Dark Game

Dark Game
42. Perlawanan Gara bagian 2


__ADS_3

Ketua Cia segera melepaskan bidikannya pada Gara, sebuah anak panah segera melesat dengan begitu cepat. Tak heran jika ketua Cia menjadi salah satu pemanah terbaik yang pernah ada, walaupun ia hanya sekali lihat dalam membidik namun panahnya selalu tepat sasaran.


Gara masih berdiri tanpa melakukan apapun, ketua Cia tertawa mengira Gara pasrah dengan serangannya. Diluar dugaan, anak panah itu berbalik memutar ketika hampir menyentuh pakaiannya.


Ketua Cia kembali melepaskan anak panahnya untuk menahan, ia sangat terkejut sebab anak panahnya berbalik arah.


“Apa yang kau lakukan?” Ketua Inso kini melangkah maju, menurutnya pengelana miskin dihadapannya ini memiliki ilmu yang hebat.


“Seperti yang kalian lihat, aku tidak melakukan apapun”


“Itu tidak mungkin, kau pasti yang melakukannya. Sepertinya kau memiliki sesuatu yang dapat diandalkan, walau begitu hari ini tetap akan menjadi kematianmu” Ketua Inso berlari menyerang Gara, dengan senjata tombak ditangannya.


“Summoner: Monster Batu” tiba tiba ratusan monster batu berkekuatan tingkat Bulan lapisan sepuluh lalu menyerang Inso dengan ganas.

__ADS_1


Ketua Cia tidak tinggal diam, ia melepaskan panahnya kelangit dan seketika ratusan anak panah berjatuhan. Serangan tingkat lapisan bintang tentu tidak dapat membuat luka yang cukup serius pada ratusan monster batu.


Ia kembali melepaskan anak panahnya, ia menambahkan kekuatannya menjadi bulan lapisan tujuh. Beberapa monster batu terkena serangan namun kembali lagi tidak berefek besar.


“Elemental: Rain Earth” Gara melepaskan serangan elemen tingkat bulan lapisan akhir, hujan batu besar mengarah pada ketua Cia dan pasukannya.


“Gawat, kalian berpencar serangannya berada jauh dari kekuatan kalian” ketua Cia memperingatkan pasukannya untuk berpencar menghindari serangan hujan batu sementara ia sibuk untuk melepaskan panahnya menahan batu yang jatuh diatasnya.


“Inso, tahanlah monster batu, saya akan menggunakan senjata ini untuk mengalahkan pengelana tak tahu diri itu” ucap Ketua Cia tidak sabar, ia melihat sebagian besar pasukannya tewas oleh satu serangan. Ia nampak kelelahan akibat menahan ratusan batu sendirian, energinya juga telah terpakai separuh.


“Panah Magis” busur ketua Cia mulai berubah,warna putih berubah menjadi warna hitam dengan corak keunguan.


“Senjata tingkat Roh? Ternyata kau memiliki senjata yang bagus. Nampaknya aku tidak akan lagi bermain main dengan kalian, aku tertarik pada senjatamu itu” Gara mengeluarkan sepuluh lembar kertas berwarna merah, kertas itu tidak lain adalah kertas jimat serangan tingkat Matahari Awal.

__ADS_1


Ratusan monster batu miliknya menghilang, ia sengaja menarik kembali monster panggilannya sebab ingin memusnahkan ketua Inso dan Cia dalam sekali serang.


“Aku berpikir akan membunuh kalian dalam 3 serangan namun sepertinya kalian tidak akan bertahan dengan seranganku berikutnya” Gara mengaktifkan sepuluh kertas jimat dan membuat ledakan besar terjadi.


Ketua Inso dan Cia tidak mampu menahan serangan Gara, mereka berdua terpental jauh sebelum akhirnya tewas bersama dengan sebagian besar pasukannya.


Tersisa dua pertiga pasukan yang masih bertahan, sebuah energi sihir transparan melindungi mereka. Ditengah pasukan terdapat sebuah tandu yang cukup megah, dari dalam terpancar energi sihir yang kuat.


“Sepertinya aku melewatkan sesuatu” seorang pemuda berusia 30 tahunan berjalan keluar dari dalam tandu. Pemuda itu memancarkan energi sihir yang besar menyamai ksatria hebat tingkat Semesta Awal.


“Akhirnya kau keluar juga, aku telah lama menunggumu” ucap Gara dengan tatapan dingin.


 

__ADS_1


 


__ADS_2