
Ular kepala 7, itu mirip dengan keberadaan mitos di bumi namun sekarang Reynal tengah menghadapinya. Kekuatan dari ras malaikat itu juga meningkat menjadi lapisan 5 membuat Reynal merasa akan sedikit sulit menghadapinya.
Adapun 7 kepala itu sama- sama mengeluarkan api yang sangat panas menyemburkannya pada Reynal. Reynal tidak sigap segera dikelilingi oleh cincin api.
“Hahaha, Tetua Yin kau menghancurkan seluruh bawahan ular yang telah ku kembangkan selama bertahun- tahun lamanya dengan apimu itu. Sekarang kau akan bersatu dengan para bawahanku dengan terbakar melalui api milikku!”
Ular itu kembali menyemburkan api ke arah Reynal, tapi kali ini Reynal telah bersiap, dengan kuat ia menciptakan perisai es abadi untuk melindungi tubuhnya.
“Perisai Es Abadi!”
Walau sedikit tidak senang, ular itu tetap menyerang es abadi Reynal. “Apa kau yakin es mu yang lemah itu mampu membuat apiku tidak berdaya?!”
__ADS_1
“Hehehe, siapa yang bilang saya hanya mengandalkan perisai ini?” Reynal tertawa, namun tawanya sangat keras hingga membuat monster ular itu mendesis ketakutan.
“Raungan Naga Azure!” Reynal menggunakan salah satu keterampilan Anial dari Leona. Ia menciptakan belasan gelombang suara yang menakutkan.
Bagi bangsa binatang seperti monster ular, raungan seperti itu adalah titik lemah bagi mereka. Bahkan tidak menyebutkannya, Reynal dapat melihat monster ular itu perlahan bergerak menjauh.
“Saya akui kekalahan!” Monster ular itu rupanya telah kembali pada bentuk aslinya yaitu pendekar malaikat yang menentang Reynal. Kali ini ia terlihat sangat pucat dengan bercak darah di ujung mulutnya. Reynal bisa tahu jika monster ular itu telah menderita cedera yang parah akibat serangannya.
Dalam waktu seperti itu, akan sangat mungkin baginya mendapat tantangan dari pendekar lainnya. Saat itu tiba maka ia tidak akan bisa melawan dengan kekuatan penuhnya dan mungkin akan mengalami kekalahan.
Sebab itu Reynal memberikannya obat yang telah diracik oleh legenda Draco khusus untuknya. Efek obat itu sangat luar biasa sebab butuh waktu beberapa jam untuk membuat 3 buah pil obat. Walau Reynal lebih suka menggunakan sihir penyembuhannya namun efek dan khasiatnya akan jauh berbeda. Reynal menyimpan obat itu jika ia terluka dalam pertarungan penting sehingga cederanya akan segera sembuh dan ia akan bisa melanjutkan pertarungannya.
__ADS_1
“Terimakasih!” Walau awalnya ia membenci Reynal, namun kini setelah melihat ketulusan Reynal membuat hati pendekar itu luluh. Ia mengucapkan terimakasih pada Reynal dan meminta maaf atas tindakannya yang buruk sebelumnya.
“Tidak perlu berterimakasih, kau pantas untuk mendapatkan tempat disini. Hanya karena kau bertemu dengan saya lebih awal membuatmu menderita seperti ini!” ucap Reynal.
Mungkin perkataan Reynal terdengar sombong namun ia jujur berbicara saat itu. Reynal saat ini memiliki kekuatan mengimbangi pendekar dewa puncak. Tempat seharusnya untuk Reynal adalah 30 besar. Sebab itu sangat wajar bagi Reynal untuk mengalahkan pendekar seperti dirinya dengan mudah.
Reynal saat ini tidak berniat untuk kembali, ia bermaksud untuk menantang pendekar nomor 95. Pendekar nomor 95 adalah seeorang dari bangsa Orc. Ia memiliki warna kulit hijau dengan tubuh dipenuhi dengan sisik seperti ikan.
“Apa kau ingin menantang tempat ini?” Bangsa Orc itu berkata dengan penuh kebencian. Ia menatap Reynal yang mana merupakan Ras Manusia dengan tatapan membunuh yang kuat.
“Benar saya menantang kau untuk bertarung, apa kau takut?!” Sikap Reynal sangat berbeda dengan sikap ketika ia berhadapan dengan bangsa Elf, Malaikat ataupun yang lainnya. Ketika ia berhadapan dengan bangsa Orc, sikapnya sangat dingin dan penuh provokasi.
__ADS_1
“Takut? Hahaha, saya ragu kau yang akan takut nantinya” Ia mengeluarkan kapak yang besar dari batu roh penyimpanannya. Lalu menatap Reynal dengan penuh penghinaan, “Tubuhmu akan terbelah dengan kapakku ini!”