Dark Game

Dark Game
74. Pahlawan Reynal


__ADS_3

“Kau beraninya menuduh sang penyelamat hidup kami seperti itu” ucap seorang pria dewasa kepada para prajurit kota.


“Ya betul, dia adalah penyelamat tidak mungkin melakukan hal seperti itu.” Kini seorang perempuan yang telah cukup berumur dengan suara yang sedikit lemah mendukung pria itu.


Reynal tidak menyangka dirinya akan mendapatkan pembelaan secara langsung dari para warga kota. ia memperhatikan sekali lagi pria dewasa itu, segera saja ia mengingat bahwa pria itu adalah orang yang pernah ia tolong.


Reynal pernah menolongnya ketika ibunya sakit keras dan tidak memiliki uang lagi untuk berobat, Reynal mebantu pria itu menyembuhkan ibunya yang sakit sakitan dan memberikan puluhan keping koin emas tanpa mengharapkan imbalan apapun.


Setelah itu pandangan Reynal beralih pada seorang perempuan yang cukup tua, ia mengenali perempuan itu. Kemarin Reynal membantunya ketika rumahnya hampir rubuh dan suaminya masih berada didalam tidak dapat bergerak sebab beberapa tahun telah lumpuh dan tidak lagi dapat bergerak.


Reynal membantunya membangunkan kembali rumah yang lebih layak untuk keduanya, tak lupa menyembuhkan suaminya serta memberikan sekantong koin emas kepada mereka berdua.


Reynal tersenyum, “Kebaikan ku ternyata sangat mengenai hati mereka” batinnya.


Prajurit kota berhenti membacakan pengumuman lalu memandang keduanya dengan sedikit kesal. “Ini adalah ucapan walikota, apa kalian berani menentangnya?” perkataan prajurit tersebut membuat keduanya kembali terdiam.

__ADS_1


“Paman itu orang yang baik, aku akan bicara kepada walikota” ucap seorang anak kecil berumur sepuluh tahun, ia bersama beberapa temannya berdiri dihadapan prajurit tanpa takut sedikitpun.


“Heh anak kecil, kau tau apa hah? Masih kecil sudah belajar membantah orang tua”


“Kami memang masih kecil paman, tapi kami sedikit bisa membedakan mana orang yang jahat dan yang baik hati. Paman Reynal adalah orang yang baik, setiap hari dia memberikan kami makanan yang banyak serta beberapa keping uang untuk diberikan kepada orang tua kami” oceh anak kecil itu.


“Sebelumnya kami harus menahan lapar sepanjang hari tapi berkat paman Reynal kami tidak kelaparan lagi.” Timpal temannya yang berbadan sedikit gempal


“Betul, sang penyelamat kami tidak mungkin orang jahat.” Serentak seluruh penduduk kota kembali menyuarakan pendapatnya, beberapa bahkan berteriak meminta keadilan bagi sang penyelamat mereka.


Komandan prajurit kota kini wajahnya mulai memerah, ia tidak menyangka akan mendapatkan penghinaan seperti ini. Ia mendorong anak itu ketanah dan mulai memukulinya dengan ganggang tombak miliknya.


“Inilah akibatnya jika melawan perintah Walikota” ucapnya dengan suara lantang diikuti dengan beberapa prajurit yang turut maju ingin memukuli warga kota.


Anak kecil itu berteriak minta tolong, badannya dipenuhi luka dan lebam sebab dipukuli dengan keras. Reynal tidak lagi menerima tindakan bodoh prajurit kota, ia keluar dari tempatnya dengan memancarkan Magic Aura tingkat Bulan. Bagaiamanapun juga penyamarannya harus tetap aman tidak boleh sampai terbongkar sedikitpun.

__ADS_1


“Hahaha, beginikah kerja prajurit kota? menggunakan kekerasan ketika tujuan mereka tidak terlaksana. Sungguh contoh yang buruk bukan?”


Reynal mendekati komandan prajurit, ia mengeluarkan tatapan dingin menusuk kepada komandan prajurit membuat komandan tersebut mundur beberapa langkah.


Reynal mulai menyembuhkan anak yang dipukuli olehnya, raut wajah penduduk kota terlihat senang dan bahagia melihat kedatangan Reynal.


“Inu kau sudah tidak apa apa?”


“Iya paman, terimakasih telah menolongku” ucap Inu sambil berusaha untuk kembali berdiri.


“Sekarang pergilah ke ibumu, aku akan mengurus mereka disini. Oke?” Reynal mengacungkan jempolnya pada Inu. Reynal merasa bahwa Inu contoh anak yang memiliki keberanian yang luar biasa. Walau masih sangat kecil ia sudah berani untuk mengatakan pendapatnya didepan semua orang, Reynal dikagum melihatnya.


Setelah selesai mengobati Inu, Reynal kini melemparkan pandangannya pada seluruh prajurit kota. Reynal memandangi bagaikan ingin melucuti satu persatu pakaian mereka hingga seperti dibuat malu dihadapan para warga.


“Ini aku Reynal, mengapa kalian diam? Aku ingat dalam pengumuman sebelumnya walikota memerintahkan kalian untuk menangkapku bukan?”

__ADS_1


__ADS_2