
Keesokan harinya, tepat pada sinar matahari telah menembus samar- samar jendela besar ruangan ketua Remi. Disana telah berdiri sebelas pendekar Dewa yang masing- masing memakai jubah dan topeng berwarna hitam.
Sepuluh Legenda bersama dengan Parsi akan memulai rencana Akademi Beladiri. Mereka rupanya tidak ingin menunda lebih jauh sebab sampai pagi ini laporan murid Akademi Beladiri pada dua kerajaan telah meningkat cukup pesat sampai menyentuh angka 500 orang.
Rata- rata murid yang diculik merupakan murid yang tengah menjalani misi dilluar sehingga keberadaan mereka rawan. Ketua Remi telah memerintahkan kepada tiga kepala Akademi Pusat pada tiga cabang kerajaan agar menghentikan pemberian misi dan menutup diri terlebih dahulu.
“Saya hanya berharap agar kita berhasil hari ini, setidaknya dapat mengurangi ancaman Akademi dan merusak pondasi aliansi 4 perguruan. Kita tidak boleh terus melihat Akademi Beladiri ditindas!” Ketua Remi menatap kesebelas pendekar Dewa dihadapannya dengan sebuah harapan.
“Saya akan berusaha sebaik mungkin, lagipula kita mencurigai keempatnya memiliki kolusi dengan pangeran kedua, Prince Hesgon untuk menggulingkan putra Mahkota Prince Carlos II juga tidak menutup kemungkinan mereka berhubungan dengan Raja Nirwana dan Hell Memoth” Parsi berdiri memimpin para legenda.
Walau dari mereka bersebelas ia memiliki kekuatan yang paling lemah namun ketua Remi memberikan tugas tersebut padanya. Parsi berhasil mendapatkan informasi berharga untuk Akademi yang dapat menambah antrian panjang untuk menuntut dan membalas dendam.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu saya lebih tenang dari sebelumnya... tapi ingatlah untuk menangkap beberapa penatua ataupun tetua dari sana dan untuk yang lainnya kalian dapat menghabisinya. Kita harus bertindak kejam sebab selama ini saya telah bosan untuk mempertahankan Low Profile namun selalu mendapat penindasan. Sebab itu hari ini kita tunjukkan pada dunia jika Akademi bukanlah seonggok sampah belaka.”
Selesai memberikan pidato singkatnya, ketua Remi memberikan kepada Parsi daftar perguruan yang akan mereka taklukkan hari ini. Didalam daftar tersebut terdapat sepuluh perguruan bintang 3 yang merupakan pendukung setia dari Perguruan Pusaka Berat.
Parsi melihat sebentar daftar ditangannya, senyumannya terlihat sejenak setelah melihat Perguruan Kertas Baja juga terdapat disana. sejak hari itu entah mengapa Parsi menaruh dendam pada mereka sehingga hatinya sedikit senang hari ini melihat perguruan tersebut akan dibantai.
Setelah merasa cukup bersiap, mereka akhirnya berangkat. Sebelas bayangan membentuk lima kelompok yang nantinya masing- masing kelompok akan membantai dua perguruan. Parsi berada bersama dalam kelompok Legenda Lancer, Lucky dan Legenda Elemen, Rinto.
Ia menjelaskan bahwa Perguruan Kayu Tua merupakan salah satu saingan Akademi Beladiri dalam Obat- obatan khususnya tanaman herbal. Sedangkan Kertas Baja memiliki pertahanan yang kuat bagaikan baja namun ringan bagaikan kertas.
Keduanya dipimpin oleh seorang pendekar Semesta namun tidak menutup kemungkinan mereka akan memiliki pendekar Dewa yang telah disembunyikan. Parsi tidak keberatan untuk mengatakan bahwa selama mereka bertiga bersatu maka perguruan besar sekalipun akan bertekuk lutut. Parsi menyayangkan Remi tidak ingin berurusan dengan Perguruan besar terlalu awal.
__ADS_1
Mereka bertiga dengan cepat bergerak menuju markas besar perguruan Kayu Tua. Dengan kecepatan mereka tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Parsi dan keduanya segera melancarkan serangan tiba- tiba setelah Lucky berhasil menangkap dua orang tetua terhormat disana.
Kayu Tua rupanya dijaga oleh seorang pendekar Dewa lapisan Dua. Ia memiliki tubuh tua dan terlihat sangat menyedihkan. Jika saja Parsi tidak merasakan energi besar dari tubuhnya mungkin ia menganggap hanya seorang tetua biasa.
Legenda Rinto segera maju menyerangnya sementara Parsi dan Lucky membantai anggota perguruan lainnya. Rinto disisi Akademi memiliki kekuatan Dewa lapisan lima hampir setara dengan Draco sehingga baginya menghadapi pendekar Dewa lapisan dua sangat mudah.
“Thunder Heart” menjadi jurus pembuka sekaligus penutup untuk membunuh pendekar tersebut. Kilat hitam besar yang muncul dari langit yang cerah menjadi pisau daging yang mampu menebas leher unggas dalam sekali potong. Pendekar pelindung Perguruan Kayu Tua terkejut sampai akhir kematiannya, ia tidak pernah menduga akan mendapatkan serangan yang begitu hebat.
Setidaknya ia memiliki kualifikasi untuk menjadi pendekar hebat dalam jajaran 30 besar namun sepertinya kekuatan yang dimiliki sangat kecil dibandingkan kekuatan Rinto.
Kehancuran perguruan Kayu Tua segera menyebar dalam waktu yang sangat cepat, ini disebabkan karena Parsi membebaskan beberapa murid dan senior dan menyuruhnya untuk memberitahukan teror tersebut pada dunia dan perguruan lainnya.
__ADS_1