
“Sampai matipun saya
tidak pernah menghianati Akademi Beladiri! Kau camkan itu!” Qin Feng meludah
tepat di wajah Halu King. Ia tahu akan mati hari ini sebab itu ia berusaha
untuk menghina dan merendahkan musuhnya.
Halu King yang
memiliki ego dan harga diri tinggi tidak terima dengan perlakukan Qin Feng. “Saya
berbicara baik- baik denganmu tapi sepertinya kau sangat keras kepala!” Halu
King melirik 4 pendekar lainnya. “Bunuh dia!”
Halu King memberikan
tendangan pada Qin Feng. Tendangannya tidak keras namun juga tidak lemah
diarahkan tepat di bagian perut Qin Feng membuat tetua utama Akademi itu
memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Berbeda dengan Halu
King, 3 tetua guild Black Undied mengendalikan 3 undied mereka pada tingkat
semest. Mereka menyerang Qin Feng melalui perantara undiednya. Tetua Qin Feng
merupakan pendekar dewa sehingga di serang oleh 3 pendekar Semesta tidak akan
cukup memberikan kematian padanya.
Salah satu undied
mengiris- iri wajah Qin Feng menggunakan pisau kecil, sedangkan yang lainnya
menggunakan pedang memotong telapak tangan bagian kiri tetua Qin Feng. Dan
undied yang terakhir memegang paku sedang menusuk- nusuk telapak kaki tetua Qin
Feng.
Ketiga tetua guild
Black Undied menyiksa Qin Feng dengan sangat sadis. Namun tetap saja mereka
semakin kesal sebab Qin Feng dari awal tidak pernah menunjukkan rasa sakit
ataupun sekedar mengerang kesakitan. Ini membuat mereka sangat jengkel dan
terus menyiksa.
Baru saja Gressham
ingin mengayunkan pedangnya namun sebuah sinar berwarna hijau tepat mengenai
dadanya membuat Gressham terpental mundur dan menderita pendarahan hebat di
__ADS_1
dadanya.
Halu King dan tiga
lainnya refleks berbalik kea rah datangnya sinar tersebut. Jelas mereka tidak
akan menduga akan ada serangan dari Akademi. Mereka kemudian melihat seorang
Pria tua dan seorang pria paruh baya melayang menatap mereka dengan tatapan
yang tajam. Halu King segera mengajak mereka untuk segera mundur karena
menyadari ada sesuatu yang berbahaya dengan 2 anggota Akademi tersebut. Sesuatu
yang mengatakan bahwa keduanya sanggup membunuh dirinya dalam sekali serang.
Black Dangger terkejut
ketika merasakan aura dari keduanya. Ia dapat merasakan satu memiliki aura
layaknya seorang penyihir agung sedangkan yang lainnya memiliki aura setajam
pedang.
Adapun Qin Feng kini
menangis Bahagia melihat ada yang datang membantunya tepat waktu. Qin Feng
mengenal keduanya yang tidak lain adalah Draco sang penyihir agung dan Albert
pemilik pedang tuhan. Keduanya adalah legenda yang selama ini disebunyikan oleh
Akademi Beladiri.
mereka semua lalu tatapannya sampai pada Qin Feng yang terbaring lemah tidak
berdaya di tanah. Ia tersenyum kecil lalu dari tongkatnya keluar cahaya hijau
yang terang. Cahaya itu menuju Qin Feng dan tanpa diduga cahaya itu mulai
membungkus Qin Feng.
Tak lama sebelum Qin
Feng keluar dari bungkusan cahaya hijau dengan tubuh yang kembali sehat tanpa
cedera serta dipenuhi dengan energi yang meluap- luap.
Black Dangger dan
sekutu Hell Memoth dibuat kagum melihat kejadian tersebut. Mereka melihat
sendiri sebelumnya jika tetua Qin Feng dalam kondisi yang begitu mengenaskan
kini telah berdiri dengan gagah tanpa satupun bekas luka diwajah dan kakinya.
Bahkan telapak tangan kirinya juga telah kembali.
“Tuan Black Dangger,
__ADS_1
sepertinya pria itu berbahaya!” ucap Gressham sambil memegangi dadanya yang
berdarah.
Black Dangger sendiri
tidak membalas ucapan Gressham, ia masih sibuk mengamati dan berusaha
memastikan kekuatan 2 orang itu tidak lebih kuat darinya.
Tetua Qin Feng segera
berlutut di depan keduanya. “Dua legenda, terimakasih karena telah menolong
saya yang lemah ini!”
Sebenarnya saat ini
Qin Feng sangat malu menatap dua legenda. Pasalnya ia masih hidup sampai detik
ini karena di tolong oleh Legenda Draco. “Saya terlalu lemah dan mengecewakan
legenda sekalian” ucap Qin Feng masih dalam posisi berlutut.
Draco dengan lambaian
tangannya pelan menciptakan angin lembut menyapu tubuh Qin Feng. Angin itu
membuat tubuh Qin Feng berdiri. “Legenda saya merasa tidak pantas untuk menjadi
tetua utama. Setelah ini saya akan mundur dari posisi tetua untuk menebus
kesalahan saya hari ini!”
“Kau tidak perlu malu ataupun
merasa bersalah seperti itu! Saya telah melihat tekad dan pengorbananmu untuk
Akademi Beladiri. Kau layak menjadi tetua utama Akademi Beladiri Qin Feng.”Draco
berkata sambil tersenyum tipis. Wajahnya yang sedikit kriput tidak menghalangi
orang lain melihat wajahnya yang terlihat ramah dan penuh kebajikan.
Qin Feng mendengarnya
menjadi sangat terharu. Ia jelas merasakan legenda Draco sangat menghargainya. “Legenda
saya berjanji akan mengurus masalah ini! Energi saya telah pulih, saya dapat
mengembalikan formasi yang hancur ini! Kedua legenda dapat berdiri dengan
nyaman, saya bisa mengurusnya sendiri!”
“Tidak! Formasi tidak
dibutuhkan untuk saat ini!” Draco kemudian mengalihkan pandangannya pda Black
Dangger lalu tersenyum lebar “Biarkan mereka menyerang! Kebetulan saya ingin
__ADS_1
menguji kekuatan sebenarnya dari Hell Memoth yang suka menindas ini!”