
Reynal terus mengawasi kedua kelompok asing yang kini mulai mengeluarkan energi kekuatan mereka masing-masing. Awalnya Reynal merasa bahwa rombongan kereta kuda yang lewat dihadapannya akan dicegat oleh puluhan pendekar berpakaian misterius, dan benar saja dugaan Reynal tidak sepenuhnya salah.
Ia merasa sangat familiar ketika mendengar nama dan asal rombongan berkereta kuda itu. Ia mencoba untuk mengingatnya namun ingatan Reynal seakan tertutup oleh kain hitam tebal sehingga ia tidak dapat mengingatnya.
Reynal merasa harus menolong rombongan tersebut, ia tidak ingin kejahatan terjadi dalam kota Air Biru dan kawasan Akademi Beladiri. Terlebih lagi, Reynal menyadari bahwa rombongan gadis yang bernama Dao Sue itu terlihat sangat disegani dan merupakan salah satu kelompok besar di dunia Soun.
Penting baginya tetap menjaga nama Akademi Beladiri dan kota Air Biru sehingga citra mereka pada kalangan kelompok besar tidak tercoreng.
Apalagi jika kelompok besar itu ingin menyerang Akademi Beladiri seperti guild Raja Nirwana maka bukan tidak mungkin Akademi Beladiri akan mengalami kerugian.
Kedua kelompok itu kini mulai saling menyerang satu sama lain, melihat hal itu Reynal segera berlari kearah mereka dengan energi dan tenaga alami yang ia miliki. Ia bagaikan lesatan anak panah yang terlempar keluar dari busurnya menuju target.
Reynal mengeluarkan sihirnya ketika jarak dirinya dan kedua kelompok tersebut telah dekat.
“Magic Power : Elemental” guncangan yang sangat hebat terjadi disekitar, membuat tanah menjadi retak dan tidak sedikit pohon tumbang.
“Magic Power : Magic Undied” sekelompok mayat hidup muncul dari sebuah portal berwarna merah darah. Kelompok mayat hidup itu seketika mengelilingi kelompok pendekar berjubah hitam.
“Kalian sangat berani berbuat onar di kawasan Akademi Beladiri. Kami tidak akan mengampuni kalian” Reynal berbicara dengan suara yang disertai dengan energi membuat suaranya menggelegar.
Kelompok Dao Sue yang siap membuat pertahanan langsung terdiam, begitupula dengan kelompok pendekar berjubah hitam yang kini mulai bergerak mundur perlahan.
__ADS_1
“Jangan harap kalian bisa meninggalkan tempat ini dengan mudah setelah membuat kekacauan.” Reynal mengerahkan puluhan undied miliknya untuk menahan kelompok tersebut.
Pendekar misterius yang pertama kali muncul segera bergerak mendekati Reynal. Ia menyadari kekuatan yang dilepaskan oleh Reynal hanya setara dengan tingkat Matahari Warna membuatnya lebih percaya diri.
Pendekar tersebut melawan Reynal yang saat itu masih berdiri tegak seolah tengah menunggu serangan yang datang. Gelombang hantaman dari serangannya membuat efek kejut pada sekitar. Pendekar tersebut merasa senang karena ia yakin bahwa Reynal tidak akan mampu menahan serangan terkuatnya dan tewas seketika. Setelah itu ia mungkin tidak perlu lagi untuk mundur.
Namun hasilnya sungguh diluar dari perkiraannya, Reynal terlihat masih kokoh berdiri bahkan tak terdapat sedikitpun debu yang menempel pada tubuhnya setelah menahan serangan terkuat darinya.
“Tombak Naga Laut” seolah tidak puas dengan serangan pertama membuat ia kembali menyerang Reynal, kali ini ia mengeluarkan senjatanya berupa tombak dengan ukuran yang lebih panjang dan besar dari biasanya.
Reynal menyadari dan mengenal tombak tersebut, tombak itu adalah salah satu dari barang lelang milik Akademi Beladiri setahun yang lalu. Reynal mengingat bahwa yang membeli tombaknya adalah salah satu bangsawan dari sebuah kerajaan, yang membuatnya lebih heran adalah mengapa tombak itu terdapat ditangan lawannya saat ini. Karena jurusnya itu membuat jubah hitam yang dipakai menutupi tubuhnya kini terbuka memperlihatkan wajahnya pada Reynal dan rombongan dari Dao Sue.
