
“Bagaimana caranya untuk mengambil semua mayat pendekar itu?
Mereka sangat kuat semasa hidupnya. Jika dibangkitkan maka kekuatan mereka akan
semakin kuat! terlebih ketua Pembunuh Merah itu, ia memiliki kekuatan yang mampu
memaksa Jacson memakai aura raja yang hebat!” Reynal berbisik pada Embert.
Embert sebelumnya telah berjalan dan berdiri di dekat
Reynal. Sebagai budak rahasia, tentu Embert juga mengawasi banyak orang dan
memberikannya pada Reynal.
“Jangan melakukan hal yang sembrono! Ini adalah markas Hell
Memoth, akan banyak pendekar dewa yang kuat berjaga keamanan disini” Ucap
Embert yang juga berbisik kecil.
“Lalu? Resiko sebanding dengan imbalan yang diterima!
Lagipula 3 jagoan hebat dari Hell Memoth tidak ada disini, akan lebih mudah
merebutnya dari Malaikat Beatrix dan yang lainnya”
Embert ingin mengumpat keras di wajah Reynal, pria itu
bahkan mengatakan bahwa merebut sesuatu dari Malaikat Beatrix dan lainnya
adalah hal yang mudah. Embert tahu bahwa walau kekuatan dari para Malaikat
entah mengapa kini semakin lemah namun ia sendiri bahkan tidak yakin untuk
menang dengan mudah menghadapi Beatrix.
“Tapi, jika anda bisa membuat keributan disini maka mungkin
anda dapat mengambil mayat dari para pendekar itu! Namun saya tidak yakin jika hanya
kau seorang dapat membuat keributan yang besar disini!” ucap Embert penuh
dengan sikap skeptis.
__ADS_1
“Hahaha, kau benar! Saya perlu membuat keributan besar” Reynal
tertawa lebar setelah mendengar usulan yang tak terduga dari Embert. Walau dari
sudut pandang Embert, usulannya sekaligus untuk menghina dirinya namun ia tidak
keberatan sedikitpun.
“Kau mau melakukan apa? Jangan bilang kau ingin memanggil
seluruh pasukan undied milikmu?”
“Ya, saya ingin memanggil mereka, tapi saat ini saya hanya
memiliki 30 undied dewa dan hanya 10 dari mereka yang merupakan undied dewa
yang elit. Sebab itu saya juga akan memanggil Mahkluk yang telah saya kontrak,
jika mereka bergabung maka mungkin akan menimbulkan kekacauan. Saat itu mungkin
akan lebih banyak pendekar dewa yang mati!”
Reynal nyaris tidak menahan tawa bahagianya, Embert segera
menutup mulut Reynal.
Nirwana! Bagaimanapun juga saya masih merupakan wakil dan anggota guild Raja
Nirwana. Saya bertanggung jawab dengan keamanan dan keselamatan dari para
anggota guild lainnya!” Embert menahan Reynal dengan tegas, Reynal yang
melihatnya sedikit menggangguk. Barulah setelah Reynal setuju, Embert
melepaskan pegangannya.
~~
Secara total hanya 300 pendekar yang bertarung dan 150 orang
akan dieliminasi dan berlanjut pada babak kedua. Pertarungan pada babak pertama
selesai dengan memakan waktu hampir seharian. Itu baru selesai ketika hampir
__ADS_1
tengah malam.
Banyak pendekar dewa yang telah lelah bertarung dan ada juga
yang telah lelah melihat berbagai macam konflik yang terjadi selama pertarungan
pendekar terkuat. Bagaimanapun juga, Faksi Hell Memoth terdiri dari banyak
guild besar yang dulunya memiliki masalah yang kemudian disatukan.
Pastinya ketika mereka berkumpul dalam satu tempat,
perkelahian dan konflik pasti akan terjadi. Seperti antara Peri Jahat dan Lou
Shinye juga antara guild Raja Nirwana dan Pembunuh Merah serta masih banyak
yang lainnya.
Tidak sekalipun Hell Memoth melakukan tindakan murni karena
ingin membantu memisahkan para pendekar yang berkonflik. Dalam hal ini mereka
menganggap bahwa hanya yang terkuat dapat hidup dan hanya satu harimau yang
dapat menempati sebuah gunung. Sebab itu Hell Memoth ingin melihat siapa yang
terkuat diantara mereka juga sekaligus melatih mereka.
“Babak kedua akan dilaksanakan setelah 2 hari, selain itu
babak kedua akan menjadi seleksi terakhir untuk faksi Hell Memoth. Jadi saya
harapkan agar anda sekalian mengumpulkan dan meningkatkan kekuatan sebanyak
mungkin....” Beatrix berkata dengan sedikit senyum diwajahnya, ia nampak cukup
puas dengan hiburan hari ini. Ia kemudian memanggil para tetua Hell Memoth
untuk mendampingi masing- masing perwakilan guild yang telah berpartisipasi
hari ini.
Mayat pendekar dewa yang tewas juga selesai disatukan dan
__ADS_1
siap di kembalikan pada masing- masing guild. Namun tepat ketika mereka ingin
kembali, puluhan serangan yang sangat kuat mengguncang altar inti Hell Memoth.