
Secara alami kedua kerajaan yang dimaksudkan oleh Reynal
adalah Night Kingdom dan Horsox Multie. Keduanya saat ini telah membentuk faksi
yang berbeda, misalkan saja Night Kingdom yang kini telah bersatu dengan
beberapa guild besar dengan bantuan Hell Memoth. Sedangkan kerajaan Horsox
Multie telah bersatu dengan Akademi Beladiri yang merupakan akarnya.
Secara tidak langsung hal itu juga menimbulkan beberapa
guild besar yang berlokasi pada Horsox Multie juga mendukung Akademi Beladiri. Mereka
tidak lain adalah White Lotus, Mutiara Putih, dan organisasi pendekar pedang. Ada
pula guild yang berlokasi di luar kerajaan yang telah menyatakan bergabung
dengan Akademi Beladiri seperti guild Asasint Bermuda.
Walau begitu faksi dari Horsox Multie dan Akademi Beladiri
masih cenderung lemah dibandingkan dengan kekaisaran dan Night Kingdom. Sebab
itu ketua Remi secara terpaksa mengirimkan 90% kekuatan penuh dari Akademi
Beladiri untuk menjadi pilar pendukung Horsox Multie.
Ini termasuk dengan sepuluh legenda, tetua Parsi dan
beberapa tetua tinggi lainnya. Dengan begitu kesenjangan kekuatan yang lebar
akan semakin menutup antara ketiganya.
Reynal telah mengetahui hal ini dengan analisisnya yang
kuat. Walau ketua Remi tidak menyebutkannya namun ia mengetahui ketua Remi dan
keputusannya dengan baik. Sebab itu ia berharap selain dapat memusnahkan
pangkalan dari guild Mata Angin, pasukan Reynal juga semakin bertambah kuat.
“Yang perlu diperhatikan saat ini adalah setelah
menyelesaikan krisis Mata Angin, saya harus mengamati tindakan kekaisaran
selanjutnya.”
Reynal juga merasa perlu untuk berhubungan dengan salah satu
kenalannya dari pihak kekaisaran, pangeran Alex. Menurutnya dengan sikap dan
karakter pangeran Alex tentu ia tidak akan menyetujui rencana pihak kekaisaran.
“Ketua, lebih baik kalian menyerang sekarang atau tidak sama
sekali!” tegas Reynal, ia telah kembali mendapatkan informasi dari kesepuluh
__ADS_1
anak bawahannya bahwa pendekar dewa lapisan 4 yang ia waspadai kini telah
bergerak memperbaiki situasi. Akan gawat jika mereka berhasil kembali
mengamankan situasi.
Ketua Remi dan tetua Fengtian jelas merasakan kekesalan dari
Reynal. Mereka berdua merasa pantas untuk mendapatkan itu karena ketidak
tegasan mereka untuk mengambil keputusan. Sebab itulah ketua Remi dengan segera
mengangguk patuh dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang dengan serangan
jarak jauh.
Lebih dari tiga puluh pendekar yang mampu mengeluarkan
serangan jarak jauh pada posisi Akademi Beladiri. Sementara yang lainnya tidak
dapat disalahkan karena mereka hanyalah pendekar spesialisasi jarak dekat.
Reynal berniat untuk ikut bagian dari posisi, namun karena
ia telah berhasil menjalankan rencana untuk menjadi tetua terhormat dari guild
Raja Nirwana dengan bantuan Embert membuatnya harus menjalani penyamaran
nantinya.
dibunuh untuk meyakinkan guild Raja Nirwana dan Halu King. Sebab itu dalam
peperangan kali ini ia akan memberikan seluruh pasukan Undied miliknya terlihat
seperti prajurit biasa. Ia juga akan memakai topeng penyamaran ketika
bertempur.
Dalam hal ini Reynal memutuskan untuk menggunakan rencana
yang cermat dan teliti, sebab tujuan utamanya akan segera terwujud. Ia tentu
tidak ingin jika rencananya gagal akibat terdapat satu kesalahan kecil pada
sebuah detail penting.
Karena serangan yang diluncurkan oleh Akademi Beladiri dalam
jumlah yang lumayan membuat pertahanan sementara dari pangkalan guild Mata
Angin menjadi rusak dan dibobolkan dengan mudah. Ketua Remi segera
memerintahkan para pasukan jarak dekat untuk maju menyerang bersama dengan
pasukan jarak jauh memberikan dukungan.
Secara otomatis ketua Remi akan menjadi pemegang kendali
__ADS_1
penuh pasukan, ia dapat dengan mudah untuk maju dalam pasukan jarak dekat
ataupun mundur memberikan dukungan menjadi pasukan jarak jauh.
Begitupula dengan tetua Fengtian yang secara otomatis
ditunjuk sebagai jendral pertahanan terakhir Akademi Beladiri kota Air Biru. Namun
karena kekuatannya sebagai pendekar jarak dekat membuat dirinya lebih suka
menempati posisi dengan pasukan jarak dekat lainnya.
Pasukan Akademi dengan semangat maju menerobos pangkalan
guild Mata Angin yang tidak siap, mereka secara brutal membalaskan dendam dan
menumbangkan satu persatu penjaga yang terdapat disana dengan mudahnya.
Disisi lain, tetua He Siu telah keluar dari kediamannya
ketika mendengar keributan. Ia melangkah dengan sikap sombong yang berlebih dan
menuju aula pangkalan untuk bertemu dengan yang lainnya.
Namun tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya bahwa
hari ini adalah hari terakhir untuk dirinya bertingkah sombong. Di dalam aula
pangkalan terlihat beberapa sosok yang tidak lebih dari sepuluh tokoh berdiri
dengan wajah cemas, sebagian bahkan terlihat pucat dan tidak sehat.
Tetua Siu mengetahui keempat tetua yang berdiri paling depan
yang terlihat memimpin. Mereka tidak lain adalah empat pendekar dewa lainnya
yang memiliki posisi yang cukup tinggi dalam guild Mata Angin. Sebab itu wajar
bagi tetua Siu mengenali mereka berempat, namun untuk keenam sisanya mereka
sama sekali tidak terlihat untuk tetua Siu.
Ini mungkin dikarenakan karena ia tidak pernah memandang
seorang pendekar yang bahkan belum memasuki kekuatan dewa atau mereka yang
tersisa memang telah menjaga pribadi rendah selama ini.
“Ada apa kalian?” tetua Siu menanyakan ketika ia melihat
sesuatu yang tidak beres dihadapannya.
~~
Buat kalian yang suka novel dengan cerita Martial dan kultivator bisa coba untuk membaca salah satu novel baru author. Judulnya To Be Celestial'S Emperor, yang dijamin seru deh pokoknya. Gaya penulisannya juga udah beda dengan Dark Game lengkap dengan masalah- masalah yang lebih konkret dan plot yang lebih seru...
Untuk kalian, jangan khawatir untuk masalah jadwal updatenya sebab hampir bersamaan kok dengan Dark Game yaitu pas tengah malam...
__ADS_1