
Ketua Remi tidak lagi memiliki kesabaran dalam menghadapi
kasim tua itu. Ia bahkan hampir memerintahkan para penjaganya untuk membunuh
sang kasim tepat saat itu juga. Untunglah jajaran tetua menghalangi niat Remi.
“Kirimkan surat saya untuk pangeran Alex, dia yang
bertanggung jawab dalam hubungan ini!” Ketua Remi segera mengambil langkah
tegas selanjutnya. Ia mengirimkan surat kepada pangeran ke sepuluh sebagai
permintaan tanggung jawab atas masalah tersebut.
“Kalian, pertahankan kota! kirimkan juga surat kepada
kerajaan Horsox Multie dan Kerajaan Zein. Biarlah mereka mengetahui hal ini.”
Ketua Remi menjadi lebih khawatir, ia tahu setelah hari ini
maka kedamaian dari Akademi Beladiri di kekaisaran Humanie tidak lagi ada. Sebab
jika kekaisaran mencabut mereka maka wilayah yang mereka kuasai sekitar 30%
dari mantan Krunch Kingdom akan diambil paksa.
Ketua Remi tentu juga mempertimbangkan mengenai Horsox
Multie yang menjadi pihak pendukung setia dan Zein Kindom yang sedikit
menyuarakan suaranya. Bagimanapun keduanya memiliki hubungan erat serta dua
pusat Akademi Beladiri cabang didirikan disana.
“Putuskan hubungan kita dengan Eternie Kingdom dan cabut
utusan kita yang sedang di ibu kota. pastikan cabang kita baik Dagang maupun
Tarung hanya berada pada 3 wilayah kerajaan saja. Dan panggilkan pula seluruh
jajaran tetua dan para legenda kemari.”
Seluruh pelayan yang ada disana segera melaksanakan
perintahnya, mereka dengan cepat mengumpulkan para tetua serta sepuluh legenda
yang telah disembunyikan dengan baik selama beberapa tahun.
“Saya dengar kekaisaran ingin memutuskan aliansi dengan
kita?” salah seorang tetua tinggi milik tetua Utama Fengtian bertanya. Ia baru
saja tiba dalam menjalankan misi untuk membantu Bruno dalam menjalankan
tugasnnya di Kerajaan Zein.
“Apa itu? mereka berani bertindak seperti itu? Sungguh
__ADS_1
diluar akal” salah seorang tetua yang lebih rendah dari jajaran tetua Tinggi
ikut bersuara.
“Persis, mereka dapat berkembang sekarang berkat bantuan
kita. Mereka sungguh tak tau malu” terakhir seorang tetua Tinggi pembantu juga
tidak ingin kalah bersuara.
Masing- masing dari mereka menyatakan kemarahan tegas mereka
dihadapan ketua Remi. Satu demi satu para tetua mulai mengumpulkan pendapatnya
dan diakhiri oleh pendapat Fengtian.
“Ketua, kita harus menunjukkan pada kekaisaran bahwa kita
mampu berdiri tanpa kehadiran dan putusan mereka. Walau nantinya resiko yang
akan kita tanggung lebih besar namun harga diri yang kita junjung tidak jatuh”
ucapnya dengan nada penuh kebijaksanaan.
Mata mereka mulai melebar, tentu para tetua dan seluruh yang
hadir pada ruangan tersebut mengetahui dengan benar resiko dalam tindakan
mereka kali ini. Namun, bagaikan batu karang yang diterpa dengan ratusan ombak,
ia tetap berdiri tegak menyuarakan harga dirinya.
mendengar seluruh pendapat para tetuanya namun hanya Parsi yang belum
menyuarakan keputusannya sama sekali dalam jajaran tetua. Ia tetap bersikap
diam dengan menutup matanya seolah- olah sedang bermeditasi dalam.
Memang benar sejak ia mendapatkan keberuntungan untuk naik
menjadi pendekar Dewa lapisan dua, sikapnya menjadi lebih pendiam dan sulit
didekati. Ia nampak seperti lebih bijaksana dan lebih sabar dalam mengambil
keputusan.
Ia tidak lagi bersemangat dalam menyuarakan perang melawan 4
perguruan besar serta aliansinya, malahan ia membuat beberapa suara agar
menghentikan aksi tersebut.
“Parsi, aku ingin mendengar pendapatmu, akhir- akhir ini kau
tumbuh menjadi lebih dewasa dan bijaksana, bukan?!” kekeh ketua Remi sambil
memandangnya dengan serius.
__ADS_1
Yang terakhir terlihat tertekan atas permintaan atasannya
namun ia berusaha untuk mengabulkan permintaan tersebut. “Resiko yang akan kita
terima akan sangat besar, saya tidak yakin kita dapat melewatinya” desahnya.
Sikap semua orang menegang akibat ucapannya, tidak
terkecuali ketua Remi. Mereka berusaha kembali memandang Parsi lebih dekat
lagi.
“Apakah kita tidak dapat melewati dan menanggung resiko
itu?” Tetua Fengtian tidak dapat membantu sehingga ia mengajukan pertanyaannya.
Parsi tidak menjawab melainkan membuka matanya yang nampak
lebih berkarisma lalu berpindah menatap ketua Remi. “Ketua!”
Ketua Remi menggeleng pelan, ia mengetahui kebenaran dari
kata- kata Parsi namun sulit untuk menerimanya. “Itu Benar”
“Dengarkan! Nantinya sejak kekaisaran resmi mencabut aliansi
dengan kita maka seluruh wilayah yang kita miliki serta kuasai akan berpindah
kepemilikan ditangan kekaisaran. Mau tidak mau kita akan mendapatkan perampasan
yang tidak adil dari berbagai pihak. Tentunya ini disebabkan atas perintah
kekaisaran.”
“Kekaisaran akan dengan mudah menggunakan otoritasnya
sebagai penguasa untuk membuat pengaturan bagi seluruh guild, aliansi,
organisasi, klan ataupun kerajaan untuk mengambil wilayah kita dengan paksa
serta beberapa perguruan juga ikut dalam hal ini.”
Ketua Remi tidak berdaya, sungguh putusan tersebut sangat
menggangunya saat ini.
“Tapi ketua, kita memiliki beberapa pendukung kuat dari
jajaran guild dan organisasi. Klan Dao juga ikut mendukung kita.” Ucap tetua
Fengtian.
“Memang benar mereka mendukung kita tapi dibawah paksaan dan
intimidasi dari kekaisaran mereka juga tidak dapat berkutik lebih jauh. Apalagi
sekarang ini Guild Secret God nampak tertutup akibat kehancuran pilar Light
__ADS_1
Hall mereka.”bantah Parsi.