Dark Game

Dark Game
50


__ADS_3

Reynal selesai mengobati kesepuluh pendekar yang terluka


parah. Walau tidak cukup untuk membuat mereka sembuh total namun setidaknya


mereka telah sangat membaik ketimbang sebelumnya.


Bahkan Rafaella kini kembali memiliki senyum yang manis dan


menatap Reynal dengan kekaguman yang besar. Bukan hanya Rafaella, melainkan 9


pendekar lainnya. Mereka jelas merasakan Reynal telah berusaha yang terbaik


untuk menyelamatkan dan menyebuhkan mereka.


“Kita harus pergi dari sini secepatnya, sebelum Kuangceng


yang kejam itu sadar!” desak Reynal.


Mereka mengangguk setuju, walau hanya beberapa hari mereka


semua telah mengalami kekejaman yang menurut mereka paling kejam yang pernah


mereka lihat dan alami. Mereka juga tidak bodoh untuk tetap tinggal disana


hanya akan mengalami siksaan yang berat lagi.


Reynal mengarahkan mereka ke tempat yang telah ditentukan


sebelumnya. Itu adalah tempat yang cukup tersembunyi dengan berbagai macam


formasi pelindung dan tersembunyi yang mana merupakan tempat yang cocok untuk


saat ini.


Setelah semua beres, Reynal tanpa ragu menggunakan


kekuatannya untuk membuat kekacauan disana yang menyebabkan getaran yang cukup


kuat hingga membuat Kuangceng terganggu dari latihannya. Reynal dengan cepat


terbang menjauh melarikan diri dari Kuangceng. Ia menggunakan arah yang

__ADS_1


berlawanan dari tempat persembunyian agar dapat menipu dan mengelabui


Kuangceng.


Namun Reynal mendapati kecepatan Kuangceng setara dengan


kecepatan miliknya yang telah dalam kondisi penuh. Jelas bahwa Reynal tidak


memiliki keunggulan dalam bidang kecepatan kali ini. Ia tidak membuang waktu


lagi, menggunakan rencana awalnya dan segera memanggil salah satu raja neraka,


Poison King.


“Poison King, ada seorang pendekar yang mengejar saya! Ia


sepertinya seorang pendekar dewa puncak yang hampir menyentuh tingkat dewa


bumi!” ucap Reynal dengan terburu- buru.


Karena begitu panik dan terburu- buru, Reynal sampai melupakan


aura Poison King yang ia rasakan kini telah sangat berubah. Itu jauh beratus-


telah mengalami peningkatkan kekuatan yang besar. Ia kini merupakan seorang


pendekar Dewa Bumi.


Bagi seorang pendekar Dewa Bumi, belum lagi pendekar dewa


puncak tunggal, bahkan jika mereka ada 10, Poison King dapat dengan mudah


bertarung imbang dengan mereka. Meski begitu, ketika Reynal memanggil Poison


King, orang itu jelas sedikit merasa ketakutan. Setidaknya mau sekuat apapun


Poiosn King Sekarang, ia masih akan tetap tunduk dan takut pada Reynal.


Poison King tidak mengacuhkan perintah Reynal, ia segera


mengedarkan energinya untuk mencari keberadaan kuat disekitar. Energi dari

__ADS_1


tubuhnya seketika melonjak dengan berupa sebuah kabut berwarna ungu ke hijauan


yang menyebar denga cepat hingga mencapai beberapa kilometer dari sana.


Reynal yang saat itu panik kini memiliki wajah yang


terkejut. Ia menatap Poison King lalu berkata “Kau pendekar Dewa Bumi?”  Reynal kini menyadari aura yang kuat dari


Poison King. Selain itu ia baru- baru melihat salah satu kekuatan unik dari


seorang pendekar dewa bumi yaitu aura deteksi yang tidak lain baru saja


dilakukan oleh Poison King.


Aura Deteksi adalah kemampuan tingkat lanjut dari penguasaan


aura yang dikuasai ketika menjadi pendekar dewa. Aura Deteksi selain memiliki


kekuatan dari sang pengguna juga dapat digunakan sebagai alat deteksi jarak


menengah. Itu hampir mirip dengan kegunaan dari formasi deteksi yang sering


digunakan oleh Reynal untuk melacak dan memeriksa lingkungan sekitar.


Poison King mendengar hal itu segera memasang sikap bangga,


“Hahaha, akhirnya anda menyadarinya!” ucap Halu King sambil menepuk- nepuk


dadanya.


Poison King baru saja berbangga diri namun kemudian ucapan


Reynal mematahkan sikapnya itu. “Tapi itu wajar. Sebab jika anda tidak berhasil


menjadi pendekar dewa Bumi bahkan setelah saya hampir melangkah menuju lapisan


4 maka harga dirimu sebagai penjaga gerbang neraka akan jatuh!”


Reynal tertawa ketika melihat perubahan Poison King yang


awalnya sombong kini berganti dengan senyum masam. Ia mengerti maksud dari

__ADS_1


ucapan Reynal.


__ADS_2