Dark Game

Dark Game
339


__ADS_3

Sungguh wajar bagi Ling Shi Ze mengetahui mengenai dua


senjatai besar yang dimiliki oleh Hell Memoth seperti Nymph. Sebab ia juga


merupakan salah satu dari enam petinggi Hell Memoth yang dulunya ditugaskan


untuk mencarinya.


Tapi setelah bertahun- tahun, mereka belum bisa


mendapatkannya kembali walau telah beberapa kali bertemu dengan pencuri


aslinya, Parsi di masa lalu. Sebab itu keenam petinggi Hell Memoth akhirnya


setuju untuk mengerahkan beberapa bawahan setia mereka untuk mencari dan


merebut tongkat sihir saint dan batu kekuatan dari tangan parsi.


Setelah puas menggumam, Ling Shi Ze sedikit melirik pemuda


itu. ia kemudian kembali bertanya “Apa seseorang dengan pembawaan seperti


guntur menyerang sosok lemah itu seminggu yang lalu?” tentu saja sosok lemah


yang disebut oleh Ling Shi Ze adalah Reynal, pemimpin Suci Akademi Beladiri.


“Saya tidak tahu, setelah membunuh mereka, pemimpin suci


segera membawa kami ke Akademi Beladiri dengan hewan kontraknya. Yang pastinya


ia masih tetap tinggal selama beberapa saat disini dan saya tidak mengetahui


apa yang ia lakukan.” Jawab pemuda itu jujur. Ia merasa khawatir akan


keselamatan nyawanya saat ini.


Raut wajah dan ekspresi dari Ling Shi Ze terlihat memburuk


membuatnya merasa semakin takut. Menurutnya hanya butuh jentikan jari untuk


membunuhnya jika Ling Shi Ze kesal. Sebab itu ia tidak ingin membuatnya kecewa.


Dan dugaannya memang tidak meleset, Ling Shi Ze sangat


frustasi ketika mendengar jawaban dari pemuda itu. jika memang seperti itu


kenyataannya maka Nymph telah tewas ditangannya dan mereka kembali kehilangan


kesempatan untuk merebut dua senjata besar kembali.

__ADS_1


“Setidaknya saya memiliki 2 berita besar untuk dilaporkan”


Ling Shi Ze ingin berbalik kembali pada kediamannya namun ia melihat pemuda


yang telah memberinya informasi terlihat sangat menggangu. Lagipula ia masih


sangat muda dan kuat, sangat cocok untuk digunakan sebagai esensi jiwa


tambahan.


Karena pemuda dihadapannya tidak lagi memiliki manfaat, maka


Ling Shi Ze segera membunuhnya dan menghisap seluruh esensi jiwa yang ia


miliki. Pemuda itu akhirnya memiliki akhir yang berbeda atas tindakannya namun


dengan satu makna yang sama yaitu mati.


Di akhirat ketika ia mengingat kejadian dimana dirinya


dibunuh oleh Ling Shi Ze, ia menyadari bahwa dirinya telah melewatkan kematian


yang terhormat dan menyebabkan Akademi Beladiri di masa depan mengalami masalah


berat.


tanda keberadaanya disana. ia tidak ingin pihak Akademi Beladiri menyadari


bahwa dirinya pernah menginjakkan kaki di perbatasan dan mendapatkan informasi


penting. Setelah semua selesai barulah ia kembali dengan kecepatan penuh ke


Hell Memoth untuk melaporkan situasi.


Namun ia tidak pernah menduga bahwa sejak Ling Shi Ze


membunuh para Undied Reynal, pemiliknya segera menyadari sesuatu telah terjadi


pada daerah perbatasan. Dengan cepat ia mengirimkan undied Nymph bersama dengan


dua undied dewa lainnya.


Segera setelah itu Ling Shi Ze akhirnya dicegat oleh mereka


bertiga. Ling Shi Ze segera menyadari situasinya setelah ia melihat Nypmh telah


menjadi undied bersama dengan dua lainnya.


“Sial! Kenapa Nymph bisa berakhir seperti itu?”

__ADS_1


Ling Shi Ze kesal melihat undied Nymph dihadapannya. Ia


mengetahui kekuatannya tidak cocok untuk Nymph dan ia tidak akan bisa untuk


kembali ke altar utama Hell Memoth untuk melaporkan situasi.


Dengan berat hati, ia berusaha mengeluarkan seluruh


kekuatannya untuk melarikan diri dari tangan Nymph dan dua pendekar dewa


lainnya. Dengan begitu pertempuran mereka tidak lagi dapat terhindarkan.


Setelah beberapa jam, Ling Shi Ze terpukul mundur dan mengalami


luka yang parah. Ia tidak lagi mampu untuk mengerahkan kekuatan penuhnya dan


tidak yakin dapat selamat dari pertempuran hari ini.


Di udara yang bergejolak, Ling Shi Ze berputar keras


menyebabkan angin puyuh yang besar mengelilinginya. Ia dengan cepat meraih


sesuatu yang berada di dalam kantongnya, sebuah benda berwarna hijau tua yang


tidak lain adalah batu roh penyimpanan.


Di dalam batu tersebut ia segera mengisikan sebuah sihir


suara yang tersegel di dalamnya. Dengan bantuan angin puyuh miliknya batu roh


penyimpanan segera terbang melesat dengan kecepatan tiga kali lipat menuju


altar utama Hell Memoth.


“Saya tidak yakin bisa selamat hari ini, sebab itu saya


telah mengirimkan pesan mengenai informasi yang saya dapatkan hari ini. Semoga


Hell Memoth dapat menemukan dan mendengarkannya. Mereka harus mencari pemuda


itu!”


“Jika saya selamat hari ini maka saya akan bersumpah tidak


akan hidup tenang jika saya belum memusnahkan Akademi Beladiri atas pertempuran


hari ini! dan saya akan menyerap esensi jiwa mereka satu persatu agar di alam


akhirat mereka akan menyesal telah memilih Akademi Beladiri!!”

__ADS_1


__ADS_2