Dark Game

Dark Game
169


__ADS_3

*3 Episode Terakhir*


“Apakah saya benar- benar tidak mencintai mereka?” tanya Reynal dalam hatinya.


Keesokan harinya, Akademi beladiri mengadakan pesta besar- besaran. Mereka mengundang semua pendekar yang ada didunia Soun. Selain itu Ketua Remi juga telah membagikan bagian dari masing- masing kekaisaran membuat hubungan Akademi Beladiri dengan mereka telah menjadi dekat.


Selain itu acara tersebut juga bertujuan untuk memberitahukan kepada semua player yang dikirim ke dunia Soun dapat kembali ke bumi bersama dengan Reynal. Para player yang telah lama merindukan keluarga mereka mulai bersemangat dan menantikan hari ketika itu terjadi.


Reynal di dalam kamar perawatan Tetua Yin Yang. Alasan mengapa ia belum kembali karena tetua Yin Yang belum sadar. Ia tidak enak meninggalkan dunia Soun tanpa berpamitan pada penolong terbesarnya. Selain itu Reynal juga tidak mengetahui cara pakai batu Waktu sehingga ia membutuhkan bantuan dari tetua Yin Yang.


Berkat bantuan dari seluruh pendekar yang mengerti pengobatan, tetua Yin Yang berhasil sadar. Setelah itu Reynal segera mengatakan niatnya untuk segera meninggalkan dunia soun dan kembali kebumi. Tapi ia tidak mengetahui cara untuk menggunakan batu waktu.

__ADS_1


“Reynal perlu kau ketahui bahwa hukum dunia bawah dan dunia atas berbeda. Batu Waktu ini tidak berasal dari dunia bawah sehingga kau hanya bisa menggunakan teknik dari dunia atas. Saya akan membantumu untuk memakainya dan mungkin saja dari sana kau bisa mendapatkan hukum waktu yang dapat meningkatkan kekuatanmu”


Tetua Yin Yang menyatukan telapak tangannya di depan dada, duduk bersilah seolah sedang bermeditasi. Reynal menurut dengan intruksi tetua Yin Yang, ia melakukan hal yang sama dan berhadapan dengannya. Sementara batu waktu ia letakkan di tengah- tengah.


“Reynal, sekarang rasakan aliran waktu yang berasal dari batu itu. Perhatikan baik- baik dan jangan pernah ganggu sebelum saya perintahkan” ucap tetua Yin Yang pelan sebelu ia menutup matanya.


Tetua Yin Yang mulai membaca mantra panjang yang tidak dapat dipahami oleh Reynal sama sekali, Reynal melihat aliran waktu yang mulai keluar dari batu ketika mantra dibacakan oleh tetua Yin Yang.


Di bumi ia belajar mengenai fisika dimana ia harus menghitung waktu, kecepatan dan lain sebagainya. Tapi ia tidak pernah puas sebab ia tidak pernah melihat rupa waktu itu seperti apa, kecepatan seperti apa dan hukum- hukum fisika lainnya.


“Bentuk waktu sama seperti aliran air yang terus mengalir. Ia tidak akan bisa berhenti dan tidak bisa diputar kembali. Kita hanya bisa berjalan di masa sekarang dan bersiap untuk masa depan.”

__ADS_1


Reynal mulai memasuki keadaan di mana ia memahami tentang aliran waktu ketika tetua Yin Yang menyelesaikan mantranya. Sebuah portal berwarna jingga dengan bentuk segi delapan dengan beberapa lingkaran dari ukuran besar hingga kecil. membentuk sebuah portal yang canggih.


Tetua Yin Yang tidak ingin mengganggu Reynal dalam memanfaatkan pemahamannya dengan aliran waktu. Ia membuat sebuah penghalang pemisah agar siapapun tidak akan bisa mengganggu Reynal karena penghalang itu hanya bisa dihancurkan dari dalam.


Setelah itu tetua Yin Yang kembali dan mengabarkan jika portal kembali telah terbentuk kepada seluruh dunia Soun.


“Ingatlah! Begitu memasuki portal, kalian harus menghindari kekacuan ruang- waktu yang sangat berbahaya. Jika kalian bertemu maka larilah secepat mungkin karena siapapun yang memasukinya akan hancur oleh tekanan ruang- waktu.


Selain itu, kalian tidak boleh kembali lagi ke dunia Soun karena portal hanya di gunakan sekali untuk setiap kaum pendatang. Jika kalian memaksa maka 90% kemungkinan kalian akan terjebak dalam kekacauan ruang- waktu karena telah melanggar batas yang telah ditentukan”


Tetua Yin Yang berbicara menggantikan Reynal kepada seluruh pendekar bumi. Ia kemudian menunjukkan tempat di mana portal itu akan di tempatkan adalah di bagian barat bekas kota Gunung Batu.

__ADS_1


__ADS_2