Dark Game

Dark Game
295. Perlawanan Parsi 2


__ADS_3

Tidak diragukan lagi Parsi telah menduga mereka akan menjebaknya seperti itu, sebab itu ia memilih untuk menerima dengan baik serangan dari Wenara dan ketiganya dan berpura- pura tidak berdaya.


“Tunggu saja aku akan menghitungkan kalian disini... satu... dua.. tiga.” Parsi menghitung dalam hatinya, namun sebelum hitungan kelima kegiatannya segera terhenti oleh teriakan Chiu Xe.


“Kurang ajar! Dia bermain racun!” ketua Chiu Xe memang sebelumnya terkena serangan pertama dari Parsi bersama dengan Guan Ping. Sedikit luka gores pada bagian pipinya namun tidak separah dengan Guan Ping yang menerima luka dibagian dada.


Chiu Xe mengerang sakit, ia tiba- tiba terjatuh duduk sambil terus memuntahkan darah. Setiap muntahan pasti berukuran seteguk darah hitam. Tidak lama setelah Chiu Xe berteriak kini giliran Guan Ping yang menggila.


Ia bagaikan orang kesurupan berteriak kepanasan sambil menghancurkan sekitarnya. Guan Ping merasa badannya seakan dibakar dalam api yang sangat besar selain itu energi dan tenaga yang ia miliki seolah menghilang tak bersisa.


Quan dan Wenara berubah menjadi buruk, mereka berdua tidak mendapatkan luka dari serangan Parsi sehingga tidak mengalami penderitaan seperti Chiu Xe dan Guan Ping.


Keduanya bergerak untuk mengobati yang terluka namun langkah mereka terhenti ketika mendengar tawa dari Parsi. Tawa yang menandakan kemenangan telak pada lawan.


Quan You tidak lagi mendapatkan pijakannya, ia telah salah menilai saat ini. memandang Parsi dengan perasaan takut namun juga marah. Quan menoleh pada Wenara, raut wajah orang tua itu juga tidak terlalu berbeda dengannya.

__ADS_1


Quan mengakui bahwa Parsi tidak terlihat seperti orang yang telah mendapatkan serangan 4 kali berturut- turut. Ia terlihat cukup bertenaga tanpa luka sama sekali. Quan menyadari jika dirinya yang mendapatkan serangan serupa maka ia mungkin akan sekarat.


Wenara dan Quan segera memasang wajah siaga, mereka bersiap untuk melawan Parsi namun yang terjadi selanjutnya adalah Parsi meniup sebuah terompet dan ketiga muridnya seketika keluar dari Aula dengan wajah yang ceria. Parsi terkekeh sebentar lalu membawa ketiganya pergi dari sana.


“Hahaha... Bagaimana sekarang? Apa kalian berpikir dapat menjebak kami dalam perangkap sederhana?” Parsi berseru lantang, ia bersama dengan tiga murid Akademi terbang menggunakan sayap mereka. Parsi mengeluarkan aura yang begitu mendominasi ketiganya.


Wenara tidak dapat menahan keterkejutannya, ia mengetahui bahwa Parsi beberapa bulan yang lalu adalah seorang pendekar Semesta tapi aura yang ia keluarkan sekarang berada pada tingkat Dewa yang bahkan sedikit lebih kuat darinya.


Ini juga tergambar jelas dalam wajah Quan setelah ia selesai menenangkan Chiu Xe dan Guan Ping. Bahkan ia tertekan dengan aura dominasi yang keluar dari dalam tubuh musuhnya itu.


“Baiklah hari ini yang menjadi pihak pertama yang berani menekan Akademi dalam kandangnya sendiri. Dalam pihak kekaisaran dan netral kami memiliki posisi yang tinggi! Lebih tinggi dari kalian semua!”


Serangan dari kertas jimat tingkat Semesta saja sudah mampu membuat Quan, seorang pendekar Dewa gemetar ketakutan dan harus melindungi dirinya dengan separuh dari kekuatannya. Apalagi dengan adanya kertas jimat Penjaga Langit.


Quan segera mengaktifkan pelindung, begitupula dengan Wenara. Mereka berdua hanya dapat melindungi nyawa mereka sendiri bahkan Chiu Xe dan Guan Ping harus merasakan serangan dari Parsi.

__ADS_1


Hari itu Parsi berhasil membuat perguruan Pusaka Berat tergoncang hebat, lebih dari separuh pendekar yang mereka miliki lenyap terbakar menjadi abu. Yang menjadi masalah utama adalah sekitar dua pertiga dari mereka masih berada pada tingkat Galaksi kebawah yang merupakan pondasi perguruan mereka dimasa depan.


Walau begitu Parsi tetap tidak merasa senang, ia mengetahui bahwa serangannya tidak akan bisa memberikan kematian pada Wenara dan Quan. Jika saja ia tidak membawa murid Akademi hari ini maka mungkin dirinya akan benar- benar mengamuk dalam api.


Bersamaan dengan Parsi yang telah menghilang dilangit malam, berita tersebut juga dengan cepat tersebar bagaikan nyala api yang telah dibaluri oleh minyak tanah. Nama Akademi Beladiri kini kembali terangkat setelah hampir dua bulan menutup diri.


Ada yang menjadi pro dan kontra namun tidak sedikit yang menunjukkan rasa netral. Bagi pihak yang mendukung tindakan Parsi kebanyakan berasal dari aliansi pribadi sedangkan yang menunjukkan sisi kontra adalah pihak yang selama ini memandang Akademi Beladiri sebagai saingan besar dalam bisnis mereka.


Mereka tentu tidak ingin membuang kesempatan emas, mereka mengumpulkan pasukan intel lalu mulai menyebarkan fitnah- fitnah kejam. Pihak keempat perguruan besar beserta para pengikutnya juga menjadi lebih liar.


Mereka dengan dendam membara membuat aliansi dan mulai menekan Akademi Beladiri dengan terang- terangan. Dari pihak mereka tentu kejadian tersebut membawa dampak negatif yang sangat besar.


Muka mereka sebagai perguruan besar menjadi tercoreng dan dianggap sudah tidak dihargai. Terlebih dua dari empat perguruan besar telah kehilangan tokoh pilar kekuatan mereka. Itu tidak lain adalah ketua Chiu Xe dari perguruan Angin Timur dan Guan Ping dari Perguruan Taman Sakti.


Para perguruan dan Akademi bintang 3 dan beberapa Akademi besar juga mengalami penurunan karena ketua atau wakil ketua mereka juga ikut terbunuh dalam insiden ini. selain kehilangan pilar kekuatan mereka juga kehilangan generasi masa depan yang berbakat membuat dendam melebihi jalinan surga dan neraka.

__ADS_1


Semuanya menuntut Akademi Beladiri mengalami masalah yang setimpal!


294


__ADS_2