Dark Game

Dark Game
203. Serangan Malam Hari


__ADS_3

Semalaman penuh lima pendekar Semesta dari guild Raja Nirwana menderita sakit dan gatal pada seluruh bagian tubuh mereka. Tetua Wei juga termasuk, selain menderita gatal, serbuk racun yang diberikan oleh Xie nyatanya dapat mengurangi kekuatan pendekar Wei dan yang lainnya.


Tetua Wei menemui Xie, ia menanyakan penyebab penyakit yang dideritanya itu “ Tetua Xie, apa kau dapat meredakan rasa sakit ini?”


“Tetua Wei, aku meminta maaf padamu sebelumnya sebab kami melupakan sesuatu sebelum mengambil jahe Beracun, racun langit itu telah lebih dulu menyebar melalui udara sehingga mungkin para anggota mu yang lain juga ikut terkena racun langit Jahe Beracun. Tapi tetua Wei tidak usah khawatir, biasanya racun ini akan menghilang setelah pagi hari.” Tetua Xie sulit menahan tawa dihadapan tetua Wei. tetua guild Raja Nirwana itu terlihat sangat menderita.


“Tapi racun ini sepertinya hanya menyerang kami saja, kalian dari guild Seribu Racun seperti tidak terkena racun ini sama sekali.” Tandas tetua Wei


“Tetua Wei mungkin belum mengetahui kalau setiap anggota guild Seribu Racun memiliki kekebalan terhadap racun seperti itu. Itu sebabnya kami tidak merasakan efeknya seperti tetua Wei dan yang lainnya” kilah tetua Xie.


“Meski begitu, racun ini sepertinya terus menekan energi dan kekuatanku. Aku merasa kekuatanku terus menurun” tetua Xie ingin menjawab perkataan tetua Wei namun terhenti akibat mendengar sebuah teriakan.


“Apa yang terjadi” tetua Wei nampak kebingungan, ia mengetahui asal suara itu berasal dari salah satu anggota guild Raja Nirwana yang ikut bersamanya.

__ADS_1


“Aku tidak tahu, tapi itu seperti sesuatu yang buruk.” Usai berkata seperti itu tetua Xie segera berlari menuju sumber teriakan, diikuti oleh tetua Wei.


Sesampainya mereka disana, pemandangan yang mengerikan sedang terpampang jelas dihadapan mereka. Dua pendekar semesta bawahan tetua Wei tewas dengan kepala terpisah dari tubuh mereka. Para pendekar lainnya juga turut berdatangan, termasuk tetua Gilbert dan Tenggu.


Karena keadaan gelap, ditambah suasana dari Lembah Neraka yang cukup mengerikan pada malam hari membuat kejadian itu cukup menakutkan. Tetua Xie segera mendekat kearah dua pendekar yang telah meregang nyawa tersebut, darah kental cukup deras mengalir dari kedua mayat tersebut menandakan kematian mereka baru saja terjadi.


Tetua Gilbert menanyakan kejadian tersebut pada tetua Xie dan Wei yang lebih dulu sampai disana. “Tetua Xie, tetua Wei, apa yang sebenarnya terjadi disini? Mengapa terdapat dua pendekar tewas seperti ini?”


Tetua Xie tidak menjawab, ia juga tidak mengetahui hal tersebut. Tetua Xie hanya menggeleng pelan pada Gilbert menandakan bahwa ia juga tidak mengetahuinya. Tetua Gilbert mengangguk pelan, ia mulai menerawang disekelilingnya yang hitam pekat. Sinar bulan tidak mampu menyinari mereka membuatnya semakin waspada.


“Tetua Wei, apa kau tidak keberatan untuk memerintahkan anggotamu yang lain untuk tetap waspada. Aku tahu kau dan anggotamu bisa menahan rasa sakit yang ada ditubuhmu untuk sementara waktu” minta tetua Xie, permintaan itu dituruti begitu saja oleh tetua Wei. Ketiga anggota guild Raja Nirwana yang lainnya juga mulai waspada.


“Groooaaam”

__ADS_1


Semacam raungan serigala mengagetkan mereka semua. Auman serigala itu cukup keras namun itu belum membuat para pendekar tingkat semesta itu melangkah mundur.


“Serigala Merah, Sial. Kenapa kita bertemu mereka pada malam hari.” Kini tetua Xie telah mengetahui sosok monster yang telah menyerang kedua pendekar semesta guild Raja Nirwana.


“Kekuatan mereka setara dengan pendekar Semesta lapisan tiga namun akan meningkat tiga kali lipat ketika malam hari membuat kekuatannya cukup untuk membuat pendekar Semesta lapisan lima kewalahan.” Lanjut tetua Xie.


“Apa yang kalian takuti? Aku saat ini dapat mengalahkannya dengan mudah” tetua Wei telah selesai menghentikan peredaran racunnya untuk sementara namun kekuatannya saat ini telah jauh melemah walau masih berada pada Semesta lapisan lima.


Ia melangkah maju sendirian didepan sambil mengeluarkan energi dan tenaga dalam jumlah yang besar, bermaksud untuk menakuti monster Serigala Merah.


“Tetua Wei tidak mengetahuinya dengan baik. Seluruh monster yang hidup dan menjadi penjaga Lembah Neraka sama sekali tidak dapat dipandang remeh. Walau kekuatannya jauh lebih rendah namun belum tentu kita dapat mengalahkannya.”


Tetua Xie mulai menjelaskan bahwa monster dalam Lembah Neraka seluruhnya memiliki kekuatan untuk mengeluarkan racun tingkat Bumi bahkan beberapa tingkat Langit. Selain itu tubuh mereka kebal terhadapa beberapa jenis racun membuat serangan racun terhadap mereka tidaklah cukup berpengaruh.

__ADS_1


“Dan yang lebih buruk mereka hidup berkelompok. Aku yakin bukan hanya satu monster disekitar sini.” Penjelasan dari tetua Xie membuat tetua Wei kembali melangkah mundur. Ia tidak cukup bodoh ingin mengorbankan nyawanya.


__ADS_2