Dark Game

Dark Game
351


__ADS_3

“Hahaha” wanita itu tidak mengatakan sepatah katapun kepada


Reynal sejak pertama kali melihatnya. Ia malah tertawa riang membuat Reynal


bingung dan terkejut.


“Wanita ini sudah gila? Saya bahkan tidak mengenalnya dan


kenapa ia tertawa begitu senang ketika melihatku?” tentu saja Reynal hanya


berkata seperti itu dalam hatinya, ia tidak memiliki keberanian untuk


menyuarakannya.


“Eh, kau menyebutku gila? Hahaha” wanita tua itu memasang


wajah sederhana namun sekali lagi membuat Reynal terkejut.


Reynal mengatakan dirinya gila, itu benar tapi yang


membuatnya ngeri adalah Reynal mengatakan itu di dalam hatinya. Ia tidak tahu


bahwa wanita dihadapannya ini dapat mendengar suara hati, jika tidak Reynal


tidak akan melakukannya.


Setelah semua, seorang yang mampu mendengar suara hati akan


dapat mengetahui isi pikiran. Dan yang paling penting, orang yang menguasai hal


itu adalah seorang yang kuat. Reynal bahkan berani mengatakan bahwa seorang


pendekar Dewa lapisan 5 yang kuat sekalipun tidak akan mampu melakukannya.


“Maaf tuan, saya tidak mengetahui jika anda dapat


mendengarnya. Saya tidak bermaksud seperti yang anda  pikirkan” Reynal buru- buru membungkuk


meminta maaf, ia tidak berani berbuat begitu banyak dihadapannya.


“Tuan?” wanita itu menaikkan alisnya ketika mendengar Reynal


memanggilnya tuan. Lalu kemudian mengangguk pelan.


“Reynal, kita bertemu lagi!” ucap wanita itu sambil


tersenyum.


~~

__ADS_1


Sementara itu di sekitar perbatasan antara Horsox Multie dan


Zein Kingdom telah terjadi kerusuhan. Ribuan pendekar kuat memenuhi tempat


seluar 100 kilom meter tersebut. Sebuah pasukan yang mampu memenuhi tempat


begitu luas tidak diragukan lagi adalah pasukan papan atas dari latar belakang


yang kuat.


Setidaknya orang- orang kecil seperti klan yang berhimpun


dalam wilayah perbatasan tidak ada yang mau menyinggung pasukan tersebut.


Di dalam sisi yang lain, sebuah pasukan yang tengah


berlindung di balik benteng yang tinggi dan kokoh dengan pasukan yang lebih


kecil dibandingkan pasukan lainnya tengah berada dalam posisi siaga.


Mereka mengandalkan benteng yang kokoh sebagai tempat


pertahanan dan juga tempat menyerang yang strategis untuk musuh. Walau


berjumlah sedikit, pasukan tersebut memiliki semangat yang besar. Ini karena


pasukan tersebut adalah pasukan Horsox Multie.


telah menerima serangan dari pasukan yang besar. Serangan ini sangat besar


membuat beberapa kota kecil dan tiga kota besar di sekitarnya bergetar hebat


akibat serangan.


Serangan tersebut mengakibatkan lebih dari 100 pendekar elit


dari pasukan perbatasan Horsox Multie gugur. Tidak ingin berlanjut, pemimpin


dari kelompok penjaga perbatasan disana segera mengirim utusan kepada kerajaan.


Sebelumnya mereka telah mengetahui bahwa pasukan tersebut


tidak lain adalah pasukan dari guild Bunga Dewa, kerajaan Zein. Prajurit ini


adalah pendekar elit dari guild besar sehingga pasukan penjaga tidak memiliki


kekuatan untuk melawannya. Mereka kemudian memilih untuk melakukan serangan


bertahan untuk mencegah mereka menerobos masuk ataupun membunuh lebih banyak

__ADS_1


pasukan.


“Kapten, kondisi berbagai wilayah perbatasan sangat kacau.


Lebih dari 5 titik telah mengalami kekacauan dan hampir ditembus. Kelima wakil


komandan telah turun langsung dalam kelima titik yang kacau sedangkan untuk 10


titik lainnya yang tergolong lebih terkendali hanya mengirimkan lebih banyak


devisi pasukan.”


Seorang pria muda sedang melaporkan kondisi mereka pada


seorang pria tua dengan mata sayup. Pria tua itu bahkan terlihat sangat renta


namun anehnya tubuh tua miliknya dipenuhi dengan vitalitas yang besar.


Pria tua itu setidaknya merupakan pendekar Semeta lapisan 5,


yang merupakan seorang kapten sebuah devisi pasukan. Ia bernama Zhe Ke. Ia


menjadi kapten dengan kekuatan yang merupakan batas minimal memegang jabatan


seperti itu.


Saat ini ia tengah menjabat sebagai kapten devisi 3 yang


bertugas menjaga perbatasan antara dua kerajaan besar yang telah lama


bersahabat sehingga jumlah pasukan dan kekuatan mereka lebih lemah dibandingkan


pertahanan lainnya.


Sebab itulah ketika serangan berlangsung pasukannya yang


lemah telah terbunuh banyak tanpa bisa membunuh ratusan musuh lainnya.


“Lalu, titik pertahanan kita, siapa yang mereka kirimkan?”


Zhe Ke menatap pria muda dihadapannya. Tatapannya sedikit lemah namun pria muda


itu tidak berani mengendur.


“Kapten, sebagai pertahanan terlemah kita hanya memiliki dua


ribu pasukan dengan seratus diantaranya merupakan pendekar Semesta dan sisanya


Galaksi. Karena terlemah, kerajaan hanya mengirimkan seorang utusan dari Akademi

__ADS_1


Beladiri untuk membantu”


__ADS_2