Dark Game

Dark Game
287. Konflik Keluarga Crow 6


__ADS_3

“Reynal kemana?!” Eliza panik ketika mengetahui Reynal bergerak menuju medan pertempuran.


Walau sebelumnya ia telah berusaha diyakinkan oleh pemuda itu namun tetap saja Eliza khawatir. Reynal memilih untuk bertarung membantu ayahnya membuat hati dari gadis itu sedikit bergetar. Ia mulai menyesal langkahnya untuk melibatkan Reynal dalam masalah ini.


Eliza baru saja mendapatkan teman baru yang memiliki pemikiran yang hampir sama dengannya, umur mereka berdua memang hanya terpaut satu tahun dan membuat mereka dapat dengan cepat akrab satu sama lain.


Eliza dapat merasakan petualangan dan pengalaman yang menyenangkan selama bersama dengan Reynal dulu, ia sungguh berterimakasih pada pemuda itu. Eliza ingin membalas kebaikan Reynal dengan cara memberikannya peta petunjuk agar perjalanan Reynal mencari tanda pengakuan dapat berjalan lebih mudah. Namun tidak ia sangka Reynal kembali membantunya hari ini.


“Tetua... maafkan aku tapi apakah pantas bagi kita meninggalkan Reynal membantu ayah dan yang lainnya?!”


Dicky tidak menjawab, ia nampak berpikir sambil memperhatikan Reynal dari jauh. Dari dalam hatinya ia sungguh kagum dengan keberanian, kekuatan, dan sifat tanggung jawab yang pemuda itu miliki. Ia tidak yakin dapat seperti Reynal ketika pada umur yang sama, sebab itu ia juga tidak tega untuk meninggalkannya.


Namun saat ini prioritas utamanya adalah menyelamatkan keluarga Crow dari kehancuran. Hanya dirinya saat ini yang bisa diandalkan sebab Eliza belum memiliki kekuatan yang besar.


“Baiklah aku akan mengirimkan puluhan prajurit batu untuk membantunya lari dari sana”

__ADS_1


Saat itulah hati Eliza menjadi lebih legah, ia kemudian bersama dengan prajurir Dicky bergerak cepat menembus puluhan musuh demi mendekati Reynal yang saat ini sedang bertarung menghadapi tiga pendekar semesta lapisan lima.


“Reynal!” Eliza menggunakan energinya untuk memperkuat pita suara sehingga membuat suaranya lebih besar dan lebih jauh jangkauannya hingga berhasil terdengar oleh Reynal.


“Eliza apa yang kau lakukan disini? Pergilah! Disini bahaya!!” ucap Reynal sambil memukul mundur musuhnya. Ia nampak menghabiskan seluruh energi yang ia miliki.


Eliza menggeleng kuat, “Aku disini akan membantumu! Aku tidak akan pergi jika kau tidak selamat hari ini”


Gadis itu mulai memerintahkan puluhan prajurit batu untuk menyibukkan lawan Reynal sementara ia akan menarik Reynal. Walau tidak yakin Reynal dapat ia tarik dengan mudah namun ia akan mengusahakannya.


Reynal baru saja membunuh salah seorang pendekar Semesta lapisan 3, ia terlihat kelelahan namun masih memiliki energi untuk bertarung. Setidaknya ia harus membunuh belasan pendekar yang berada disekitarnya.


Namun langkah Reynal terhenti oleh tiga pendekar semesta, dari energi yang mereka miliki Reynal dapat menyimpulkan bahwa ketiganya dikirim langsung oleh Halu King untuk menghadapinya.


“Ingin menghalangiku?!” Reynal tersenyum mengejek, walau dirinya tidak yakin dapat menang melawan ketiganya namun untuk mengimbangi mereka itu adalah persoalan yang lain.

__ADS_1


Menurut Reynal ada untungnya jika ketiga bawahan Halu King melawannya, ia dapat meminimalisir korban dari pihak keluarga Crow yang dibunuh oleh ketiganya.


Tidak menunggu Reynal menyiapkan serangan pertamanya, ketiga bawahan Halu King tersebut mulai bergerak menyerang. Masing masing dari mereka menggunakan sebuah pedang.


“Pendekar pedang? Oh.. sungguh aku tidak menyangka guild Raja Nirwana memiliki pendekar pedang sepert mereka” Reynal sedikit terkejut melihat senjata ketiganya.


Guild Raja Nirwana terkenal dengan ilmu tapak dan ilmu yang berhubungan dengan darah walau beberapa memiliki ilmu sihir, beast, dan elemen namun tidak pernah pedang. Sebab jika seorang pendekar yang menguasai pedang akan lebih memilih dan berusaha untuk masuk pada guild Secret God yang saat ini memiliki maha guru Sword.


“Pedang Kutukan” salah seorang pendekar yang memiliki kumis tipis dengan wajah bulat oval mengeluarkan jurusnya. Pedang yang berada ditangannya seketika menjadi pedang berwarna hitam.


Reynal mengenal kutukan tersebut, itu adalah kutukan yang sama dengan yang diderita oleh Secret Jung dan Secret Seung sebelumnya. “Gawat, itu jurus yang berbahaya”


Reynal melompat mundur, ia hampir saja ingin membahayakan nyawanya. Segera ia memerintahkan sepuluh undied semesta yang berada disekitarnya untuk menyibukkan pendekar tersebut. Sementara dirinya akan mencoba menghadapi dua pendekar lainnya.


“Magic Support : Double Attack, Double Sprint”

__ADS_1


Reynal memakai sihir pendukung untuk dirinya, ia akan bertarung menggunakan jurus ledakan bintang. Seperti menggunakan sihir, Reynal dapat merasakan sensasi yang berbeda ketika menggunakan jurus ledakan bintang. Terlebih jurus tersebut ternyata dapat meningkat ketika ia sering digunakan.


__ADS_2