
Reynal kembali menjemput 300 pasukannya yang
telah menunggu ditempat aman dengan senyum diwajahnya. Walaupun ia terlihat
tersenyum namun sebenarnya hatinya kini memiliki amarah yang meledak- ledak.
Halu King kali ini sekali lagi menyentuh garis batas kesabaran Reynal membuat
pemuda itu merencanakan sesuatu yang besar untuknya.
“Halu King tidak tahu jika sejak SMP saya
memiliki beberapa teman yang membenci saya dan mereka tidak pernah berakhir
baik. Saya akan membiarkan dirimu mengetahui apa arti dari balas dendam dari
Reynal!” ucap Reynal dalam hatinya.
Tidak butuh waktu lama sebelum mereka tiba di
guild Raja Nirwana. Kebetulan ataupun tidak, ia bertemu dengan rombongan Halu
King yang sedang berbincang dengan salah satu tetua besar guild Black Undied.
Reynal sedikit terkejut ketika melihat
keduanya begitu akur, ia dapat melihat keduanya adalah sahabat karena kedekatan
yang mereka tunjukkan bukanlah berasal dari kedekatan pertama bertemu. Reynal
bisa melihat hal itu.
Adapun Halu King, ia juga ikut terkejut dan
tidak menyangka akan bertemu dengan Reynal. Ia sedang bersama sahabatnya dari
guild Black Undied. Mereka baru saja bertemu setelah beberapa bulan tidak
saling menyapa.
Reynal segera menyapa Halu King dengan wajah
penuh rama dan senyum “Wakil Halu King”
“Wakil Yin, anda telah sampai rupanya!” balas
sapa Halu King sambil melirik ke belakang pemuda itu. “Siapa mereka Wakil Yin?”
Reynal tersenyum “Mereka adalah beberapa teman
saya juga bawahan yang dekat dengan saya sebelum memasuki guild Raja Nirwana. Wakil
Yin, siapa pria di sebelahmu?”
“Oh, perkenalkan dia adalah sahabat lama saya,
__ADS_1
tetua besar guild Black Undied Mou Jo. Ia baru saja kembali beberapa hari yang
lalu dari tugas yang berat.” Jawab Halu King.
Reynal sedikit mengangguk, ia kemudian pamit
dengan alasan pasukannya membutuhkan istirahat setelah berjalan beberapa hari.
Beberapa hari? Ya, sebelumnya Reynal tidak
segera membawa mereka masuk ke dalam guild Raja Nirwana melainkan singgah pada
sebuah kamp yang dulunya ia bangun untuk 3000 muridnya. Kamp itu sedikit dekat
dengan perbatasan.
Kini kamp itu telah sepi karena semua murid
Reynal telah dipindahkan di dalam istana miliknya. Mereka akan menjaga serta
mengurus istana Reynal selama ia pergi. Kemudian Reynal menyuruh mereka semua
untuk beristirahat sebab besok pagi ia akan memperkenalkan keadaan wilayah
kekuasaan Hell Memoth itu pada mereka.
Menurut Reynal semakin mereka mengerti keadaan
wilayah yang akan mereka bangun maka akan semakin baik. Namun jika mereka tidak
terlalu terbiasa dengan wilayah yang baru maka bisa saja rahasia mereka
Keesokan paginya, 300 dari mereka bersiap dan
mengikuti Reynal. Reynal mengajak mereka menuju tempat- tempat penting, maupun
daerah kekuasan para guild besar, atupun yang lainnya. Reynal cukup
menjelaskannya dengan sederhana dan tidak berbelit- belit.
Bahkan ada beberapa informasi yang sekedar ia
sebutkan tanpa jelaskan. Ini karena beberapa memang ia tidak miliki
informasinya bahkan dalam guild Raja Nirwana ia melihat guild tersebut sedikit
payah di bidang informasi.
Reynal membawa mereka mengelilingi wilayah
Hell Memoth yang cukup luas untuk 1 wilayah kerajaan. Ini sebanding dengan
wilayah faksi Akademi Beladiri yang juga hanya dari wilayah Horsox Multie saja.
Setelah ia rasa mereka telah memiliki gambaran
__ADS_1
umum mengenai wilayah Hell Memoth, Reynal akhirnya membawa mereka ke dalam
guild Raja Nirwana. Sesampainya di istana, Reynal segera memanggil seorang
muridnya yang bertugas untuk mengatur setiap ruangan dan kamar di dalam istana
itu.
“Antar mereka ke kamarnya masing- masing
sesuai dengan keahlian mereka!” ucap Reynal dengan senyum.
Muridnya lantas segera membawa 300 orang ke
dalam kamar yang telah disiapkan dengan cepat. Sedangkan Reynal bergegas menuju
istana rahasianya. Beberapa hari yang lalu tenggat waktu untuk tugas yang ia
berikan kepada Poison King dan Lucifer telah selesai.
Namun keduanya belum juga menghubungi Reynal
membuat pemuda itu sedikit mencemaskan keduanya. Bagaimanapun juga keduanya
telah Reynal anggap sebagai anggota keluarga walau beberapa kali Reynal
menghukum mereka.
Segera melalui dua portal, Reynal akhirnya
berhasil menghubungi keduanya. Reynal menunggu
disana selama beberapa menit lalu Lucifer dan Poison King akhirnya keluar dari
portal dengan wajah yang p enuh senyum.
Reynal senang melihat keduanya,ia merentangkan
kedua tangannya sambil memasang wajah yang gembira. Lucifer sedikit heran namun
Poison King segera berjalan mendekati Reynal. Ia mengira Reynal ingin memeluk
keduanya dengan posisi tangan seperti itu.
Namun tidak ia sangka setelah dekat Reynal
segera menjitak kepalanya hingga buntalan sebesar batu muncul. Poison King
meringis keras sambil berlari menjauhi pemuda itu.
“Aww” Poison King meringis sambil memijat
kepalanya yang sakit.
Lucifer sedikit merasa beruntung karena
__ADS_1
waspada, ia segera duduk di tempatnya setelah melihat wajah Reynal yang telah
berubah menjadi tidak senang.