Dark Game

Dark Game
53


__ADS_3

Keesokan harinya, Reynal baru saja mendapat buah yang banyak


dari sebuah toko yang terletak tidak jauh dari menara Latihan. Toko itu


setidaknya memiliki beberapa buah yang layak untuk dimakan dan memilik beberapa


pil Pengobatan.


Tapi ia kemudian mendengar bahwa terdapat pertarungan yang


luar biasa antara 2 ras hari ini di dalam wilayah subur yang mana tidak lain


adalah ras manusia dan Orc. Walau jumlah Orc hampir 2 kali lebih banyak dari


manusia namun sampai saat ini ras Manusia masih menang dalam kekuatan.


“Acara didalam wilayah subur sangat menarik untuk dilihat,


sungguh sayang jika kita tidak melihatnya!” ucap salah satu dari mereka disana.


“Apa yang kau lakukan? Jangan berpikir bahwa para pendekar


dewa yang sombong itu ingin memasukkan kita ke dalam wilayah subur mereka dan


melihat pertarungannya!” seorang wanita dari bangsa Elf ikut memperingatkan.


“Huh, saya ingin tahu bagaimana kabar dari manusia yang


mengundang pertempuran besar ini. Kalau tidak salah ia dipangil wakil Yin!”


“Mau bagaimana lagi? Nasibnya telah ditentukan ketika ia


menyinggung pangeran Lin Ran dengan memukuli adiknya hingga babak belur,


umurnya tidak lagi panjang! Mungkin ia telah mati disebuah pojok gelap oleh


pendekar kuat bawahan pangeran Lin Ran.


Reynal merasa keduanya sedikit tahu dan ia masih memiliki

__ADS_1


beberapa kebingungan kepada mereka sehingga Reynal dengan berani bertanya “Permisi


kawan,  apa kalian sibuk?” tanya Reynal


pada sekelompok pendekar disana.


Mendengar ucapan Reynal dan betapa mudahnya dia membuat para


pendekar yang berbicara sebelumnya menatap jijik dirinya. Mereka mengira karena


Reynal memiliki usia yang muda maka kekuatannya juga akan lemah setidaknya


lebih lemah dari mereka sebab itu mereka tidak perlu repot untuk menjawabnya. Bahkan


ada yang tidak menganggap Reynal sama sekali.


Reynal tentu menyadari hal ini, namun ia tidak marah sebaliknya


ia hanya tersenyum dan pergi dari sana. Orang- orang ketika mendapati sesuatu


yang salah pada orang lain akan cepat merasakannya dan bahkan mereka


membicarakannya seolah mereka tidak memiliki sifat tersebut. Namun tanpa sadar,


orang- orang seperti itu.


Namun ia sungguh terkejut ketika ia hampir saja keluar dari


toko, sebuah suara yang merdu dan lembut memanggilnya. Reynal terkejut dan


segera berbalik untuk melihat sumber suara. Dan betapa terkejutnya ia mendapati


suara itu tidak lain adalah Riana yang tengah menatapnya dari salah satu rak


buah.


“Ada apa kau memanggilku? Dan kapan kau keluar dari


Latihan?” tanya Reynal selepas mendekati Riana.

__ADS_1


Tapi pertanyaan Reynal tidak segera dijawab oleh Riana,


alih- alih ia terus memakan buah yang berbentuk semacam kelereng kecil bulat


dengan rasa asam dan manis.


“Huh! Makan saja kerjaannya, apakah ia tidak memakan makanan


yang telah saya siapkan untuknya? Bahkan itu bisa untuknya bertahan hingga 3


bulan. Dan sekarang ia terlihat sangat kelaparan. Reynal sangat kesal hari ini


ia telah 2 kali diabaikan seolah hanyalah hembusan angin yang tak butuh


jawaban. (author alay!)


Reynal tidak tahu jika Riana juga telah menghabiskan seluruh


makanan yang telah ia siapkan habis tidak bersisa. Jika pemuda itu tahu maka


mungkin Reynal akan jatuh terkejut.


Melihat Riana yang masih asik memakan buah membuat Reynal


tidak sabar. Alasan mengapa ia akan keluar dari toko buah itu karena ingin


memastikan hal itu benar terjadi atau tidak. Dan jika sesuatu seperti itu


terjadi maka Reynal dapat memanfaatkan situasi saat itu untuk mengancam


Pangeran Lin Ran untuk bekerja sama.


Ia juga yakin bahkan dengan adanya 5 anggota legenda maka


kemenangan dari bangsa manusia akan terjamin. Reynal merasa Riana masih akan


terus makan alih- alih menjawab pertanyaannya sehingga ia kembali berjalan


keluar meninggalkan wanita bangsa Elf itu sendirian.

__ADS_1


Tapi tepat pada langkah ke 3 Reynal, sang wanita Elf yang


dari awal makan membuka mulutnya dan mulai menjawab pertanyaan dari Reynal.


__ADS_2