
Seorang pria tua dengan badan yang kurus kering berlari kearah Gara. Tubuhnya di penuhi oleh luka dan kondisinya sangat lemah.
Gara mencoba untuk menolong dengan memberikannya obat-obatan dengan dosis yang tepat. Pria tua itu dengan cepat mengambil dan meminumnya, kondisi badannya perlahan mulai membaik. Lukanya mulai menutup, sinar wajahnya mulai terlihat.
“Terimakasih anak muda, kebaikanmu hari ini akan saya ingat selamanya.” Pria itu kemudian mengucapkan terimakasih kepada Gara lalu menghilang bersama dengan gelombang kabut tebal.
“Siapa kakek tadi? Apa kau terluka?” Draco mencemaskan kondisi tuannya, ia terlalu bersemangat untuk mengumpulkan permata hijau dan melupakan keselamatan Gara.
Gara menjelaskan bahwa dirinya tidak apa-apa dan menyuruh Draco kembali mengumpulkan permata hijau sementara ia akan melanjutkan perjalanan mencari bunga Anggrek Ungu. Berjalan bersama Draco tidak akan membuat dirinya bertambah kuat, saat ini ia harus mengasah kemampuannya selagi berada dalam Lembah Berkabut.
Ia melanjutkan perjalanan, semakin menuju ke dalam maka kabut akan semakin tebal. Monster yang ditemui juga semakin kuat, Gara beberapa kali harus menggunakan kertas jimat untuk menghalau monster yang terlalu kuat.
Selama perjalanan bersama Draco, ia mendapatkan sebuah ilmu baru yang dapat membuatnya menjadi lebih kuat. Sebuah ilmu yang mampu menarik unsur alam kedalam tubuh dan mengubahnya menjadi sebuah energi yang sangat besar.
Ilmu ini Draco miliki dan membuatnya menjadi salah satu legenda yang pernah ada. Dari penjelasan Draco, ia menyimpulkan bahwa ilmu ini akan mudah dilakukan namun kenyataannya berbeda.
__ADS_1
Pertama ia harus membuat seluruh ikatan dalam tubuh terbuka agar proses penyerapan energi dapat maksimal. Penyerapan energi alam yang disebut cakra juga membuat tubuh lebih muda dan bertenaga.
Gara telah berhasil membuka 3 ikatan dan tersisa 37 ikatan. Setiap membuka ikatan akan memakan energi yang besar serta waktu yang lama. Oleh sebab itu ia akan melanjutkan membuka ikatan dalam tubuh setelah mengobati Sindo.
Energi alam sebenarnya dapat diserap oleh tubuh walau tidak melepas ikatan namun energi yang terserap tidak akan begitu murni dan membuat kekuatannya juga tidak maksimal.
Gara beristirahat dan memulihkan tenaga yang hampir habis akibat melawan ratusan monster. Terlebih seluruh mayat monster ia simpan dan membuat kotak penyimpanan terisi penuh. Ia mengeluarkan sebagian lalu mulai memisahkan bagian untuk membuat bahan obat dan membuat racun.
Seluruh monster yang ia kalahkan juga telah ditandai dengan simbolnya sehingga kekuatan pasukan Undied miliknya semakin beragam. Ia yakin akan memenangkan pertarungan kota Awan bulan depan.
Lama termenung memikirkan masa depan, tidak terasa ia tertidur dengan seseorang tengah memperhatikannya dari kejauhan.
~~
Rapat desa tengah diadakan, sembilan legenda juga ikut hadir bersama dengan Sindo. Pasokan bahan makanan semakin sedikit namun lahan pertanian dan perkebunan telah dimaksimalkan. Sindo khawatir desa akan mengalami kelaparan karena masalah ini.
__ADS_1
Sindo meminta saran kepada seluruh jajaran pengurus desa beserta guru akademi beladiri. Guru kelas Perdagangan memberikan solusi kepada kepala desa Sindo. Ia menjelaskan bahwa penghasilan desa telah mengalami peningkatan yang cukup besar, ditambah beberapa kota juga telah membangun perwakilannya disini.
Desa Air Biru telah tumbuh menjadi desa besar, dengan pengendalian ekonomi dan monopoli pasar yang dikuasai membuatnya terkenal hingga kebeberapa kota besar. Sebanyak 3 kota besar telah membangun rumah perwakilan untuk memudahkan membeli barang dagangan.
Usulan untuk menawarkan penjualan besar besaran kepada seluruh kota besar agar mendapatkan pendapatan yang tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan desa nantinya. Akademi beladiri akan mengirimkan sebagian muridnya berkenala menuju kota besar sembari membeli kebutuhan pokok desa.
Sindo merasa itu saran yang bagus, selain membeli kebutuhan pokok. Para murid juga akan berkesempatan untuk menjual produk desa dan menunjukkan kekuatan desa Air Biru pada dunia. Sindo mengirimkan bekal kepada akademi beladiri sebesar 3000 keping emas. Sebagian besar adalah simpanan Sindo yang diberikan oleh Gara sebelum pergi mencari obat untuknya.
Sekitar 30 orang murid akademi beladiri berangkat menuju ke berbagai kota besar. Setiap murid masing masing membawa 100 keping emas untuk pembelian bahan pokok dan membawa 10 kotak obat-obatan, racun dan kertas peledak.
Mereka akan kembali dalam waktu satu bulan kemudian sebab pertarungan kota Awan segera dilaksanakan. Akademi beladiri akan ikut hadir sebagai perwakilan desa Air Biru, sekitar 10 orang murid terhebat akademi akan ikut bagian bersama dengan Gara.
__ADS_1