
Keesokan harinya, Reynal baru saja mendapat buah yang banyak
dari sebuah toko yang terletak tidak jauh dari menara Latihan. Toko itu
setidaknya memiliki beberapa buah yang layak untuk dimakan dan memilik beberapa
pil Pengobatan.
Tapi ia kemudian mendengar bahwa terdapat pertarungan yang
luar biasa antara 2 ras hari ini di dalam wilayah subur yang mana tidak lain
adalah ras manusia dan Orc. Walau jumlah Orc hampir 2 kali lebih banyak dari
manusia namun sampai saat ini ras Manusia masih menang dalam kekuatan.
“Acara didalam wilayah subur sangat menarik untuk dilihat,
sungguh sayang jika kita tidak melihatnya!” ucap salah satu dari mereka disana.
“Apa yang kau lakukan? Jangan berpikir bahwa para pendekar
dewa yang sombong itu ingin memasukkan kita ke dalam wilayah subur mereka dan
melihat pertarungannya!” seorang wanita dari bangsa Elf ikut memperingatkan.
“Huh, saya ingin tahu bagaimana kabar dari manusia yang
mengundang pertempuran besar ini. Kalau tidak salah ia dipangil wakil Yin!”
“Mau bagaimana lagi? Nasibnya telah ditentukan ketika ia
menyinggung pangeran Lin Ran dengan memukuli adiknya hingga babak belur,
umurnya tidak lagi panjang! Mungkin ia telah mati disebuah pojok gelap oleh
pendekar kuat bawahan pangeran Lin Ran.
Reynal merasa keduanya sedikit tahu dan ia masih memiliki
__ADS_1
beberapa kebingungan kepada mereka sehingga Reynal dengan berani bertanya “Permisi
kawan, apa kalian sibuk?” tanya Reynal
pada sekelompok pendekar disana.
Mendengar ucapan Reynal dan betapa mudahnya dia membuat para
pendekar yang berbicara sebelumnya menatap jijik dirinya. Mereka mengira karena
Reynal memiliki usia yang muda maka kekuatannya juga akan lemah setidaknya
lebih lemah dari mereka sebab itu mereka tidak perlu repot untuk menjawabnya. Bahkan
ada yang tidak menganggap Reynal sama sekali.
Reynal tentu menyadari hal ini, namun ia tidak marah sebaliknya
ia hanya tersenyum dan pergi dari sana. Orang- orang ketika mendapati sesuatu
yang salah pada orang lain akan cepat merasakannya dan bahkan mereka
membicarakannya seolah mereka tidak memiliki sifat tersebut. Namun tanpa sadar,
orang- orang seperti itu.
Namun ia sungguh terkejut ketika ia hampir saja keluar dari
toko, sebuah suara yang merdu dan lembut memanggilnya. Reynal terkejut dan
segera berbalik untuk melihat sumber suara. Dan betapa terkejutnya ia mendapati
suara itu tidak lain adalah Riana yang tengah menatapnya dari salah satu rak
buah.
“Ada apa kau memanggilku? Dan kapan kau keluar dari
Latihan?” tanya Reynal selepas mendekati Riana.
__ADS_1
Tapi pertanyaan Reynal tidak segera dijawab oleh Riana,
alih- alih ia terus memakan buah yang berbentuk semacam kelereng kecil bulat
dengan rasa asam dan manis.
“Huh! Makan saja kerjaannya, apakah ia tidak memakan makanan
yang telah saya siapkan untuknya? Bahkan itu bisa untuknya bertahan hingga 3
bulan. Dan sekarang ia terlihat sangat kelaparan. Reynal sangat kesal hari ini
ia telah 2 kali diabaikan seolah hanyalah hembusan angin yang tak butuh
jawaban. (author alay!)
Reynal tidak tahu jika Riana juga telah menghabiskan seluruh
makanan yang telah ia siapkan habis tidak bersisa. Jika pemuda itu tahu maka
mungkin Reynal akan jatuh terkejut.
Melihat Riana yang masih asik memakan buah membuat Reynal
tidak sabar. Alasan mengapa ia akan keluar dari toko buah itu karena ingin
memastikan hal itu benar terjadi atau tidak. Dan jika sesuatu seperti itu
terjadi maka Reynal dapat memanfaatkan situasi saat itu untuk mengancam
Pangeran Lin Ran untuk bekerja sama.
Ia juga yakin bahkan dengan adanya 5 anggota legenda maka
kemenangan dari bangsa manusia akan terjamin. Reynal merasa Riana masih akan
terus makan alih- alih menjawab pertanyaannya sehingga ia kembali berjalan
keluar meninggalkan wanita bangsa Elf itu sendirian.
__ADS_1
Tapi tepat pada langkah ke 3 Reynal, sang wanita Elf yang
dari awal makan membuka mulutnya dan mulai menjawab pertanyaan dari Reynal.