
Reynal mendarat disebuah gurun yang tandus tepat ketika ia memasuki portal magis. Ia merasakan pusing dan mual ketika mendarat dan berpikir jika itu adalah efek dari perpindahan dimensi.
Reynal mencoba untuk terbang disana, namun ia terkejut bukan main ketika merasakan kekuatannya telah sangat ditekan. Ia mungkin masih dapat terbang bebas namun tingkat kekuatannya telah menurun dan hanya menunjukkan tingkat Matahari Warna.
“Apakah ini karena atmosfir dan energi di bumi jauh lebih tipis dari dunia Soun?” Reynal bertanya- tanya. Ia kemudian mengingat jika Tetua Yin Yang juga mengalami hal yang sama ketika berada di dunia Soun.
Meski begitu ia tetap melanjutkan dan terbang, Reynal menjelajahi gurun yang nampak begitu luas itu sampai kemudian ia menemukan sebuah desa kecil yang terletak di tengah- tengah gurun yang tandus.
Karena penasaran, Reynal mencoba turun disana. Ia kemudian melihat beberapa anak- anak yang kelihatan kumuh dan kurus bermain di lapangan yang panas. Ketika anak- anak itu melihat Reynal, mereka berubah menjadi ketakutan dan berlari tunggang langgang memasuki rumah mereka masing- masing.
Reynal yang semakin bingung itu memutuskan untuk turun dan bertanya apa yang terjadi. Namun ketika ia turun, tiga orang berpakaian armor dan bersenjata pedang mengepungnya.
“Apa yang kau inginkan kemari?!” Salah satu dari tiga orang itu bertanya dengan suara gemetaran. Mereka berusaha nampak berani menghadapi Reynal walau sebenarnya mereka sangat ketakutan.
“Tenanglah! Saya tidak bermaksud jahat. Saya tersesat dan mencoba mencari arah. Kemudian saya melihat desa ini dan berniat untuk bertanya” Reynal mencoba menjelaskan niatnya, yang kemudian ketiganya sedikit percaya.
“Kau benar- benar tersesat?”
Reynal mengangguk, ia memutar badannya dan memperlihatkan bahwa ia tidak membawa senjata satupun. Melihat Reynal melakukan hal tersebut demi mendapatkan kepercayaan mereka, ketiganya mulai mempercayai Reynal.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa anak- anak itu terlihat takut ketika melihatku?”
Ketiganya saling memandang, kemudian orang yang berpakaian armor lengkap menjawab, “Sebenarnya beberapa tahun yang lalu ketika orang- orang yang bermain game online menghilang secara tiba- tiba, terjadi perubahan besar di seluruh dunia.”
“Beberapa orang dengan kekuatan yang sangat sakti muncul dan menyebabkan kerusakan di dunia. Mereka menyebut diri mereka sebagai hamba sang Penguasa dan menyuruh kami untuk mengikuti mereka menyembah sang penguasa itu.”
“Kemudian muncul pula seorang yang mengatakan dirinya sebagai penguasa yang akan menyelamatkan dunia. Ia mulai melawan hamba sang penguasa seorang diri ketika mereka berbuat kerusakan. Kemudian itu terus berlanjut sampai dua belah pihak memiliki banyak pengikut disisinya.”
“Lalu dikenal lah dua kubu yaitu kubu Penguasa dan Penyelamat. Kemudian keduanya memulai perang setiap hari. Namun semakin lama kubu penyelamat tidak lagi memperdulikan kita dan malah fokus pada peperangan. Membuat kami rakyat biasa yang awalnya mendukung mereka kehilangan kepercayaan semakin lama. Sampai akhirnya kami mulai percaya bahwa baik kedua kubu itu tidak ada yang memperhatikan mereka dan hanya peduli pada kekuatan dan reputasi mereka.
