Dark Game

Dark Game
391


__ADS_3

Tiga pemimpin agung tengah menjalani misi langsung dari


kuasa Mutlak Black Dangger di wilayah bukit racun tempat utama guild Seribu


Racun berada. Selama waktu yang tenang ini bagi guild Seribu Racun dapat


meningkat dengan pesat.


Setidaknya mereka kini memiliki 3 pendekar dewa yang hebat,


sebab itu kuasa mutlak Black Dangger ingin guild tersebut menjadi bawahannya. Selain


mendapatkan sumber daya dari Hell Memoth, status dan kekuatan dimasa depan bagi


Seribu Racun tidak diragukan lagi akan meningkat sebab itu ketua guild Seribu


Racun segera menyetujui permintaan kuasa mutlak Black Dangger.


Ketua guild Seribu Racun, Blue Scorpio sangat senang, ia


menjamu ketiganya selama beberapa hari sambil membahas masalah ini lebih lanjut


dengan dua wakilnya, Xie dan Gilbert. Keduanya juga seorang pendekar dewa yang


ahli dalam racun.


“Tuan, apakah anda tidak ingin tinggal lebih lama di guild


Seribu Racun ku ini?” Walau kekuatannya lebih kuat dibandingkan para pemimpin


agung namun nyatanya BlueScorpio sangat sopan pada ketiganya.


Tiga pemimpin agung yang awalnya terpaksa kini merasa tidak


rela meninggalkan guild Seribu Racun sebab selama beberapa hari ini mereka


diberi jamuan layaknya seorang raja.


“Ketua, kami harus melaporkan masalah ini lebih dulu dengan


kuasa mutlak, jika telah selesai saya janji akan sering mengunjungi anda dan


guild Seribu Racun”

__ADS_1


Ketika ketiganya ingin pamit, Reynal telah sampai di guild


Seribu Racun tepatnya dua hari sebelumnya. Reynal dengan mudah menyamar menjadi


anggota guild Seribu Racun sebab keahlian utama yang ia kuasai sempurna adalah


racun membuatnya memiliki nilai plus dalam menyamar disana.


“Jika saya menyerangnya disini maka guild Seribu Racun akan


membantu mereka. Walau hanya memiliki 3 pendekar dewa namun mereka semua adalah


ahli racun yang hebat dan tidak bisa dianggap remeh! Apalagi dengan Gilbert


yang juga menguasai jurus bayangan yang merepotkan!”


Reynal mengingat ketika dirinya sedang diburu oleh guild


Seribu Racun. Tetua Gilbert dan tetua Xie yang kini menjadi wakil ketua guild


ikut menyerangnya sehingga Reynal mengenali jurus dan kekuatan mereka.


“Baiklah, sudah diputuskan untuk menyerang mereka ketika


Tidak lama menunggu, ketiganya meninggalkan Seribu Racun


dengan terburu- buru. Walau sebelumnya telah mengirimkan token giok ingatan


pada Black Dangger tentang keputusan Seribu Racun namun mereka sangat khawatir


jika kuasa mutlak tidak puas dengan sikap mereka yang terlalu lama bersantai di


dalam guild Seribu Racun.


Di tengah perjalanan, salah seorang pemimpin agung yang


masih terlihat sangat muda berkata, “Apakah kalian sudah mendengar nasib dari


Ling Yao dan lainnya?”


Seorang menjawab “Tidak! sepertinya rumor tentang Akademi


Beladiri memburu kita para pemimpin agung benar, kita harus segera kembali ke

__ADS_1


altar Hell Memoth sebelum pembunuh itu menemukan kita”


“Itu benar, Ling Yao dan lainnya lebih kuat daripada kita


tidak bisa mengatasinya apalagi kita!” Seru ketiganya.


Mereka menjadi panik dan mulai terbang dengan kecepatan


tinggi. Namun apa yang tidak mereka sadari adalah mereka terbang lebih cepat


menuju perangkap yang disiapkan oleh Reynal.


Reynal disisi lain telah mengeluarkan undied Ling Yao


bersama 3 lainnya untuk memancing ketiganya. Sedangkan 10 undied dewa telah


siap dalam posisi penyerangan.


Para pembaca pasti telah mengenal karakter dari tokoh utama,


ia pastinya akan mendapatkan kemenangan dan kembali membunuh 3 pendekar dewa


miliki Hell memoth. Namun sepertinya tokoh utama tidak puas hingga ia


membangkitkan ketiganya dan mulai memburu Dillon.


Malaikat Suci Dillon adalah salah satu mantan dari malaikat


suci sebelumnya yang memiliki kekuatan terlemah. Meski begitu, ia memiliki


julukan sebagai Pendekar Petir 5 Jari.


Julukannya ini di dapatkan berdasarkan dengan jurusnya yang


unik. Ia menggunakan 5 jari tangan kanan untuk membunuh musuhnya, (sama seperti


jurus Raikage dalam serial Manga Naruto Shippuden)


Semakin sedikit jumlah jarinya maka semakin besar pula


serangan yang dihasilkan. Dilon telah banyak membunuh dengan jurusnya yang kejam


ini. Setidaknya belum seorangpun yang ia hadapi dapat menerima serangan 3 jari

__ADS_1


dan berhasil hidup dengan selamat.


__ADS_2