
“Kau telah berhasil menguasai seluruh batu elemen yang ada diluar perkiraanku” ucap Rinto yang masih tidak percaya dengan peningkatan Gara.
Batu elemen biasanya membutuhkan waktu untuk penyerapan namun tidak dengan Gara, ia berhasil menyerap semua batu elemen dalam kurung waktu 2 bulan terlebih batu berlian elemen yang ia serap memiliki kekuatan para dewa elemen.
Tidak heran Draco memutuskan untuk tunduk dengan Gara, ia melihat potensi yang sangat besar pada diri anak itu. “Sekarang saya akan mentransfer seluruh pemahaman dan kekuatan saya kepadamu” Rinto memegang pundak Gara, seketika sebuah energi yang sangat besar menyeruak masuk kedalam tubuhnya.
Gara tidak kuasa menahan sakit, namun untuk menjadi kuat ini bukanlah apa-apa. Setelah hampir 12 jam menyerap kekuatan, tubuh Gara bersinar menandakan prosesnya telah selesai.
Ia bersama Rinto menuju kearah Draco untuk memulai latihan selanjutnya, sebenarnya diperlukan istirahat mental dan fisik.
“Istirahatlah dulu, dan kunjungilah Sindo dikampung. Disana terdapat sebuah masalah, kau harus menolongnya” Draco mengetahui bahwa Sindo mendapat masalah karena ketahuan memiliki banyak keping emas.Ia menyuruh Gara untuk mengatasinya sekaligus melihat penguasaan Gara terhadap ilmunya.
Gara bersiap, ia membawa banyak kertas jimat tingkat Bulan dan bintang serta beberapa tanaman obat dan racun.
~~
__ADS_1
“Hei, Sindo cepat jelaskan bahwa kau telah mencuri dari rumah ku dan mengambil semua uangku” bentak seorang pria berumur 40-an kepada Sindo yang kini telah tergeletak ditanah.
“Ampun tuan, Saya tidak mencuri. Ini adalah uang saya” Sindo merayap dan memeluk kaki seorang pria sepuh yang lebih tua darinya disana. Dapat dipastikan bila pria sepuh itu adalah pemimpin desa atau kepala adat.
“Bagaimana kau mendapatkan banyak uang seperti ini kalau tidak mencuri? “
“Cukup Hog, mana ada maling yang mau mengaku. Arak saja dia disepanjang desa lalu kubur dia hidup-hidup.” teriak Seorang wanita seumuran dengan Sindo.
Hog tersenyum penuh kemenangan, “Baiklah kepala Desa, tapi sebelum itu izinkan hamba untuk mengambil semua uang yang ia simpan” Hog berlari masuk kedalam gubuk milik Sindo, ia mengambil 2 kantong besar emas milik Sindo.
Di lain tempat, seorang pemuda mengamati apa yang barusan terjadi, ia tidak dapat menahan emosinya lagi. Melihat seorang wanita tua yang menolongnya diseret seperti binatang di hadapan semua orang.
Semua warga melihatnya, ada yang merasa sedih, takut, dan marah namun tidak ada yang ingin menolongnya. Mereka tidak memiliki jabatan ataupun kekuatan untuk dapat menolong orang lain. Semakin lama, arakan semakin panjang, pemuda itu sudah tidak dapat menahan emosinya dan berlari menyerbu arakan desa.
“Siapa kau? Beraninya mengganggu upacara hari ini?” ucap kepala desa .
__ADS_1
“Gara? Kaukah itu nak? Pergilah jangan pedulikan Sindo” Sindo mulai khawatir jika Gara bertindak gegabah dalam masalah ini. Ia tidak ingin memperbesar masalah yang terjadi.
“Oh jadi ini salah satu orang yang membantunya.. namamu Gara kan? Baiklah, para penjaga bunuh dia sekarang!” Hog mulai berjalan kearah prajurit desa yang menjaga arakan.
“Cobalah kalau kalian bisa” Ia melihat bahwa seluruh penjaga desa hanya sekuat tingkat bumi lapisan awal. Dengan kekuatannya saat ini, ia hanya perlu Aura Magic Art dan membuat para penjaga mati seketika.
Hog dan kepala desa menjadi gemetar, ia tidak menyangka akan mendapati orang sekuat Gara. Membunuh seluruh penjaga desa dapat mereka lalukan namun tidak secepat Gara. Mereka memperkirakan bahwa Gara berada di puncak tingkat Bumi lapisan Langit. Keduanya menyerang Gara bersamaan, mereka memiliki tingkat kekuatan bumi lapisan akhir Tanah.
Hog mengeluarkan pedangnya sedangkan kepala desa memiliki kekuatan Anial. Semua yang menyaksikan berpendapat bahwa Gara terlalu bodoh akan mati hari ini. Gara hanya tersenyum melihat keduanya menyerang.
“Penjara batu” sebuah batu besar terbentuk dan mulai membungkus tubuh keduanya dalam sekejap lalu hancur seketika bersamaan dengan kedua tubuh yang telah tergeletak tidak berdaya.Semua warga memandangi Gara takut, ia mengeluarkan nafsu membunuh yang begitu pekat.
“Kalian semua akan menerima bagian dari ini....” Gara menatap seluruh warga desa yang melihat seluruh kejadian yang baru saja terjadi dihadapan mereka semua.
__ADS_1