Dark Game

Dark Game
20


__ADS_3

Reynal sesekali melirik kebelakang melihat Eliza yang masih


mengikutinya. Ia sudah beberapa kali mencoba untuk meminta maaf namun sayang


bukan mendapat maaf melainkan Reynal mendapat serangan yang ganas dari wanita


itu.


Karena merasa ini akan berlarut- larut semakin lama maka


Reynal memutuskan untuk pasrah dan membiarkan Eliza berbuat sesukanya. Reynal


memasang badannya tegap dan menatap Eliza dengan senyum tipis.


“Eliza maafkan aku! Aku tidak bermaksud seperti itu. Kau


hanya salah paham!”


Eliza mendengus kesal, ia menggunakan separuh dari energi


yang ia miliki lalu kemudian menggunakannya untuk membuat serangan yang kuat


pada Reynal. Pemuda itu jelas dapat merasakan energi yang kuat dari Eliza.


Walau kekuatan Eliza sebatas pendekar dewa lapisan 2 namun


nyatanya ia merupakan salah satu dari 5 perempuan terkuat di Akademi Beladiri


sehingga kekuatannya jauh dari dewa lapisan 2 pada umumnya.


Reynal dengan cepat menggunakan energinya untuk menghalangi


serangan itu untuk melukai tubuhnya lebih dalam. Tapi sekuat apapun Reynal


mencoba, karena pemuda itu tidak memasang pertahanan dan hanya menopang


tubuhnya sendiri membuat Reynal merasakan sakit yang sangat di dalam tubuhnya.


Untunglah Eliza tidak menyerang untuk kali kedua setelah itu

__ADS_1


membuat Reynal sedikit bernafas legah. Pemuda itu berniat mendekati Eliza namun


tidak ia duga wanita itu belum selesai, ia bergerak dengan cepat berpindah


tepat dihadapan Reynal.


Reynal terkejut dan belum siap tapi Eliza tidak menunggu.


Eliza menggunakan kakinya untuk menendang perut Reynal dengan keras, terlihat


kakinya itu dilapisi oleh semacam energi tanah yang dapat membantu Eliza


menambah kekuatan dari tendangannya.


Reynal yang belum siap itu segera menyatukan kedua tangannya


untuk menahan tandangan tersebut. Walau pada akhirnya Reynal kembali terpental


beberapa meter namun tendengan Eliza berhasil di tangkis sempurna olehnya.


Eliza saat itu ingin kembali maju dan menyerang Reynal namun


kemudian puluhan akar menjerat kakinya dan perlahan mengikat tubuhnya. Eliza


Apa yang tidak diketahui oleh wanita itu adalah Reynal


sendiri juga tidak mengetahui siapa yang melakukan sihir itu pada Eliza. Ia


terkejut mendapati Eliza dapat dengan mudah terikat oleh sihir Akar Pengikat.


Reynal menoleh kanan dan kiri berusaha untuk mencari siapa


yang melakukannya namun ia tidak mendapati satupun disana yang menurutnya mampu


berbuat seperti itu. Hanya terdapat belasan anggota Akademi Beladiri Dagang


yang sedang berlalu lalang bersama dengan murid Akademi Beladiri yang


kekuatannya setara dengan pendekar Galaksi dan Semesta.

__ADS_1


Pemuda itu ingin mencari siapa yang mempunyai sihir itu tapi


melihat Eliza yang kini semakin marah karena tubuhnya diikat membuat Reynal


tidak tega membiarkannya seperti itu. Ia mengeluarkan sebuah jarum berukuran 30


milimeter atau 3 centimeter dari dalam sakunya lalu kemudian menusukkannya ke


belakang leher Eliza pelan.


“Tidurlah untuk saat ini!” ucap Reynal yang kemudian


menggendong Eliza yang telah tertidur. Reynal melepaskan jarum kecil itu dari


leher belakang Eliza dan menyimpannya kembali.


“Racun Tidur, saya tidak pernah menduga racun yang sangat


tidak pernah saya gunakan dalam pertempuran kini saya gunakan untuk menenangkan


wanita cantik!” Reynal menggeleng pelan lalu kemudian terbang keluar dari


Akademi Beladiri.


Ia kembali ke guild Raja Nirwana sebagai wakil Yin. Reynal


di perjalanan menggunakan sayapnya untuk terbang karena ia akan mengubah


penampilannya bersama dengan Eliza agar tidak diketahui oleh anggota guild Raja


Nirwana dan Hell Memoth.


Reynal cukup mudah untuk melakukan pekerjaan itu, ia kini


telah berubah menjadi seorang wakil Yin yang dikenal oleh guild Raja Nirwana


sedangkan Eliza ia berhasil mengubah wanita itu menjadi seorang nenek tua.


Awalnya Reynal ingin mengubah sedikit penampilan Eliza namun

__ADS_1


entah mengapa perubahannya menjadi sangat besar dan mengubahnya mirip dengan


seorang nenek tua.


__ADS_2