
Tetua Wei bersama dengan keempat pendekar Semesta telah kembali pada saat hari telah siang. Tetua Xie melihat tetua dari guild Raja Nirwana itu kembali lebih cepat sehingga ia kembali menyuruh Tenggu dan Gilbert untuk tidak membicarakan hal tersebut.
Keduanya segera kembali dalam barisan kelompok pendekar guild Seribu Racun. Tetua Xie memasang senyum palsu yang dapat ia berikan pada tetua Wei yang kini memandangnya dengan sedikit kesombongan.
Tetua Xie terlihat tidak memperdulikan sikap dari pendekar semesta puncak tersebut sebab ia merasa kemampuan dari tetua Wei masih dapat ia imbangi walau memiliki perbedaan lapisan sebab tetua Xie memiliki kemampuan yang hampir menandingi para pendekar dewa sekalipun jika ia mengerahkan seluruh ilmu racun dan senjata rahasianya.
Sebab itu, dalam guild Seribu Racun, tetua Xie hanya terlihat patuh pada perintah dari para tetua yang memiliki kekuatan dan jabatan diatasnya seperti tetua Gilbert. Tetua Gilbert menjadi salah satu tetua yang ditakuti olehnya karena selain menguasai ilmu racun tingkat tinggi, tetua Gilbert juga menguasai ilmu pembelah diri yang membuatnya memiliki lebih dari lima pecahan jiwa sekaligus.
__ADS_1
“Kami berhasil menemukan tanaman yang kami inginkan tapi sepertinya tanaman itu mempunyai racun yang berbahaya sehingga membutuhkan teknik khusus untuk dapat mengambilnya. Aku meminta tetua Xie dan pendekar guild Seribu Racun untuk mengambilnya sebab hanya kalian yang menguasai ilmu racun disini” ucap tetua Wei sedikit memerintah.
Tetua Xie nampak geram mendengar tetua Wei memerintahnya seperti itu, jelas perbuatannya sangat buruk. Tetua Wei walaupun ia merupakan jagoan dari guild Raja Nirwana dan memiliki kekuatan yang tinggi namun derajatnya hanyalah seorang tetua bawahan. Tetua Xie merasa tidak pantas dirinya diperintah seperti itu oleh seorang tetua bawahan.
Walau dirinya hanya memiliki kekuatan tingkat semesta lapisan empat namun dalam guild Seribu Racun, ia adalah seorang tetua utama yang memiliki kekuasaan dan kekuatan yang besar ditangannya. Tetua Xie tentu akan membunuh siapa saja yang berani seperti itu dengannya walau itu adalah anggota dari guild Raja Nirwana.
“Tetua Wei sungguh hebat, dapat menemukan tanaman Jahe Beracun dalam waktu yang singkat. Aku yakin tetua Wei dapat dengan mudah membunuh para monster dan penjaga dari tanaman Jahe Beracun itu bukan?” ucap tetua Xie memastikan, ia tentu menyadari tetua Wei tidak akan mampu menghadapi para penjaga Lembah Neraka dengan begitu mudah, apalagi ia bukanlah seorang pendekar racun.
__ADS_1
“Mencari tanaman itu sangatlah mudah namun walau telah berhasil menemukan tanaman itu, kami belum menjumpai satu monster pun disini. Aku meragukan Lembah Neraka tidaklah seberbahaya yang diceritakan” Tetua Wei sedikit merendahkan, ia tersenyum sinis melihat tetua Xie.
“Ini sungguh aneh, tapi walau begitu hal ini dapat sangat menguntungkan kita. Baiklah aku bersama dengan seluruh pendekar guild Seribu Racun yang hadir disini akan membantu tetua Wei. Namun sementara kami mengambil tanaman itu, kami berharap tetua Wei dapat menjamin keselamatan kami dari gangguan monster yang dapat dengan tiba- tiba menyerang” tandas tetua Xie.
“Hmph, baiklah kami akan menjaga kalian” usai berkata seperti itu, tetua Wei segera memerintahkan Xie dan yang lainnya untuk mengikutinya.
Tetua Xie mendengus pelan, ia sudah sangat tidak tahan dengan sikap sok memerintah dari tetua Wei. Untung saja Tenggu dan Gilbert mengingatkan agar tidak mencari masalah dengan guild Raja Nirwana. Bagaimanapun juga guild Seribu Racun membutuhkan guild terkuat kedua itu untuk kelangsungan guild mereka.
__ADS_1