Disini pernah terjadi peperangan besar yang membuat kami harus menyaksikan lebih dari satu juta penduduk disini tewas akibat ulah kedua kubu itu. Hal inilah yang membuat anak- anak disini memiliki trauma berat pada mereka yang memiliki kekuatan”
__ADS_1
Reynal yang mendengarnya menjadi mengerti, ia kemudian menatap ketiganya dan memperhatikan energi yang tipis ditubuh ketiganya. “Kalian bisa menjadi kuat dan memasuki kedua kubu itu, tapi mengapa kalian memilih tinggal disini?”
Ketiganya kembali saling berpandangan, sebelum orang yang membawa pedang berkata, “Karena kami sadar bahwa percuma memiliki kekuatan jika akhirnya kami melupakan orang- orang yang ingin kita lindungi”
Reynal tersenyum dan mengangguk puas, “Saya sangat puas dengan penjelasan kalian. Sebab itu terima ini, mungkin akan dapat membantu kalian”
Reynal mengambil masing- masing 3 buku pelatihan yang cocok dengan mereka. Sebagai wakil pemimpin guild Raja Nirwana, pemimpin Suci Akademi ataupun Kuasa Mutlak Hell Memoth, ia telah banyak mengumpulkan buku pelatihan yang menurutnya menarik dan menyimpannya sebagai koleksi. Sebab itu tidak sulit baginya untuk mengeluarkan 3 yang cocok dengan mereka.
Ketiganya tergagap menerima 3 buah buku dari Reynal, sebagai orang yang berlatih mereka juga tahu apa buku yang Reynal berikan.
“Tuan, buku ini sangat berharga. Kami tidak dapat menerimanya” ucap ketiganya.
“Tidak, ini untuk kalian. Saya tidak peduli dengan ketiganya. Sebagai gantinya kalian bisa menyiapkan penginapan untukku hari ini.”
Ketiganya dengan semangat berkata, “Baik tuan!”
Diperjalanan menuju penginapan, Reynal mengetahui nama ketiganya adalah Hasan, Husein dan Farid. Mereka bertiga sudah sejak kecil tinggal di daerah sekitar sampai kemudian bersatu akibat peperangan yang merenggut keluarga mereka.
Kemudian Husein yang memiliki tubuh kecil dan ramping. Ia membawa sabit kecil di sakunya. Gayanya sangat cocok dengan pendekar Asasint di dunia Soun.
Terakhir Farid yang membawa pedang seperti pendekar pedang. Ia memiliki tubuh paling ideal diantara ketiganya juga memiliki ketegasan dan menjadi pemimpin diantara ketiganya. Masing- masing ketiganya memiliki wajah ala timur tengah dengan wajah tampan dan kulit kehitaman.
“Terimakasih sudah mengantar saya. Jangan lupa untuk berlatih dengan giat, saya merasa potensi kalian sangat baik untuk dikembangkan” Ucap Reynal meninggalkan ketiganya setelah mendapatkan penginapan disana.
Di dalam penginapan Reynal berusaha untuk menutup matanya tapi sayang ia tidak merasa mengantuk. Setelah mendengar penjelasan dari Farid, ia sadar bahwa kondisi dunia saat ini membutuhkan penanganan agar menjadi lebih baik.
“Informasi yang diberikan oleh Penjaga Alam sedikit berbeda dengan situasi saat ini. Saya juga ingin tahu apakah orang- orang dari dunia Soun telah menunjukkan tindakan mereka? Saya yakin setelah mengetahui keadaan ini, mereka akan berusaha untuk melawan dua kubu itu dan membentuk kembali dunia yang mereka inginkan” gumam Reynal sambil memijat keningnya.
Belum lama Reynal berpikir demikian, ia merasakan beberapa aura yang kuat menuju desa kecil ini. Ia segera waspada sebab berpikir dua kubu itu datang dan ingin mengacaukan desa ini. Benar saja perkiraan Reynal, orang- orang dari kubu pahlawan datang dan mengetuk desa kecil ini.
