tetua dan ketua belum tentu dapat melakukannya” seorang tetua perwakilan akademi Barat laut berdiri. Jelas ia merasa tersinggung sebab menurutnya perkataan ketua Pong terlalu memaksa dan berlebihan.
“Sudahlah cukup, terimakasih atas niat tetua akademi Barat Laut untuk menolong saya. Memang benar saya adalah ketua Akademi Beladiri” semua orang yang memiliki pandangan yang sama akhirnya terkejut. Mereka tidak menduga anak muda seperti Gara telah menjadi kepala Akademi.
__ADS_1
“Namun diluar dari itu tuduhan atas diriku, ini membuktikan bahwa kualitas para peserta tahun ini sangat buruk.” Ucap Gara memperlihatkan seluruh muridnya yang masih berdiri tidak bergeming walau terdapat serangan massal yang dahsyat. Ia mulai berusaha menunjukkan kekuatan di awal pertandingan.
“Ini adalah bukti bahwa kau yang melakukannya” Ketua Pong tertawa senang, ia memiliki bukti yang kuat saat ini.
“Kalian beraninya melakukan ini saat utusan kekaisaran berada disini” utusan kekaisaran yang ditunjuk sebagai perwakilan pada tahun ini merasa kehilangan muka. Ledakan yang kuat terjadi pada kedua podium yaitu desa Air Biru dan Daun Hijau.
Gara sigap membuat pelindung tingkat tinggi sehingga serangan tidak menyentuh sejengkal pun namun berbeda dengan nasib desa Daun Hijau yang kini kehilangan salah satu tetua mereka akibat memaksakan diri untuk membuat perlindungan.
Utusan kekaisaran bernama Noar terkejut, ia tidak menyangka serangan sebesar itu dapat ditahan dengan mudah oleh seorang pemuda. Gara tersenyum kepada Noar namun senyuman penuh dengan kemarahan dan kebencian.
Setelah kejadian tersebut, suasana menjadi canggung seluruh penonton mulai membicarakan kekuatan yang dimiliki oleh desa Air Biru. Ketua Daun Hijau dan Akademi 5 desa menjadi sangat malu dan kehilangan muka. Akademi 5 desa sepertinya akan mengalami kekalahan yang besar hari ini.
“Kita akan memulai pertandingan pada hari ini, tantangan pertama adalah adu kekuatan dan bertarung. Mereka yang berhasil memenangkan pertarungan akan berlanjut ke babak penyisihan.”
Nomor peserta dibagikan, setelah itu dilanjutkan dengan mengambil undian pertandingan pertama. Gara tersenyum senang ketika melihat nomor Zi’qin dari kelas pedang dan yang menjadi pasangan duelnya adalah perwakilan desa Anjung timur dengan kekuatan bintang lapisan 3.
__ADS_1
Gara cukup yakin jika Zi’qin dapat memenangkan pertarungan ini dengan mudah, ia telah mencapai kekuatan bulan lapisan 1. Melawan dengan menggunakan kekuatannya dengan penuh adalah tindakan yang bodoh.
Sebelumnya Gara telah mengingatkan kepada seluruh muridnya untuk mengusahakan agar mereka tidak mengeluarkan kekuatan asli dan jurus hebat pada pertandingan awal kecuali dalam keadaan tertentu.
Zi’qin dengan percaya diri tidak menggunakan pedangnya, ia telah berhasil mempelajari ilmu beladiri fisik yang diajarkan khusus oleh Gara. Ia bermaksud untuk mencobanya pada hari ini.
Lawannya adalah seorang berkekuatan pedang, ia membawa sebuah pedang yang berwarna merah tipis. Pedang Kaca Merah adalah salah satu Guild besar yang menempati daerah Anjung timur. Mereka terkenal dengan keahlian pedang dan beladiri yang dipelajari.
Zi’qin terlihat tenang diatas arena, ia tidak melakukan apapun ketika lawannya telah bergerak maju dengan menghunuskan pedangnya. Ia dapat melihat arah serangan dengan jelas, dengan kekuatannya dalam menyerap energi Cakra membuat tubuhnya lebih ringan untuk digerakkan.
Dalam sekali serangan mampu membuat lawannya terjatuh dan hampir mengalami cedera. Zi’qin telah berhasil memenangkan pertandingan ini dan membuatnya lolos dalam babak pertama.
__ADS_1