“Tombak Sang Naga dari guild White Lotus” teriak salah satu tetua klan Dao panik. Ia terlihat ketakutan setelah melihat wajah asli dari pendekar misterius yang menyerang mereka sebelumnya.
Pria misterius itu tidak lain adalah salah satu petinggi guild White Lotus yang terkenal. Tombak Sang Naga menjadi julukannya ketika ia berhasil menguasai ilmu tombak atau kekuatan lancer tingkat tinggi ditambah lagi tombak pusaka roh papan atas membuatnya semakin dikenal. Pria itu tidak lain bernama Abraham.
Abraham mulai menyerang Reynal dengan beringas menggunakan senjata tombak andalannya. Reynal hanya berusaha menghindari serangan demi serangan Abraham membuatnya semakin menambah intensitas kekuatannya.
Reynal kemudian menggunakan sihir pelindung untuk melindungi tubuhnya beberapa kali ketika ia tidak sanggup menghindari serangan dari Abraham yang saat itu setara dengan serangan tingkat Galaksi Super Mega.
"Apa benar ucapan dari mereka bahwa kau berasal dari guild White Lotus?" Tanya Reynal pada Abraham ketika ia berhasil memberikan serangan pukulan pada lawannya itu.
__ADS_1
“Apa Akademi Beladiri juga ingin ikut campur dalam urusan kami?” Abraham tersurut dua langkah, ia tidak menduga bahwa penyamarannya telah terbongkar. Terlebih Reynal mampu mengalahkannya membuat Abraham sedikit waspada. Saat ini ia harus memastikan bahwa Akademi Beladiri tidak turut ikut campur dalam rencananya.
“Aku tidak tahu masalah kalian, tapi seperti yang sebelumnya aku ucapkan, ini adalah kawasan Akademi Beladiri... aku tidak akan biarkan seorang pun yang ingin melakukan kejahatan disekitar sini.” Reynal tidak menyurutkan kewaspadaannya, namun ia juga merasa dilema sebab kedua kelompok yang tengah ia pisahkan saat ini tidak lain adalah dua kelompok besar. Reynal yakin keputusannya saat ini akan menentukan hal yang besar kedepannya.
“Tuan, perkenalkan aku Dao Sue, salah satu dari putri utama keluarga Dao.” Dao Sue merasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk membuat Akademi Beladiri melindungi mereka sebab itu ia segera mendekati Reynal.
“Tuan, tolong kami. Jika tuan menolong kami hari ini maka keluarga Dao akan sangat mengingat jasa tuan.” Lanjut Dao Sue.
“Guild White Lotus ingin merampok kami, untungnya anda tiba tepat waktu jika tidak maka aku tidak tahu akan seperti apa nasibku selanjutnya”
Reynal melirik Abraham sekali lagi, pria itu terlihat sangat marah. Reynal yakin masalah kedua kelompok ini tidaklah yang sesederhana dikatakan Dao Sue. Ia menghela pelan sebelum menggeleng kepada Dao Sue.
“Akademi Beladiri akan membantu jika kalian dapat menceritakan yang sebenarnya. Aku tidak ingin Akademi Beladiri memihak yang salah atau mengambil keputusan yang kurang tepat.” Reynal memerintahkan Dao Sue dan Abraham untuk menceritakan kejadian sebenarnya.
“Beraninya kau memerintahku, aku tahu kau hanyalah seorang penjaga kecil Akademi yang kebetulan lewat. Kau tidak pantas untuk memerintahku seperti itu” Abraham melirik sinis pada Reynal. Walau tergolong baru menginjakkan kaki pada dunia Soun namun Abraham memiliki beberapa pengalaman penting.
Ia tahu tidak akan mudah menemui seorang tetua atau petinggi penting suatu kelompok besar, apalagi bertemu di tengah hutan seperti ini.
“Aku memang hanyalah seorang penjaga kecil tapi aku pastikan setiap keputusanku akan selalu didengar oleh mereka”
~~
__ADS_1
Ayo beri vote dan like pada novel Dark Game. Vote sebanyak- banyaknya yah... Oh iya jangan lupa buat bergabung dalam grub Chat Dark Game ( dapat dilihat dibawah kolom vote pada profil utama cerita atau kunjungi profil penulis) disana akan ada informasi seputar Dark Game(bocoran eps selanjutnya) serta jadwal update Dark Game setiap harinya. Dan yang paling penting, disana Author akan membagikan puluhan poin gratis setiap harinya pada beberapa anggota, jadi tunggu apa lagi? buruan gabung!!