Dark Game

Dark Game
4


__ADS_3

Black Undied tidak percaya jika ia mendapatkan sinyal


bantuan dari Black Dangger. Padahal Black Dangger membawa 20 pendekar dewa yang


sangat kuar bersamanya namun tetap saja orang tua itu tidak mampu membereskan


masaah kecil seperti itu?


Black Undied segera terbang dengan kecepatan yang ia miliki.


Berpikir untuk tidak membawa pasukan karena menurutnya kekuatannya saja bahkan


hampir tidak sebanding dengan kekuatan 3 guild besar yang digabungkan


sekalipun.


Tidak butuh waktu yang begitu lama untuk Black Undied sampai


di gerbang pertahanan paling depan Akademi Beladiri. Wajahnya begitu mengeras


karena kesal ketika melihat 20 pendekar sekutu Akademi Beladiri kini terluka


berat dan juga Black Dangger yang kini terikan oleh ratusan akar besar.


Black Undied juga melihat 4 anggota Akademi Beladiri yang


berdiri di seberang, itu tidak lain adalah 3 legenda, Draco, Albert, dan Lucy


dan kemudian tetua utama Qin Feng.


“Sungguh saya tidak menyangka jika kekuatanmu sangat lemah


pak tua! Kau dan pasukanmu yang hebat bahkan dapat dikalahkan oleh 4 orang


pendekar dari Akademi Beladiri? Saya ragu apakah kau yang lemah atau mereka


yang terlalu kuat buat kalian? Oh ya itu adalah opsi pertama, Akademi Beladiri


tidak mungkin memiliki pendekar yang kuat bukan? ” Black Undied kemudian


mengeluarkan tongkatnya yang merupakan tongkat yang memiliki tingkatan atau


kekuatan yang sama dengan tongkat sihir saint yang kini dipakai oleh Reynal.

__ADS_1


Draco dan 2 legenda lainnya hanya tersenyum tipis, mereka


dapat melihat Black Undied sangat meremehkan mereka bertiga. Albert ingin


mengeluarkan pedangnya, seolah darahnya kini kembali mendidih inging bertarung.


Namun Lucy dengan cepat menghentikannya. “Kau urus pasukannya!”


Albert kemudian memperhatikan Black Undied, namun ia melihat


tidak ada satupun pendekar yang mengikuti Black Undied yang akan menjadi


pasukannya. Ia kemudian ingin bertanya pada Albert, namun ketika Legenda Pedang


Tuhan itu bertanya pada Lucy. Black Undied terdengr mengucapkan mantra aneh.


Draco dan Lucy seketika merubah posisi mereka menjadi sikap


waspada. Mereka adalah ahli sihir sehingga mengetahui sihir Necromancer. Terutama


Draco yang juga sedikit memiliki kemampuan terhadap sihir Necromancer.


“Pasukanku yang kuat, bangkitlah dari alam kematian!” teriak


Black Undied memukulkan tongkatnya ke tanah.


atau undied. Qin Feng yang melihat kekuatan dari setiap undied hanya bisa


menelan ludahnya. “Apa ini? Setiap kekuatan dari Undied setara pendekar dewa


lapisan 4 dan 5?


Qin Feng ingin segera mengaktifkan formasi pembunuh sekali


lagi untuk melindungi Akademi Beladiri namun Albert tanpa diduga


menghentikannya.


“Kau tidak perlu menahan mereka, Kau tinggal saja


dibelakang! Mengawasi 20 pendekar yang telah kau lukai itu!” ucap Albert. Tetua


Qin Feng hanya bisa mengangguk dan menuruti perintah dari Albert.

__ADS_1


Ia yakin para legenda mampu melindungi Akademi Beladiri kali


ini. Sementara itu Lucy dan Draco telah melakukan beberapa serangan sihir pada


Black Undied. Keduanya jelas ingin mengukur sejauh mana kekuatan sihir yang


dimiliki oleh pendekar dewa bumi yang menguasai ilmu necromancer.


“Ilmu Necromancer mungkin terlihat kuat bagi mereka yang


memiliki kekuatan berimbang. Namun untuk pendekar yang jauh lebih tinggi, sihir


Necromancer adalah sihir yang sedikit rendah sebab sihir tersebut memiliki


kelemahan besar yaitu tidak pandai menggunakan sihir serangan lainnya dan


memiliki kekebalan tubuh yang sangat tipis karena hanya mengandalkan mayat


hidup yang ia kendalikan untuk menyerang lawan.


“Kaisar Tombak Pembunuh!”


“Sihi Cahaya Kebenaran!”


Lucy dan Draco menggunakan variasi serangan yang kuat


membuat Black Undied terhempar mundur. Ia jelas sedikit terkejut merasakan


serangan keduanya sangat kuat. “Sekarang saya akhirnya mengerti, kalian berdua


adalah lawan sebanding denganku!”


Usai berkata seperti itu. Black undied mengayunkan


tongkatnya. Seketika ribuan undied serangga beracun keluar dari dalam


tongkatnya dan menyerang Lucy dan Draco.


“Putaran Tombak Pembunuh!” Lucy dengan cepat memutar


tombaknya yang panjang itu dan dengan kuat memberikan serangan fatal pada


seragga- serangga beracun. Namun ketika serangga itu kritis, mereka tiba- tiba

__ADS_1


meledak dan menyemburkan gas berwarna ungu pekat.


“Racun!” Seru Draco.


__ADS_2