
“Pembataian mengambil Nyawa!”
“Persembahan Dewa Kematian!”
Dua jurus kuat berturut- turut menyerang Jacson Prier, setiap dari jurus tersebut memiliki kekuatan yang sangat kuat bahkan mampu membuat gunugn hancur tak bersisa dan lautan dalam menjadi kering. Itu tidak diragukan berasal dari kekuatan penuh dari pendekar dewa Perang.
Dewa Perang tersenyum sambil melambaikan pedangnya. Ia memiliki kepercayaan diri dan mengira Jacson Prier akan mati kali ini. Begitupula dengan para penonton yang mengira Jacson tidak akan bertahan melawan 2 serangan kuat Dewa Perang secara tiba- tiba.
“Hahaha, Satu lagi manusia hebat akan mati! Kemenangan bangsa Orc kita akan semakin terbuka.” Pangeran Lin Ran tanpa malu tertawa keras menuju pinggir medan pertarungan. Ia juga percaya kali ini Jacson akan mati.
__ADS_1
Bang! Ledakan yang sangat keras berhasil membuat tempat sekitar berguncang selama 10 detik dengan jangkauan lebih dari 1000 meter. Jika para pendekar kuat disana tidak menahan sebagian energi kejut tersebut maka dampaknya mungkin akan sampai 10 ribu hingga 20 ribu meter.
Dua jurus Dewa Perang membentur tanah tepat dimana tempat Jacson Prier berdiri. Kepulan asap yang begitu tebal serta hujan puing dan debu menghalangi jarak pandang semua orang yang ada disana. Tidak ada yang memastikan apa nasib dari Jacson Prier.
Seorang pendekar bangsa Elf segera mendesah pelan, “Sayang sekali, dengan kekuatannya mungkin ia mampu menjadi 15 besar. Tapi itu harus mati ditangan orc yang kejam hari ini!”
Segera komentarnya itu disetujui oleh kerumunan banyak. Kekuatan yang ditampilkan oleh Raja Nirwana sungguh membuat dunia terguncang. Bagaimanapun ia merupakan pendekar dewa lapisan 5 menghadapi pendekar dewa puncak yang telah memiliki nama besar diseluruh dunia Soun.
Secret Toun menoleh pada Mu Fan, ia sungguh terkejut mendapati ucapan Mu Fan sangat tepat. Kekaguman dan hormat mulai tumbuh di dalam hati Secret Toun setelah melihat kemampuan kecil yang Mu Fan tunjukkan.
__ADS_1
“Bangsa Orc hari ini telah melakukan 2 tindakan yang begitu memalukan, sungguh bangsa Orc mungkin akan dikenal sebagai ras memalukan setelahnya!”
“Ya, itu benar! Walau ketua Jacson mungkin tewas tapi nama dari bangsa Orc akan tercoreng selamanya akibat tindakan dari dewa Perang. Sungguh memalukan, hanya untuk keuntungan sesaat, mereka melupakan nama baik yang dibangun selama bertahun- tahun tak terhitung lamanya!”
Banyak pendekar yang menonton menyangyangkan hal ini terjadi. Namun apa daya, nasi telah menjadi bubur. Mereka semua kini memiliki rasa jijik dan permusuhan pada ras yang tidak memiliki rasa malu seperti bangsa Orc.
Namun berbeda dengan yang lainnya, Bangsa Orc mulai bersorak gembira. Mereka sangat senang ketika melihat dewa Perang mereka telah berhasil menang menghadapi lawannya. Mereka bahkan tidak terganggu dengan tatapan kejam dan permusuhan yang diberikan oleh penonton dan yang lainnya.
Tapi sama seperti semua orang berpendapat seperti itu, sebuah ledakan yang tak kalah kerasnya mengagetkan semua orang tidak terkecuali bangsa Orc yang sebelumnya mulai berteriak- teriak tidak jelas.
__ADS_1
Yang membuat orang sedikit terdiam adalah karena ledakan itu tidak lain berasal dari kepulan debu dan asap tempat Jacson sebelumnya berdiri. Kepulan asap dan debu tidak lagi berada disana melainkan digantikan dengan sebuah formasi pelindung yang sangat kuat dengan cahaya biru terangnya.
Yang mengejutkan di dalam formasi yang kuat itu terdapat sosok yang mereka kenali, itu tidak lain dan tidak bukan adalah ketua Jacson. Ketua Jacson terlihat baik- baik saja seolah serangan yang dilakukan oleh Dewa Perang tidak lebih dari hembusan angin yang menerbangkan sebagian baju yang ia kenakan. Alih- alih dalam posisi yang sangat mengenaskan, Jacson Prier seakan tidak pernah mendapatkan serangan dari dewa Perang. Formasi berwarna biru itu sangat kuat dan mereka semua akhirnya tersadar jika formasi itu yang melindungi Jacson Prier.