
Jacson dan ketua guild lainnya segera membawa
seluruh anggota mereka untuk kembali ke markas guild masing- masing. Dalam hal
ini orang yang paling senang tidak lain adalah Jacson, sebab guild Raja Nirwana
mampu mengambil 3 tempat yang mana lebih dari perkiraannya.
“Walau saya akan kehilangan banyak harta yang
penting guild Raja Nirwana bisa tumbuh lebih kuat dan luas adalah yang utama” gumam
Jacson dalam hati.
Jacson juga membuat perayaan besar, ia
mengundang guild Gunung Beracun, Seribu Racun, dan guild Rumah Bunga Tidur
untuk merayakan hal tersebut.
Halu King yang terluka parah selama
pertandingan sayang sekali melewatkan pesta selama sehari itu. Perwakilan para
guild yang diundang juga mengetahui bahwa sekarang hubungan diplomatik dan
informasi yang dimiliki oleh guild Raja Nirwana akan dikelola oleh Reynal sebab
itu mereka berlomba- lomba untuk membangun hubungan yang dekat.
Diantara mereka banyak sekali adalah musuh-
musuh besar Halu King yang masih menjaga hubungan dengan guild Raja Nirwana.
Reynal tentu menyambut mereka dengan ramah, ia bahkan mempersilahkan para tamu
perwakilan dari guild besar lainnya untuk mengunjungi istana yang baru saja ia
bangun.
Walau begitu, para ketua guild besar seperti
Scorpion Blue, Peri Jahat dan Helan tidak hadir dan hanya mengirimkan
perwakilan mereka. Jacson tentu memaklumi hal tersebut, ia tidak mengambil
__ADS_1
pusing dan tetap melaksanakan perayaan dengan meriah.
Pesta selesai, Reynal kemudian mengajak para
tamu yang berhubungan dengannya untuk menginap di dalam istananya. Para utusan
guild besarpun juga tidak segan, mereka ingin memiliki hubungan dengan Reynal
yang merupakan pendekar jenius sejati yang menguasai 3 kekuatan sekaligus.
Reynal meminjam pelayan dan koki yang dimiliki
oleh Embert dan Jacson untuk menjamu tamu di istanahnya sebab ia belum memiliki
penjaga dan pelayan disana.
Adapun para tamu, pertama kali mereka memasuki
istana milik Reynal, wajah mereka dipenuhi dengan kekaguman. Gaya istana yang
dibangun oleh Reynal memang bergaya sangat berbeda dengan gaya yang berada di
dunia Soun.
Ia membangun istana tersebut dengan gaya
kerajaan indonesia tempat kelahirannya dibumi.
“Wah! Ini indah sekali, saya belum pernah
menjumpai istana yang indah seperti ini” seorang tetua dari guild Gunung
Beracun berdecak kagum.
“Benar- benar pantas dengan keindahan seorang
jenius seperti wakil Yin” Wakil guild Seribu Racun, Raflesia ikut memuji.
Reynal benar tidak siap dnegan pujian
Raflesia, “Anda sungguh pandai memuji. Ini hanyalah istana yang saya bangun
dengan terburu- buru. Dibandingkan dengan keindahan yang anda miliki sebenarnya
sangat berbeda jauh. Dapat dikatakan istana saya adalah sampai di samping anda,
__ADS_1
Wakil Raflesia”
Raflesia tersenyum mendengar pujian Reynal. Ia
kemudian melanjutkan perjalanan mereka mengagumi seluk beluk istana Reynal. Embert
yang berdiri disebelah Reynal berdehem keras mengganggu keduanya.
Raflesia tertawa melihat Embert seperti itu,
tapi ia tidak berani mengatakan apa- apa. Embert, Chayton dan Sea Lean, dan
beberapa tetua dari guild Raja Nirwana juga penasaran dengan istana Reynal
sebab itu mereka mengikuti rombongan tersebut.
Namun apa yang membuat para perwakilan guild
besar tidak siap adalah ketika 2 jam telah berlalu untuk dihabiskan dengan
mengagumi istana. Mereka mulai merasakan pergerakan aneh di dalam istana.
“Wakil Yin, mengapa istana anda? apakah itu
akan rubuh?!” tanya seorang asisten dari wakil Halu King.
Reynal mendengarnya sedikit jengkel. Ia tahu
jika asisten tersebut ikut dalam rombongan hanya karena ingin mencari kesalahan
Reynal dan kemudian mengejeknya. Dan kali ini ia benar- benar berpikir untuk
mendapatkan bahan ejekan.
“Hahaha, tenanglah semua.” ucap Reynal
menenangkan para tamunya. Ia kemudian mengalihkan tatapannya pada asisten
tersebut lalu berkata “Saya heran mengapa wakil Halu King membuat anda menjadi
salah satu asistennya? padahal sebenarnya anda sangat bodoh dan berpengetahuan
pendek. Gerakan ini tidak lah terasa seperti istana yang akan roboh, seharusnya
anda merasakan ini juga!”
__ADS_1
“Lalu mengapa istana ini bergoyang?” asisten
kokoh.