Dark Game

Dark Game
44. Poppey vs Gara bagian 2


__ADS_3

“Terlambat yah? Kalau begitu aku akan membiarkan dirimu untuk lari sekarang juga. Aku tidak ingin melukai siapapun saat ini” ucap Poppey terlihat sombong


“Kita lihat apakah kau dapat melukaiku atau tidak” Gara tetap tidak bergeming dari tempatnya, Poppey semakin kesal dibuatnya.


“Jangan salahkan aku jika kau tidak selamat hari ini” Poppey mengaktifkan sihirnya, bola sihir tingkat matahari awal melesat dengan cepat kearah Gara.


Gara segera mengaktifkan perlindungan dengan memakai kertas jimat pelindung kekuatan Matahari puncak, membuat serangan Poppey tidak bereaksi apa apa padanya. Poppey terkejut, ia tidak menduga Gara dapat menahannya dengan mudah.


“Magic Elf : Light Sword” Poppey tidak ingin lagi serangannya dapat ditahan oleh Gara, ia lantas mengeluarkan sihir tingkat semesta lapisan awal.


Dari langit muncul sebuah sinar terang berwarna keemasan, perlahan sinar itu berubah menjadi pedang cahaya yang berjumlah ratusan buah. Gara mengetahui bahwa Poppey telah memasuki mode serius, ia akan tewas jika tidak berhenti bertarung dengan main main.


“Aku akan ladeni, siapkan kekuatanmu” Gara mengeluarkan tongkat sihir saint yang ia miliki, tekanan yang ia berikan juga semakin besar membuat Poppey gemetar takut.


“Apa apaan orang ini, kenapa dia memiliki kekuatan yang besar” Poppey mengarahkan ratusan pedang cahaya kearah Gara, menurutnya tingkat Galaksi sekalipun tidak akan bisa menahannya.


“Magic Elemen: Earth Defence” seketika tanah bergetar hebat, bongkahan batu segera membuat pelindung diatas kepalanya. Pada bagian atas terlihat lapisan sihir yang sangat kuat, membuat pedang cahaya tidak dapat menembusnya.

__ADS_1


“Magic Elf : Holy Fire” api dalam sekala besar mendekati Gara dari arah belakang dengan tingkat kepanasan yang sangat tinggi. Gara mengaktifkan energi Faith yang ia miliki, ia memanggil dewa Neptunus untuk memadamkan apinya.


Setelah beberapa saat, api milik Poppey padam dengan sendirinya. Merasa kesal, Poppey terus menyerang Gara dengan sihirnya tanpa memerdulikan energinya yang telah hampir habis.


“Sekarang giliranku, aku akan mengalahkan mu dalam tiga serangan” Gara memeriksa sekeliling sebelum mengaktifkan sayap dan tanduknya memastikan bahwa hanya mereka yang berada disana.


“Siapapun yang telah melihatku seperti ini dalam keadaan bertarung maka hanya kematian yang ia dapatkan”


“Magic Dust” hujan energi sihir terjadi, ledakan demi ledakan yang diakibatkan oleh gelombang sihir ketika menyentuh tanah. Poppey menahannya dengan perlindungan tertinggi yang ia miliki.


“Aku akan memberikanmu kesempatan hidup lebih lama jika kau dapat menceritakan seluruh rencana Hell Memoth kepadaku”


“Aku mengetahui bahwa kau memiliki posisi yang cukup tinggi mengingat kau adalah salah satu kaisar sihir bukan?” Gara menghentikan serangannya, Poppey jatuh terduduk energinya telah habis.


“Siapa kau sebenarnya?” Poppey kini sadar bahwa pemuda dihadapannya ini memiliki kekuatan yang luar bisa, jika ia memiliki masalah dengan Hell Memoth maka itu akan menjadi masalah besar.


“Aku hanyalah pengelana kecil” Ucap Gara tersenyum.

__ADS_1


“Apakah kau adalah Kaisar sihir juga? ” Poppey menduga jika Gara adalah kaisar sihir melihat energi sihirnya yang sangat besar walau masih berada pada tingkat bulan.


“Aku bukanlah kaisar sihir, gelar sama sekali tidak menarik bagiku yang hanya seorang pengelana”


“Kenapa kau ingin mengetahui rencana kami?” Gara segera menjelaskan bahwa tidak penting bagi Poppey untuk mengetahui dan bertanya lebih jauh. Sekarang Poppey hanya memiliki pilihan untuk menjelaskan semuanya atau membiarkan dirinya meninggal disini.


“Para Anggota Hell Memoth saat ini telah melakukan pemberontakan diberbagai kerajaan. Jika kau bermaksud untuk menghentikannya maka kau sama saja mengantarkan nyawamu. Rencana ini di ketuai oleh lima dari dua belas pemimpin agung. Kekuatanmu hanyalah seperti seekor serangga dihadapannya.”


Poppey menjelaskan beberapa rencana yang Hell Memoth akan lakukan kedepannya, Gara tersenyum puas dengan informasi yang ia dapatkan. Setelah mendapatkan semua informasi yang ia butuhkan, Gara kembali melepaskan serangannya.


Poppey terkejut dan kesal karena Gara tidak menepati janjinya. “Aku memberikanmu kesempatan hidup lebih lama bukan mengampuni hidupmu.”


“Tidak ada kata maaf untuk mereka yang telah bersekutu dengan Hell Memoth, terlebih kau baru saja membunuh orang tuamu sendiri demi mereka.” Ucap Gara ketika tubuh Poppey hancur akibat serangannya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2