
Ledakan cukup keras terjadi akibat benturan dari sihir dan
serangan monster ular. Reynal yang melindungi tetua Fengtian terpaksa harus
terlempar belasan meter di udara karena efek dari ledakan yang begitu kuat.
“Dia sangat merepotkan! Kita mungkin hanya bisa bertahan
selama 15 menit lagi. Cepat beritahu Secret Toun untuk mempercepat kecepatan
terbang mereka. Legenda Mo Fan yang memiliki kecepatan tercepat disana segera
mengajukan diri dan langsung terbang menuju Secret Toun.
Sementara itu 7 pendekar yang bertugas menahan monster ular
kembali menyerang monster itu dengan sekuat tenaga. Ledakan demi ledakan
terjadi dan semakin lama suara ledakan semakin keras bahkan kadang mampu
menyebabkan daerah sekitar bergetar.
“Racun Pelangi Kala!” teriak tuan Blue Scorpion yang
kemudian di tangannya muncul sebuah energi yang pelahan membentuk semacam
racun. Racun itu terdiri dari beberapa warna yang seolah tidak dapat menyatu
dan membuatnya mirip dengan Pelangi karena memilii warna yang beragam.
Meski begitu racun masih dipegang oleh Scorpion Blue, namun
jika ada orang yang bahkan hanya menyentuhnya tanpa sengaja maka ia tidak akan
bisa hidup Selama 2 menit.
Adapun bagi pendekar seperti mereka adalah efeknya sama
dengan mendapatkan kutukan hitam yang kuat. Para pendekar yang terkena tidak
akan mati namun juga ia tidak akan bisa hidup sebelum mendapatkan penawarnya.
Reynal juga dapat merasakan racun ini sedikit berbahaya
__ADS_1
bahkan baginya yang seorang ahli racun dan alchemy. Reynal kemudian menoleh kea
rah peri jahat dan bertanya, “Apa jenis racun yang digunakan oleh Tuan Scorpion
Blue? Apakah ini jenis racun yang paling kuat ?”
Reynal bertanya seperti itu sebab dari seluruh racun yang
telah digunakan oleh Scorpion Blue hanya racun ini yang ia rasakan memiliki
perasaan berbahaya. Namun kemudian Peri Jahat menggeleng pelan membuat Reynal
menjadi terkejut.
“Racun Pelangi Kala bukanlah racun terkuat di dalam guild
Seribu Racun sebab ia bahkan tidak setingkat dengan racun Dewa Gunung milik
guild kami. Tapi diantara seluruh jenis racun, dapat dikatakan jika Racun
Pelangi Kala adalah yang tersulit dicari, dibuat dan didapatkan penawarnya. Dikatakan
hanya tuan Scorpion Blue yang mampu membuat penawar dari racun ini!”
berharap jika racun itu dapat melemahkan atau mungkin dapat membunuh monster
ular itu.
Scorpion Blue melemparkan racunnya kearah monster ular yang
sedang menatapnya. Ia menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan racun
Pelangi Kala membuat sang monster ular mengepakkan sayapnya dan terbang
menghindari racun tersebut.
“Sihir Api!” Reynal kemudian menggunakan sihirnya untuk
menghalangi jalan pelarian sang monster. Dibantu dengan pendekar lainnya,
mereka berturut- turut memblokir jalan yang memungkinkan sang monster
menghindari serangan Scorpion Blue.
__ADS_1
Legenda Dinda segera menggunakan energi panah dan
menembakkan 3 panah secara berturut- turut dan membuatnya berhasil melukai
salah satu sayap sang monster.
“HISSST!!” Monster itu menjerit keras merasakan salah satu
sayapnya telah robek karena tempakan panah legenda Dinda. Kecepatan dan arah
terbangnya mulai tidak seimbang yang membuat Legenda Lucy mendapat giliran
untuk melemparkan tombak pusakanya untuk merobek sayap yang tersisa dari
monster ular.
“SSSIIHHH!!” Monster itu sekali menjerit merasakan sayapnya
kembali robek. Ular itu tanpa disangka jatuh karena sayapnya telah robek dan
tidak lagi dapat terbang di udara.
Para pendekar melihat ular itu akan mencoba memasuki tanah
untuk melarikan diri segera kembali menyerangnya. Tuan Scorpion Blue, Peri
Jahat dan Rafflesia menyerang secara bersamaan setelah mendapatkan celah dari
monster ular.
“SHHHIII!” Ular itu mendesis untuk yang terakhir kalinya
sebab setelah menerima serangan dari 3 pendekar racun, tubuhnya mulai membujur
kaku tak bergerak.
“Kita akan menunggunya selama 10 sampai 15 menit lalu
mengambil kembali racun didalam tubuh monster ular ini! Setelah itu kita akan
membagi tubuhnya menjadi 8 bagian membagi rata untuk para pendekar yang telah
berpartisipasi untuk membunuh monster Ular.”
__ADS_1