
Black Undied tidak percaya jika ia mendapatkan sinyal
bantuan dari Black Dangger. Padahal Black Dangger membawa 20 pendekar dewa yang
sangat kuar bersamanya namun tetap saja orang tua itu tidak mampu membereskan
masaah kecil seperti itu?
Black Undied segera terbang dengan kecepatan yang ia miliki.
Berpikir untuk tidak membawa pasukan karena menurutnya kekuatannya saja bahkan
hampir tidak sebanding dengan kekuatan 3 guild besar yang digabungkan
sekalipun.
Tidak butuh waktu yang begitu lama untuk Black Undied sampai
di gerbang pertahanan paling depan Akademi Beladiri. Wajahnya begitu mengeras
karena kesal ketika melihat 20 pendekar sekutu Akademi Beladiri kini terluka
berat dan juga Black Dangger yang kini terikan oleh ratusan akar besar.
Black Undied juga melihat 4 anggota Akademi Beladiri yang
berdiri di seberang, itu tidak lain adalah 3 legenda, Draco, Albert, dan Lucy
dan kemudian tetua utama Qin Feng.
“Sungguh saya tidak menyangka jika kekuatanmu sangat lemah
pak tua! Kau dan pasukanmu yang hebat bahkan dapat dikalahkan oleh 4 orang
pendekar dari Akademi Beladiri? Saya ragu apakah kau yang lemah atau mereka
yang terlalu kuat buat kalian? Oh ya itu adalah opsi pertama, Akademi Beladiri
tidak mungkin memiliki pendekar yang kuat bukan? ” Black Undied kemudian
mengeluarkan tongkatnya yang merupakan tongkat yang memiliki tingkatan atau
kekuatan yang sama dengan tongkat sihir saint yang kini dipakai oleh Reynal.
__ADS_1
Draco dan 2 legenda lainnya hanya tersenyum tipis, mereka
dapat melihat Black Undied sangat meremehkan mereka bertiga. Albert ingin
mengeluarkan pedangnya, seolah darahnya kini kembali mendidih inging bertarung.
Namun Lucy dengan cepat menghentikannya. “Kau urus pasukannya!”
Albert kemudian memperhatikan Black Undied, namun ia melihat
tidak ada satupun pendekar yang mengikuti Black Undied yang akan menjadi
pasukannya. Ia kemudian ingin bertanya pada Albert, namun ketika Legenda Pedang
Tuhan itu bertanya pada Lucy. Black Undied terdengr mengucapkan mantra aneh.
Draco dan Lucy seketika merubah posisi mereka menjadi sikap
waspada. Mereka adalah ahli sihir sehingga mengetahui sihir Necromancer. Terutama
Draco yang juga sedikit memiliki kemampuan terhadap sihir Necromancer.
“Pasukanku yang kuat, bangkitlah dari alam kematian!” teriak
Black Undied memukulkan tongkatnya ke tanah.
atau undied. Qin Feng yang melihat kekuatan dari setiap undied hanya bisa
menelan ludahnya. “Apa ini? Setiap kekuatan dari Undied setara pendekar dewa
lapisan 4 dan 5?
Qin Feng ingin segera mengaktifkan formasi pembunuh sekali
lagi untuk melindungi Akademi Beladiri namun Albert tanpa diduga
menghentikannya.
“Kau tidak perlu menahan mereka, Kau tinggal saja
dibelakang! Mengawasi 20 pendekar yang telah kau lukai itu!” ucap Albert. Tetua
Qin Feng hanya bisa mengangguk dan menuruti perintah dari Albert.
__ADS_1
Ia yakin para legenda mampu melindungi Akademi Beladiri kali
ini. Sementara itu Lucy dan Draco telah melakukan beberapa serangan sihir pada
Black Undied. Keduanya jelas ingin mengukur sejauh mana kekuatan sihir yang
dimiliki oleh pendekar dewa bumi yang menguasai ilmu necromancer.
“Ilmu Necromancer mungkin terlihat kuat bagi mereka yang
memiliki kekuatan berimbang. Namun untuk pendekar yang jauh lebih tinggi, sihir
Necromancer adalah sihir yang sedikit rendah sebab sihir tersebut memiliki
kelemahan besar yaitu tidak pandai menggunakan sihir serangan lainnya dan
memiliki kekebalan tubuh yang sangat tipis karena hanya mengandalkan mayat
hidup yang ia kendalikan untuk menyerang lawan.
“Kaisar Tombak Pembunuh!”
“Sihi Cahaya Kebenaran!”
Lucy dan Draco menggunakan variasi serangan yang kuat
membuat Black Undied terhempar mundur. Ia jelas sedikit terkejut merasakan
serangan keduanya sangat kuat. “Sekarang saya akhirnya mengerti, kalian berdua
adalah lawan sebanding denganku!”
Usai berkata seperti itu. Black undied mengayunkan
tongkatnya. Seketika ribuan undied serangga beracun keluar dari dalam
tongkatnya dan menyerang Lucy dan Draco.
“Putaran Tombak Pembunuh!” Lucy dengan cepat memutar
tombaknya yang panjang itu dan dengan kuat memberikan serangan fatal pada
seragga- serangga beracun. Namun ketika serangga itu kritis, mereka tiba- tiba
__ADS_1
meledak dan menyemburkan gas berwarna ungu pekat.
“Racun!” Seru Draco.