Dark Game

Dark Game
58. Pedang Nyawa Bagian 2


__ADS_3

Pedang Nyawa mundur beberapa langkah, berusaha untuk menjaga jarak dengan ketua Cia. Beberapa saat sebelumnya Pedang Nyawa menyaksikan sesuatu yang membuatnya menahan nafas selama beberapa saat.


Tubuh ketua Cia yang baru saja ia pisahkan dengan kepalanya kini tersambung kembali, Ketua Cia kembali hidup seakan tidak terjadi apapun pada dirinya. Pedang Nyawa segera memungut kembali pedang besar miliknya kemudian berlari menjauhi keduanya.


“Tidak salah lagi, dia sekarang telah menjadi Undied” Pedang Nyawa menguatkan genggamannya pada Pedang Besar. Bukan hal baru baginya ketika mendengar Undied ataupun mayat hidup namun melihatnya sendiri hari ini suatu hal yang mungkin ingin ia hindari.


Melihat kedua temannya kini menjadi pasukan Undied juga membuat hatinya menjadi marah, ”Aku harus lari dari sini dan memberiitahukan ini pada pemimpin agung” ucap Pedang Nyawa sambil berlari meninggalkan benteng pertahanan Krunch yang telah di tembus.


Namun langkahnya terhenti ketika puluhan anak panah melesat kearahnya, Pedang Nyawa mengutuk dirinya sendiri dalam hati. Seandainya ia tidak ngotot untuk ikut dalam misi penyelamatan Krunch Kingdom mungkin ia tidak akan mendapati masalah yang merepotkan seperti ini.


“Mencoba untuk menghalangiku, jangan harap kau dapat melakukannya” Pedang Nyawa memberikan serangan energi tebasan pedang kearah ketua Cia dan Inso.

__ADS_1


Ketua Cia menarik busurnya, sebuah anak panah keemasan muncul. “Kau masih memiliki pusaka itu walau dirimu telah menjadi Undied, tidak ku sangka pertarungan kali ini akan sedikit merepotkan”


Pedang Nyawa mengaktifkan Defence Sword ketika anak panah ketua Cia melesat kearahnya. Pedang Nyawa terpukul mundur beberapa langkah namun dengan cepat ia kembali melepaskan puluhan energi tebasan pedang.


“Kali ini kau pasti tidak dapat menghindarinya” Pedang Nyawa berlari kearah ketua Cia yang masih sibuk menahan serangan tebasan pedang miliknya.


Dengan pedang besar ditangannya, namun tidak membuat dirinya kesulitan untuk berlari. Setelah cukup dekat, Pedang Nyawa mengaktifkan kekuatan penuh pusaka pedang besar. Ketua Cia kembali terpukul mundur, ia mendapatkan beberapa luka serius namun raut wajahnya tidak menunjukkan rasa sakit.


Pedang Nyawa bermaksud untuk mengakhiri serangan dengan kembali menebas beberapa bagian tubuh ketua Cia. Namun ketika pedang besar miliknya hampir mengenai ketua Cia, sebuah tusukan senjata tombak menghentikan serangannya.


Pedang Nyawa mengumpulkan tenaga dan energi yang tersisa, mencoba untuk berdiri namun rasa sakit yang ia rasakan membuat usahanya sia sia. Melihat peruntungan yang ia miliki, hanya bisa membuat satu serangan.

__ADS_1


Pedang nyawa tahu bahwa walaupun ia dapat berdiri namun ia tidak akan bisa menang melawan mereka berdua. Ia hanya berharap agar kematiannya tidak menjadi awal baginya untuk hidup kembali tanpa adanya rasa seperti Cia dan Inso.


“Cih.. sepertinya kalian telah menang dariku” ia tersenyum kecut pada keduanya, lalu mulai mengaktifkan serangan terakhirnya.


Puluhan pedang energi tercipta di sekitar Pedang Nyawa, kemudian puluhan energi pedang itu menerobos masuk dalam tubuhnya. Lingkaran berwarna putih membentuk bunga mawar keluar dari dalam tubuh Pedang Nyawa.


Seketika tubuh Pedang Nyawa bergerak dan kembali bangkit dengan ledakan energi yang cukup kuat hingga mampu mendorong Cia dan Inso beberapa meter.


“Pedang Mawar Waktu” adalah sebuah jurus yang dikeluarkan oleh Pedang Nyawa, ilmu yang mampu menghidupkan kembali ksatria pendekar pedang selama beberapa saat sesuai dengan waktu jatuhnya kelopak mawar putih.


Ketika dibangkitkan dengan ilmu ini maka kekuatan ksatria bertambah sebab berasal dari puluhan energi pedang tingkat Artefak menyatu dalam tubuh. Pemahaman ilmu pedang yang dimiliki akan naik menjadi kaisar pedang yang membuatnya tak terkalahkan jika melawan prajurit tingkat Matahari dan Galaksi.

__ADS_1


 


 


__ADS_2