
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ketua Remi kembali bersuara menyebutkan keputusannya. Ia menjelaskan bahwa Akademi Beladiri akan berada pada pihak netral dan tidak memihak pada salah satu guild luar terkecuali anggota aliansi pribadinya, sebab itu ketua Remi memutuskan agar dipertemukan oleh Edgar dan kedua anggota keluarga Dao tersebut.
Dao Sue juga Abraham terkejut dengan jawaban ketua Remi, sebelumnya mereka berpikir bahwa wanita itu akan memilih salah satu dari mereka namun dugaan mereka berdua salah total. Bukannya tidak memihak, ketua Remi juga akan membantu keduanya menyelesaikan masalah internal guild mereka.
Dao Sue merasa senang, ia merupakan salah satu anak angkat dari Dao Yan. Hubungannya dengan Dao Yan sangat dekat hingga tak jauh berbeda dengan anak kandung. Selain itu Dao Yan baru memiliki dua istri dan belum memiliki satupun penerus asli dari darah dagingnya.
Melihat ayahnya sakit membuat hatinya sedikit sedih sebab itu ia ingin berusaha untuk membuat ayahnya kembali senang. Terlebih Dao Elena juga sangat menyayanginya, mengetahui ibu dan ayahnya seperti itu membuat Dao Sue sangat sedih.
Reynal tersenyum, kini ia mengetahui satu sifat lainnya dari Dao Sue membuatnya mengingat seorang temannya, Secret Ryu. Ia hampir saja lupa untuk memberitahukan masalah tersebut pada ketua Remi.
__ADS_1
Disisi lain, Abraham merasa situasinya saat ini membuatnya dalam dilema. Di satu sisi ia merasa senang jika Akademi Beladiri ingin membantu guild White Lotus namun disisi lain ia telah meninggalkan misinya yang terlalu jauh.
Ia ditugaskan untuk membalaskan dendam pada Keluarga Dao dan membunuh salah satu putri utama namun keputusan Remi seolah membuatnya tidak dapat menjalankan misi dengan baik. Ketua Remi memahami raut wajah Abraham yang terlihat tengah berpikir keras.
“Aku akan memerintahkan seorang penjaga Raja untuk memberitahukan hal ini pada masing- masing kelompok kalian. Aku hanya akan menjalankan keputusanku jika kedua kelompok setuju dan tidak akan menjalankannya jika salah satu dari kalian menolak.”
Abraham akhirnya puas dengan jawaban ketua Remi, ia mengangguk pelan. Merasa keputusan ketua Remi telah diambil maka Reynal mengantarkan keduanya kembali bertemu dengan rombongan mereka. Awalnya sebelum keduanya masuk, rombongan mereka telah disuruh menunggu diluar karena takut akan mengganggu.
“Istirahatlah, aggap saja rumahmu sendiri. Dan jangan sungkan untuk mampir dan berkunjung pada toko terbesar Akademi Beladiri, aku jamin anda pasti akan menemukan sesuatu yang bagus disana.” Ucap Reynal sambil mempersilahkan Dao Sue bersama dengan ketiga tetua dan belasan prajuritnya untuk mengikuti murid Akademi yang telah Reynal panggilkan.
__ADS_1
“Dan untuk tuan Abraham, aku akan mengantarkan tuan dan rombongan keruang peristirahatan”
Reynal berjalan didepan sedangkan Abraham bersama dengan sepuluh bawahannya yang kekuatannya berada pada tingkat Bulan lapisan atas itu berada dibelakang. Reynal membawa mereka menuju sebuah kompleks yang berada di sekitar halaman belakang Akademi Beladiri dekat dengan kediaman para legenda dan tetua tinggi dan utama Akademi Beladiri.
Dapat dikatakan kompleks tersebut dihuni oleh para pendekar kuat Akademi Beladiri. Abraham tentu saja berdecak kagum, namun bukan karena hal tersebut melainkan ia baru saja tersadar bahwa Akademi Beladiri memiliki daerah yang sangat luas bahkan lebih luas dari guild Cemara Hijau yang pernah ia datangi.
“Tempat ini memang sangat luas namun jika soal keamanan, aku yakin para pendekar tingkat Dewa sekalipun tidak akan mampu membuat Akademi Beladiri hancur.” Ucap Reynal sedikit mengancam, walau nadanya terdengar datar dan diselingi oleh tawa namun makna dari ucapannya sungguh berbeda. Abraham terdiam, ia tidak melanjutkan pembicaraan dan memilih untuk menikmati suasana Akademi Beladiri.
“Kita telah sampai” kegiatan Abraham terhenti ketika Reynal telah menunjukkan sebuah ruangan yang cukup luas untuk ditinggali oleh mereka bersepuluh.
__ADS_1
“Aku mohon maaf karena kami hanya dapat menyediakan satu ruangan pada kalian” tandas Reynal
“Semuanya, kalian boleh istirahat lebih dulu. Aku merasa pemuda ini ingin membicarakan sesuatu denganku” mendegar ucapan Abraham membuat Reynal menggangguk, ternyata pria itu mengerti maksud dari Reynal mengantarkan mereka secara langsung.