Dark Game

Dark Game
461


__ADS_3

Reynal kembali menjemput 300 pasukannya yang


telah menunggu ditempat aman dengan senyum diwajahnya. Walaupun ia terlihat


tersenyum namun sebenarnya hatinya kini memiliki amarah yang meledak- ledak.


Halu King kali ini sekali lagi menyentuh garis batas kesabaran Reynal membuat


pemuda itu merencanakan sesuatu yang besar untuknya.


“Halu King tidak tahu jika sejak SMP saya


memiliki beberapa teman yang membenci saya dan mereka tidak pernah berakhir


baik. Saya akan membiarkan dirimu mengetahui apa arti dari balas dendam dari


Reynal!” ucap Reynal dalam hatinya.


Tidak butuh waktu lama sebelum mereka tiba di


guild Raja Nirwana. Kebetulan ataupun tidak, ia bertemu dengan rombongan Halu


King yang sedang berbincang dengan salah satu tetua besar guild Black Undied.


Reynal sedikit terkejut ketika melihat


keduanya begitu akur, ia dapat melihat keduanya adalah sahabat karena kedekatan


yang mereka tunjukkan bukanlah berasal dari kedekatan pertama bertemu. Reynal


bisa melihat hal itu.


Adapun Halu King, ia juga ikut terkejut dan


tidak menyangka akan bertemu dengan Reynal. Ia sedang bersama sahabatnya dari


guild Black Undied. Mereka baru saja bertemu setelah beberapa bulan tidak


saling menyapa.


Reynal segera menyapa Halu King dengan wajah


penuh rama dan senyum “Wakil Halu King”


“Wakil Yin, anda telah sampai rupanya!” balas


sapa Halu King sambil melirik ke belakang pemuda itu. “Siapa mereka Wakil Yin?”


Reynal tersenyum “Mereka adalah beberapa teman


saya juga bawahan yang dekat dengan saya sebelum memasuki guild Raja Nirwana. Wakil


Yin, siapa pria di sebelahmu?”


“Oh, perkenalkan dia adalah sahabat lama saya,

__ADS_1


tetua besar guild Black Undied Mou Jo. Ia baru saja kembali beberapa hari yang


lalu dari tugas yang berat.” Jawab Halu King.


Reynal sedikit mengangguk, ia kemudian pamit


dengan alasan pasukannya membutuhkan istirahat setelah berjalan beberapa hari.


Beberapa hari? Ya, sebelumnya Reynal tidak


segera membawa mereka masuk ke dalam guild Raja Nirwana melainkan singgah pada


sebuah kamp yang dulunya ia bangun untuk 3000 muridnya. Kamp itu sedikit dekat


dengan perbatasan.


Kini kamp itu telah sepi karena semua murid


Reynal telah dipindahkan di dalam istana miliknya. Mereka akan menjaga serta


mengurus istana Reynal selama ia pergi. Kemudian Reynal menyuruh mereka semua


untuk beristirahat sebab besok pagi ia akan memperkenalkan keadaan wilayah


kekuasaan Hell Memoth itu pada mereka.


Menurut Reynal semakin mereka mengerti keadaan


wilayah yang akan mereka bangun maka akan semakin baik. Namun jika mereka tidak


terlalu terbiasa dengan wilayah yang baru maka bisa saja rahasia mereka


Keesokan paginya, 300 dari mereka bersiap dan


mengikuti Reynal. Reynal mengajak mereka menuju tempat- tempat penting, maupun


daerah kekuasan para guild besar, atupun yang lainnya. Reynal cukup


menjelaskannya dengan sederhana dan tidak berbelit- belit.


Bahkan ada beberapa informasi yang sekedar ia


sebutkan tanpa jelaskan. Ini karena beberapa memang ia tidak miliki


informasinya bahkan dalam guild Raja Nirwana ia melihat guild tersebut sedikit


payah di bidang informasi.


Reynal membawa mereka mengelilingi wilayah


Hell Memoth yang cukup luas untuk 1 wilayah kerajaan. Ini sebanding dengan


wilayah faksi Akademi Beladiri yang juga hanya dari wilayah Horsox Multie saja.


Setelah ia rasa mereka telah memiliki gambaran

__ADS_1


umum mengenai wilayah Hell Memoth, Reynal akhirnya membawa mereka ke dalam


guild Raja Nirwana. Sesampainya di istana, Reynal segera memanggil seorang


muridnya yang bertugas untuk mengatur setiap ruangan dan kamar di dalam istana


itu.


“Antar mereka ke kamarnya masing- masing


sesuai dengan keahlian mereka!” ucap Reynal dengan senyum.


Muridnya lantas segera membawa 300 orang ke


dalam kamar yang telah disiapkan dengan cepat. Sedangkan Reynal bergegas menuju


istana rahasianya. Beberapa hari yang lalu tenggat waktu untuk tugas yang ia


berikan kepada Poison King dan Lucifer telah selesai.


Namun keduanya belum juga menghubungi Reynal


membuat pemuda itu sedikit mencemaskan keduanya. Bagaimanapun juga keduanya


telah Reynal anggap sebagai anggota keluarga walau beberapa kali Reynal


menghukum mereka.


Segera melalui dua portal, Reynal akhirnya


berhasil menghubungi keduanya. Reynal  menunggu


disana selama beberapa menit lalu Lucifer dan Poison King akhirnya keluar dari


portal dengan wajah yang p enuh senyum.


Reynal senang melihat keduanya,ia merentangkan


kedua tangannya sambil memasang wajah yang gembira. Lucifer sedikit heran namun


Poison King segera berjalan mendekati Reynal. Ia mengira Reynal ingin memeluk


keduanya dengan posisi tangan seperti itu.


Namun tidak ia sangka setelah dekat Reynal


segera menjitak kepalanya hingga buntalan sebesar batu muncul. Poison King


meringis keras sambil berlari menjauhi pemuda itu.


“Aww” Poison King meringis sambil memijat


kepalanya yang sakit.


Lucifer sedikit merasa beruntung karena

__ADS_1


waspada, ia segera duduk di tempatnya setelah melihat wajah Reynal yang telah


berubah menjadi tidak senang.


__ADS_2