Dark Game

Dark Game
24. Monster


__ADS_3

Kemarahan Kojun semakin menjadi, Gara telah menghabisi sebagian besar anggota Guildnya. Walaupun kebanyakan pemain yang akan muncul kembali dalam sehari namun tetap saja itu mencoreng kekuatan Es mendiang.


Gara mendapatkan kekuatan element yang luar biasa, saat ini memang seimbang dengan para master level 150 karena rendahnya level Gara.


Semakin tinggi Levelnya maka semakin kuat juga kekuatan element ditambah ia dapat berkah dari para dewa dan dewi elemen membuatnya semakin menjadi kuat.


Pertarungan Gara dan Kojun semakin memanas, sebagian wilayah terdekat telah tertutupi es tebal akibat serangan yang berhasil dihindarkan oleh Gara.


“Dewa Es berilah aku sebagian Kekuatanmu” ia berteriak kencang dan berhasil membuat hujan salju, tujuan utamanya adalah untuk menggetarkan Kojun.


Dewa es tidak akan keluar dari kotak dimensinya, sebab itu ia memancing perhatian semua orang. Sekali lagi ia mengeluarkan Aura Magic Art tingkat Compresure membuat Kojun dan lainnya tidak dapat bergerak lebih.


Gara tidak ingin berlama-lama hingga ia mengaktifkan aura pembunuhnya, mendadak semuanya menjadi butiran cahaya akibat kekuatan aura tingkat Quit.

__ADS_1


Untuk kedua kalinya semua orang tercengang dengan kekuatan Gara. Justru ketua Dao terlihat bingung sebab kekuatan yang dilepaskan oleh anak itu hanya 1/10 dari kekuatan aslinya. Melumpuhkan seluruh kekuatan Guild besar Es mendiang sendirian dalam waktu yang singkat membuatnya seakan jadi monster.


Ketua Dao kemudian mengajaknya untuk bergabung bersama pasukan Humanie Empire. Ketua Dao menjanjikan banyak imbalan kepada Gara terutama mendapatkan fasilitas untuk meningkatkan levelnya.


Gara memberitahukan bahwa ia memiliki masalah dengan Guild kerajaan Krunch beberapa waktu lalu. Ia akan bergabung dengan pasukan Humanie Empire jika anggota Guild Kerajaan Krunch dihadapkan kepadanya. Ketua Dao ingin menyanggupi permintaan namun suara penolakan jelas terdengar dari berbagai sisi.


“Kenapa kita harus beraliansi dengan monster itu?”


“Monster, bukan hanya rupanya bahkan sikapnya juga monster”


Jelas ia tahu perbedaan kekuatannya, ia tidak yakin dapat menghancurkan guild Es mendiang sendirian terlebih lagi waktunya yang sangat singkat. Namun kehormatannya akan diinjak-injak oleh seorang anak jika menuruti keinginannya.


“Mohon maaf kepada ketua Dao... ini adalah urusan pribadiku, mohon jangan ikut campur..”Ketua memberi hormat, Dao menurut dan ingin melihat sekali lagi potensi yang terdapat pada Gara.

__ADS_1


“Saya adalah Ketua Inso, dengan ini saya nyatakan perang denganmu...”ketua Inso segera memerintahkan seluruh tetua dan para pemain berbakat yang berada dalam guildnya untuk berkumpul menyerang bersama.


“Heh? Apakah kau ingin mempunyai nasib seperti mereka disana?...” Gara menunjuk para tetua dan Ketua Konju yang telah terbaring lemah akibat serangannya.


“Dasar kurang ajar... tetua Yuno, Alder, Simo segera musnahkan anak itu dengan pedang kalian!” ketiga tetua dengan ledakan energi yang besar segera berlari kearah Gara.


Gara tersenyum kepada mereka semua, ia saat ini dapat mengetes kekuatan asasintnya yang baru. Ketiga tetua telah berada didekat gara dan mengelilinginya.


“Kau akan mati...” perkataan Simo terpotong ketika Gara mengaktifkan kekuatan asasintnya.


Asap pekat menyeruak dan menutupi arena tanding keempatnya, terdengar suara denting pedang dari sana. Ketua Inso hanya berharap ketiga tetua terkuat Guild Kerajaan Krunch dapat mengakhirinya.


Setelah tertutup cukup lama akhirnya asap tebal perlahan menghilang dan menampilkan siluet seorang pria.

__ADS_1


 


 


__ADS_2