Hasan, Husein dan Farid buru- buru menemui orang- orang itu. Terdapat 5 orang yang datang. Masing- masing dari mereka mengenakan pakaian merah emas dengan sangat mencolok. Selain itu mereka terlihat sangat sombong ketika berbicara dengan Farid dan kawannya.
__ADS_1
“Pemimpin meminta kami untuk membawa seluruh pemuda dan orang- orang yang dapat bertarung disini untuk menjadi bagian dari kami. Ini adalah perintah dan kalian tidak memiliki hak untuk menolak!” Ucap pemuda paruh baya yang menjadi pemimpin kelompok itu.
Reynal merasakan kekuatan pemuda itu hanyalah tingkat Bintang 1 yang mana merupakan tingkatan setelah melewati level 100 di dalam dunia Soun. Bagi Reynal, hanya dengan hembusan angin dari jari- jarinya, ia dapat membuat pemuda itu sekarat.
Tapi bagi Farid dan yang lainnya pemuda itu adalah sosok yang sangat kuat dan tidak mampu mereka lawan. Meski begitu, Farid dan lainnya nampak tidak takut dengan mereka dan berkata. “Di desa ini banyak anak- anak dan orang tua serta wanita yang lemah membutuhkan kami para pemuda dan pria untuk mencari makanan dan melindungi mereka. Kami tidak bisa pergi” ucap Hasan dengan lantang.
Pemuda itu nampak marah mendengar penolakan dari Hasan, “Kalian tidak memiliki hak untuk menolak. Kalian bisa pergi atau mati disini!”
Ketiganya tidak bergeming, mereka tidak takut dengan ancaman membuat Reynal mengangguk memuji keberanian mereka bertiga.
“Kalian mencari mati!” Pemuda itu sangat marah, ia menoleh ke belakang dan menyuruh 4 bawahannya untuk memberikan pelajaran bagi ketiganya.
Farid, Hasan dan Husain tidak gentar, mereka mengobarkan semangat dan mengangkat senjata mereka. Walau tau bahwa perlawanan mereka sia- sia setidaknya mereka tidak takut dan melawan ketidak adilan itu.
Tepat ketika ketiganya berpikir akan mati, empat orang bawahan pemuda itu tiba- tiba meledak menjadi kabut darah. Pemuda yang melihatnya terkejut dan berubah takut. Reynal keluar dari persembunyiannya dan menatap pemuda itu dengan dingin.
“Kau dari kubu Penyelamat?” tanya Reynal acuh tak acuh.
Pemuda itu terkejut melihat Reynal, ia berpikir Reynal adalah sosok pendekar papan atas yang kebetulan ada disini. Segera ia mengatakan dirinya sebagai anggota kubu penyelamat.
“Kau tidak pantas, bahkan kalian semua orang dari kubu penyelamat tidak pantas disebut penyelamat! Memaksa dan ingin membunuh orang- orang yang tidak bersalah? Huh, lebih baik saya tidak melihat kalian lagi setelah hari ini” Reynal mendengus dingin yang kemudian Pemuda itu meledak menjadi kabut darah mengikut keempat bawahannya.
Reynal sedikit terkejut dan berkata dengan tidak berdaya, “Apakah seranganku terlalu kuat?”
Farid, Hasan dan Husain terkejut melihat Reynal yang mampu membunuh anggota kubu penyelamat dengan sangat mudah.
“Hei bereskan mayat mereka cepat, kalian tidak perlu terlalu bingung seperti itu!” Reynal tertawa melihat kejutan ketiganya.
Ketiganya tidak berani mengabaikan perintah Reynal dan segera menyatukan mayat- mayat itu. Mereka berniat untuk menguburkan beberapa bagian tubuh mereka yang tersisa.
“Setelah membereskan itu, kalian bertiga temui saya di penginapan!” sebelum pergi, Reynal memberikan pesan pada ketiganya.
__ADS_1