Dark Game

Dark Game
485


__ADS_3

Jendral yang ditemui


Reynal bernama Jendral Benjamin Connor. Ia merupakan jendral tertinggi


sekaligus orang terkuat di kekaisaran Humanie. Reynal sedikit tidak menduga


akan menjumpai sosok yang begitu penting di sebuah penginapan kecil yang cukup


sepi itu.


“Tuan Benjamin, apakah


mungkin anda sedang melakukan penjagaan terhadap salah satu anggota kekaisaran,


bukan?” tanya Reynal langsung.


Benjamin terkekeh


pelan, “Kau pemuda yang menarik! Di hadapanku kau satu- satunya yang tidak


ingin menjilat atau membangun hubungan denganku. Perkiraanmu itu benar, saya


tengah menjaga putra mahkota pangeran Karlos II. Kau jangan coba- coba untuk


menculiknya jika tidak ingin masuk penjara” canda Benjamin.


Reynal Kembali


terkejut, ia merasa itu lucu sebab sebelumnya ia berkeliling di sepanjang


istanah untuk mencari putra mahkota namun ia malah bertemu orang yang ia cari


di penginapan kecil yang tidak pernah ia duga sebelumnya.


“Tuan, saya ingin


menyewa satu kamar disini. Tapi sepertinya para perajuritmu tidak membiarkanku


masuk”


Benjamn Kembali


tertawa, “Kau boleh saja menyewa kamar disini tapi khusus hari ini kami telah


menyewa seluruh penginapan ini untuk pangeran Karlos. Saya sarankan untukmu


pergi dan mencari penginapan lainnya disekitar sini. Atau kau boleh menemaniku


sekedar minum arak sebentar?”


Reynal sebenarnya


ingin memaksa masuk, sebab ia merasa satu- satunya jalan untuk bertemu dengan


pangeran Karlos adalah bertemu dengannya di penginapan ini. Namun sepertinya


bahkan Benjamin tidak dapat membiarkannya masuk membuatnya menjadi sedikit

__ADS_1


frustasi.


“Baiklah, terimakasih


tuan!” Reynal merasa menerima ajakan Benjamin tidaklah merugikan. Ia mungkin


dapat menjalin hubungan dengannya.


Benjamin kemudian


memerintahkan 10 pendekar dewa lapisan 4 dibawah perintahnya untuk selalu


melindungi pangeran Mahkota sementara ia dan Reynal akan berbicara sebentar di


restoran terdekat.


Keduanya kemudian


memilih salah satu restoran yang cukup dekat dengan penginapan. Restoran itu


sedikit kecil namun Reynal dan Benjamin dapat mencium aroma masakan yang


membuat keduanya merasa lapar.


Benjamin segera


mengajak Reynal masuk dan segera memesan 2 porsi ayam bakar dan juga beberapa


sayur. Kemudian ia juga memesan 3 guci arak berukuran sedang. Reynal tidak


“Kau sungguh berbeda


dengan yang lainnya” ucap Benjamin dengan nada terkejut ketika mendapati pemuda


didepannya tidak meminum arak. Benjamin mengetahui bahwa sangat jarang bagi


pendekar untuk tidak menyukai arak atau meniman yang memabukkan. Tapi pemuda


dihadapnnya kini tidak menyukai minuman yang dikatakan sebagai minuman nomor


satu untuk para pendekar.


“Ya, sebenarnya jika


tuan membandingkan saya dengan yang lainnya maka tuan akan dapat melihat


perbedaan yang jelas. Tapi itu tidak penting, Tuan saya tahu anda memiliki


beberapa pikiran atau sesuatu yang ingin anda sampaikan bukan?”


Benjamin mengangguk,


ia merasa jika Reynal selalu mengetahui apa yang ia inginkan, setidaknya dari


pertama mereka bertemu.


“Oh iya nak, tidak

__ADS_1


adil buat orang tua ini jika tidak mengetahui namamu!” tanya Benjamin.


“Hm… nama yah. Di


dunia ini saya memiliki banyak nama tuan, jika saya menyebutkan salah satunya


mungkin tuan akan kaget. Jika saya menyebut yang lainnya mungkin tuan akan


segera meninggalkan tempat ini dengan menangkap saya, mungkin.” Kekeh Reynal.


Benjamin tidak menduga


jika Reynal akan berkata seperti itu, terutama ketika bagian keduanya. Meski


begitu, Benjamin tidak memaksa Reynal untuk menyebutkan namanya.


Reynal tersenyum melihat


Benjamin menghargai privasinya. Pemuda itu telah sedikit banyak menilai sifat


dari Benjamin yang menurutnya dapat dipercaya sehingga ia segera menyebutkan 2


identitas besar yang ia miliki.


“Tuan, nama saya tidak


lain adalah Reynal dan yang lainnya saya dikenal sebagai Wakil Yin” ucap Reynal


tersenyum tipis menantikan reaksi Benjamin.


“Oh Reynal dan wakil


Yin yah… Eh! Apa kau adalah Reynal sang pemimpin suci Akademi Beladiri? Dan apa


maksudmu dengan menyebutkan nama Wakil Yin?.... Tidak, iini tidak mungkin! Kau


tidak mungkin mereka berdua!” ucap Benjamin dengan nada yang meninggi.


Untunglah Reynal


dengan cepat melapisi ruangan sekitar dengan sihir kedap suara membuat


percakapan keduanya tidak di dengar oleh orang lain.


“Terserah jika tuan


tidak percaya, yang paling penting saya sudah memperkenalkan diri saya pada


tuan!” ucap Reynal sopan.


Benjamin kemudian


menyadari sikapnya yang terlalu berlebihan, ia sedikit bersalah lalu ia mencoba


untuk menoleh ke samping kiri dan kanan namun melihat pengunjung lainnya seolah


tidak terganggu dengan teriakannya barusan.

__ADS_1


__ADS_2