
“Kau telah mengetahuinya bukan?” sesosok mahkluk asap itu kembali lagi dihadapan Reynal begitupula dengan ruangan putih dan pintu kebenaran yang masih berada ditempatnya dengan kondisi tertutup rapat.
“Kenapa kau memilihku?” tanpa ia sadari mulutnya yang sedari tadi tidak dapat ia gerakkan kini dapat bergerak bebas. Ia juga tidak lagi merasakan medan gravitasi yang membuat tubuhnya dapat terjatuh kelantai.
“Karena kau memiliki tekad, aku melihat tekad yang sangat besar padamu... Namun setelah aku mengetahui kau hanya bertekad untuk segera kembali ke duniamu itu aku sungguh kecewa.
Dunia tempat kau berasal sangatlah lemah, kenapa kau ingin kembali ke dunia yang lemah itu? sedangkan kau disini mendapatkan kekuatan yang sangat besar yang tidak pernah sekalipun kau bayangkan”
“Itu sangat wajar, aku adalah penduduk bumi bukan dunia Soun. Dan lagipula walau dunia itu lemah dihadapanmu namun banyak kenangan dan sesuatu yang tidak aku dapatkan dalam dunia Soun. Dari dunia itulah aku merasakan rasa sakit, rasa kecewa, dibohongi, difitnah dan tidak diakui. Tapi disisi lain dunia itu yang mengajarkan diriku untuk berjuang, berharap pada diri sendiri dan bukan orang lain, bekerja keras demi sesuap nasi juga dari dunia itu aku belajar cara memaafkan, cara menolong bahkan cara membalas dendam” bantah Reynal.
“Jika memang seperti itu maka aku hanya dapat mengatakan bahwa Sang Dewa sendirilah yang menuntunku untuk menunjukmu... Ingatlah satu hal ini, kau mungkin dapat kembali ke duniamu namun pengorbanan yang akan kau bayarkan akan sangat besar melebihi apa yang dapat kau terima. Kau tidak boleh memaksakan dirimu seperti sebelumnya, jika saja aku tidak menolongmu mungkin kau tidak akan pernah lagi untuk bernafas.”
__ADS_1
“Kau memiliki takdir untuk membawa dunia Soun menjadi lebih baik, lakukan lah itu seiring kau mengumpulkan kekuatan untuk kembali ke dunia asalmu. Aku memohon padamu, dewa menunjukku untuk tugas terakhir ini...”
“Baiklah aku akan mencoba semampuku tapi sebelum itu aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan padamu”
“Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan... Kau ingin mengetahui dibalik kejadian tiga tahun lalu, ketika kau bersama dengan seluruh pemain Dark Game menghilang dan dibawa ke dunia Soun? Kau ingin mengetahui siapa sebenarnya yang melakukan hal tersebut? Apa motifnya dan tujuannya?”
“Be... benar”
Reynal menggangguk paham, ia kemudian meminta untuk menjelaskan kejadian dibalik peristiwa tiga tahun yang lalu. Dimana dirinya disedot masuk kedalam dunia yang sangat jauh dari dugaan dan khayalannya.
“Tiga tahun yang lalu, tepat ketika segel kurungan dan dimensi ruang dan waktu melemah, seorang dengan kekuatan yang menyamai diriku terbebas dari dunianya. Dengan kekuatannya ia mengirimkan para manusia bumi menuju dunia yang berbeda dengan harapan tujuannya dapat tercapai.”
__ADS_1
“Tidak mungkin, jika orang itu memiliki kekuatan yang sama sepertimu maka dialah adalah orang yang berbahaya. Duniaku pasti saat ini diambang kehancuran, aku harus keluar secepatnya dari dunia Soun ini.”
“Hahahah, tenanglah! Selama aku masih ada maka orang itu tidak akan mengacau lebih jauh. Aku dapat menghentikannya namun jika itu terjadi maka keseimbangan dunia akan lebih kacau dari sebelumnya sebab itu aku memilihmu sebagai perwakilanku, tangan kananku untuk mengendalikan dunia ini.”
“Syukurlah kalau begitu, jika benar kau dapat menahannya untuk sementara waktu maka aku akan berjanji untuk menepati ramalan sakti itu. aku pastikan dunia ini akan menjadi dunia yang damai seperti yang kau inginkan” Reynal berlutut memberikan hormatnya, ia sadar sosok dihadapannya tidaklah berbohong ataupun ingin menipunya.
“Kalau begitu aku akan mengembalikanmu, aku akan selalu mengawasimu dari sini dengan pintu kebenaran.”
“Baik”
Perlahan kesadaran Reynal mulai memudar, matanya menjadi berat membuat dirinya perlahan menutup matanya. Sosok dihadapannya itu perlahan menghilang bersama dengan pintu kebenaran dan ruangan putih lalu bergantikan ruangan gelap yang kosong melompong.
__ADS_1