Dark Game

Dark Game
328


__ADS_3

Secara alami kedua kerajaan yang dimaksudkan oleh Reynal


adalah Night Kingdom dan Horsox Multie. Keduanya saat ini telah membentuk faksi


yang berbeda, misalkan saja Night Kingdom yang kini telah bersatu dengan


beberapa guild besar dengan bantuan Hell Memoth. Sedangkan kerajaan Horsox


Multie telah bersatu dengan Akademi Beladiri yang merupakan akarnya.


Secara tidak langsung hal itu juga menimbulkan beberapa


guild besar yang berlokasi pada Horsox Multie juga mendukung Akademi Beladiri. Mereka


tidak lain adalah White Lotus, Mutiara Putih, dan organisasi pendekar pedang. Ada


pula guild yang berlokasi di luar kerajaan yang telah menyatakan bergabung


dengan Akademi Beladiri seperti guild Asasint Bermuda.


Walau begitu faksi dari Horsox Multie dan Akademi Beladiri


masih cenderung lemah dibandingkan dengan kekaisaran dan Night Kingdom. Sebab


itu ketua Remi secara terpaksa mengirimkan 90% kekuatan penuh dari Akademi


Beladiri untuk menjadi pilar pendukung Horsox Multie.


Ini termasuk dengan sepuluh legenda, tetua Parsi dan


beberapa tetua tinggi lainnya. Dengan begitu kesenjangan kekuatan yang lebar


akan semakin menutup antara ketiganya.


Reynal telah mengetahui hal ini dengan analisisnya yang


kuat. Walau ketua Remi tidak menyebutkannya namun ia mengetahui ketua Remi dan


keputusannya dengan baik. Sebab itu ia berharap selain dapat memusnahkan


pangkalan dari guild Mata Angin, pasukan Reynal juga semakin bertambah kuat.


“Yang perlu diperhatikan saat ini adalah setelah


menyelesaikan krisis Mata Angin, saya harus mengamati tindakan kekaisaran


selanjutnya.”


Reynal juga merasa perlu untuk berhubungan dengan salah satu


kenalannya dari pihak kekaisaran, pangeran Alex. Menurutnya dengan sikap dan


karakter pangeran Alex tentu ia tidak akan menyetujui rencana pihak kekaisaran.


“Ketua, lebih baik kalian menyerang sekarang atau tidak sama


sekali!” tegas Reynal, ia telah kembali mendapatkan informasi dari kesepuluh

__ADS_1


anak bawahannya bahwa pendekar dewa lapisan 4 yang ia waspadai kini telah


bergerak memperbaiki situasi. Akan gawat jika mereka berhasil kembali


mengamankan situasi.


Ketua Remi dan tetua Fengtian jelas merasakan kekesalan dari


Reynal. Mereka berdua merasa pantas untuk mendapatkan itu karena ketidak


tegasan mereka untuk mengambil keputusan. Sebab itulah ketua Remi dengan segera


mengangguk patuh dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang dengan serangan


jarak jauh.


Lebih dari tiga puluh pendekar yang mampu mengeluarkan


serangan jarak jauh pada posisi Akademi Beladiri. Sementara yang lainnya tidak


dapat disalahkan karena mereka hanyalah pendekar spesialisasi jarak dekat.


Reynal berniat untuk ikut bagian dari posisi, namun karena


ia telah berhasil menjalankan rencana untuk menjadi tetua terhormat dari guild


Raja Nirwana dengan bantuan Embert membuatnya harus menjalani penyamaran


nantinya.


dibunuh untuk meyakinkan guild Raja Nirwana dan Halu King. Sebab itu dalam


peperangan kali ini ia akan memberikan seluruh pasukan Undied miliknya terlihat


seperti prajurit biasa. Ia juga akan memakai topeng penyamaran ketika


bertempur.


Dalam hal ini Reynal memutuskan untuk menggunakan rencana


yang cermat dan teliti, sebab tujuan utamanya akan segera terwujud. Ia tentu


tidak ingin jika rencananya gagal akibat terdapat satu kesalahan kecil pada


sebuah detail penting.


Karena serangan yang diluncurkan oleh Akademi Beladiri dalam


jumlah yang lumayan membuat pertahanan sementara dari pangkalan guild Mata


Angin menjadi rusak dan dibobolkan dengan mudah. Ketua Remi segera


memerintahkan para pasukan jarak dekat untuk maju menyerang bersama dengan


pasukan jarak jauh memberikan dukungan.


Secara otomatis ketua Remi akan menjadi pemegang kendali

__ADS_1


penuh pasukan, ia dapat dengan mudah untuk maju dalam pasukan jarak dekat


ataupun mundur memberikan dukungan menjadi pasukan jarak jauh.


Begitupula dengan tetua Fengtian yang secara otomatis


ditunjuk sebagai jendral pertahanan terakhir Akademi Beladiri kota Air Biru. Namun


karena kekuatannya sebagai pendekar jarak dekat membuat dirinya lebih suka


menempati posisi dengan pasukan jarak dekat lainnya.


Pasukan Akademi dengan semangat maju menerobos pangkalan


guild Mata Angin yang tidak siap, mereka secara brutal membalaskan dendam dan


menumbangkan satu persatu penjaga yang terdapat disana dengan mudahnya.


Disisi lain, tetua He Siu telah keluar dari kediamannya


ketika mendengar keributan. Ia melangkah dengan sikap sombong yang berlebih dan


menuju aula pangkalan untuk bertemu dengan yang lainnya.


Namun tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya bahwa


hari ini adalah hari terakhir untuk dirinya bertingkah sombong. Di dalam aula


pangkalan terlihat beberapa sosok yang tidak lebih dari sepuluh tokoh berdiri


dengan wajah cemas, sebagian bahkan terlihat pucat dan tidak sehat.


Tetua Siu mengetahui keempat tetua yang berdiri paling depan


yang terlihat memimpin. Mereka tidak lain adalah empat pendekar dewa lainnya


yang memiliki posisi yang cukup tinggi dalam guild Mata Angin. Sebab itu wajar


bagi tetua Siu mengenali mereka berempat, namun untuk keenam sisanya mereka


sama sekali tidak terlihat untuk tetua Siu.


Ini mungkin dikarenakan karena ia tidak pernah memandang


seorang pendekar yang bahkan belum memasuki kekuatan dewa atau mereka yang


tersisa memang telah menjaga pribadi rendah selama ini.


“Ada apa kalian?” tetua Siu menanyakan ketika ia melihat


sesuatu yang tidak beres dihadapannya.


~~


Buat kalian yang suka novel dengan cerita Martial dan kultivator bisa coba untuk membaca salah satu novel baru author. Judulnya To Be Celestial'S Emperor, yang dijamin seru deh pokoknya. Gaya penulisannya juga udah beda dengan Dark Game lengkap dengan masalah- masalah yang lebih konkret dan plot yang lebih seru... 


Untuk kalian, jangan khawatir untuk masalah jadwal updatenya sebab hampir bersamaan kok dengan Dark Game yaitu pas tengah malam... 

__ADS_1


__ADS_2