
Reynal selesai mengobati kesepuluh pendekar yang terluka
parah. Walau tidak cukup untuk membuat mereka sembuh total namun setidaknya
mereka telah sangat membaik ketimbang sebelumnya.
Bahkan Rafaella kini kembali memiliki senyum yang manis dan
menatap Reynal dengan kekaguman yang besar. Bukan hanya Rafaella, melainkan 9
pendekar lainnya. Mereka jelas merasakan Reynal telah berusaha yang terbaik
untuk menyelamatkan dan menyebuhkan mereka.
“Kita harus pergi dari sini secepatnya, sebelum Kuangceng
yang kejam itu sadar!” desak Reynal.
Mereka mengangguk setuju, walau hanya beberapa hari mereka
semua telah mengalami kekejaman yang menurut mereka paling kejam yang pernah
mereka lihat dan alami. Mereka juga tidak bodoh untuk tetap tinggal disana
hanya akan mengalami siksaan yang berat lagi.
Reynal mengarahkan mereka ke tempat yang telah ditentukan
sebelumnya. Itu adalah tempat yang cukup tersembunyi dengan berbagai macam
formasi pelindung dan tersembunyi yang mana merupakan tempat yang cocok untuk
saat ini.
Setelah semua beres, Reynal tanpa ragu menggunakan
kekuatannya untuk membuat kekacauan disana yang menyebabkan getaran yang cukup
kuat hingga membuat Kuangceng terganggu dari latihannya. Reynal dengan cepat
terbang menjauh melarikan diri dari Kuangceng. Ia menggunakan arah yang
__ADS_1
berlawanan dari tempat persembunyian agar dapat menipu dan mengelabui
Kuangceng.
Namun Reynal mendapati kecepatan Kuangceng setara dengan
kecepatan miliknya yang telah dalam kondisi penuh. Jelas bahwa Reynal tidak
memiliki keunggulan dalam bidang kecepatan kali ini. Ia tidak membuang waktu
lagi, menggunakan rencana awalnya dan segera memanggil salah satu raja neraka,
Poison King.
“Poison King, ada seorang pendekar yang mengejar saya! Ia
sepertinya seorang pendekar dewa puncak yang hampir menyentuh tingkat dewa
bumi!” ucap Reynal dengan terburu- buru.
Karena begitu panik dan terburu- buru, Reynal sampai melupakan
aura Poison King yang ia rasakan kini telah sangat berubah. Itu jauh beratus-
telah mengalami peningkatkan kekuatan yang besar. Ia kini merupakan seorang
pendekar Dewa Bumi.
Bagi seorang pendekar Dewa Bumi, belum lagi pendekar dewa
puncak tunggal, bahkan jika mereka ada 10, Poison King dapat dengan mudah
bertarung imbang dengan mereka. Meski begitu, ketika Reynal memanggil Poison
King, orang itu jelas sedikit merasa ketakutan. Setidaknya mau sekuat apapun
Poiosn King Sekarang, ia masih akan tetap tunduk dan takut pada Reynal.
Poison King tidak mengacuhkan perintah Reynal, ia segera
mengedarkan energinya untuk mencari keberadaan kuat disekitar. Energi dari
__ADS_1
tubuhnya seketika melonjak dengan berupa sebuah kabut berwarna ungu ke hijauan
yang menyebar denga cepat hingga mencapai beberapa kilometer dari sana.
Reynal yang saat itu panik kini memiliki wajah yang
terkejut. Ia menatap Poison King lalu berkata “Kau pendekar Dewa Bumi?” Reynal kini menyadari aura yang kuat dari
Poison King. Selain itu ia baru- baru melihat salah satu kekuatan unik dari
seorang pendekar dewa bumi yaitu aura deteksi yang tidak lain baru saja
dilakukan oleh Poison King.
Aura Deteksi adalah kemampuan tingkat lanjut dari penguasaan
aura yang dikuasai ketika menjadi pendekar dewa. Aura Deteksi selain memiliki
kekuatan dari sang pengguna juga dapat digunakan sebagai alat deteksi jarak
menengah. Itu hampir mirip dengan kegunaan dari formasi deteksi yang sering
digunakan oleh Reynal untuk melacak dan memeriksa lingkungan sekitar.
Poison King mendengar hal itu segera memasang sikap bangga,
“Hahaha, akhirnya anda menyadarinya!” ucap Halu King sambil menepuk- nepuk
dadanya.
Poison King baru saja berbangga diri namun kemudian ucapan
Reynal mematahkan sikapnya itu. “Tapi itu wajar. Sebab jika anda tidak berhasil
menjadi pendekar dewa Bumi bahkan setelah saya hampir melangkah menuju lapisan
4 maka harga dirimu sebagai penjaga gerbang neraka akan jatuh!”
Reynal tertawa ketika melihat perubahan Poison King yang
awalnya sombong kini berganti dengan senyum masam. Ia mengerti maksud dari
__ADS_1
ucapan Reynal.