
Draco jelas sangat
marah dengan perbuatan Hell Memoth. Mereka telah kesekian kalinya menyerang
Akademi Beladiri dengan segala cara. Hari ini ia tidak lagi bisa bersabar
menghadapi semuanya, bersama dengan Albert keduanya akan menahan Hell Memoth.
Draco kemudian
melepaskan energinya yang kuat, terlihat aura yang dimiliki oleh Draco adalah
Aura Sihir Putih 9 Tingkat. Auranya membentuk sebuah pagoda besar dengan 9
tingkat lantai dapat dilihat oleh semua orang.
Para pendekar yang
melihatnya jelas merasakan kagum dengan kekuatan aura tersebut. Mereka tidak
pernah melihat atau menjumpai aura yang agung seperti mlik Draco, itu tidak
terkecuali Halu King dan yang lainnya.
Berbeda dengan yang
lainnya memiliki pandangan kagum, Black Dangger merubah sikapnya menjadi
sedikit gugup. Ia jelas dapat merasakan kekuatan Draco mungkin sebanding atau
lebih kuat darinya.
Belum lagi orang yang
disebelahnya, orang itu bahkan belum mengeluarkan aura miliknya namun Black
Dangger telah merasakan ketajaman sebuah pedang berasal membuatnya merinding
ketakutan.
Disatu sisi ia ingin
kembali, ia tahu jika menghadapi salah satu dari keduanya maka akan sulit
baginya untuk hidup hari ini. Namun disisi lain, ia juga memiliki wajah di
depan Halu King dan pihak sekutu. Jika dirinya melarikan diri maka Halu King
dan pendekar lainnya akan mengatakan jika dirinya pengecut dan takut dengan
kekuatan Akademi Beladiri.
Draco tertawa melihat
__ADS_1
sikap gugup Black Dangger, ia mengibaskan tongkatnya ke langit. Seketika di
langit muncul belasan es batu yang besar dari sebuah portal sihir. Es batu yang
membentuk semacam pedang yang runcing itu menatap lurus kebawah tepat pada
pasukan Hell Memoth dan sekutunya.
Halu King dan pendekar
yang ada disana seketika merasakan hawa dingin yang menusuk sampai ketulang
mereka. Mereka yakin jika belasan es tersebut dijatuhkan maka bukan hanya
mereka tidak akan bisa selamat, namun juga tubuh mereka akan seketika membeku
oleh udara dingin.
“Es Meteorit!” ucap
Draco pelan.
Usai mengatakan itu,
es besar di atas langit mulai berjatuhan ke bawah. Black Dangger menggertakkan
giginya. Ia juga sulit membayangkan sihir Draco yang terlihat mudah sekali
dibuat tapi sudah bisa membuat pasukannya menggigil ketakutan.
Black Dangger. Sebuah pisau hitam kecil dengan corak merah seketika muncul di
dalam genggaman Black Dangger.
Pisau itu kemudian
mengeluarkan aura berwarna hitam dan segera menahan belasan es batu yang akan
menjatuhi para pendekar dibawahnya.
“Heh! Es yang
merepotkan” umpat Black Dangger kesal. Ia awalnya merasa akan butuh sedikit
tenaga untuk menghancurkan belasan es yang berukuran besar itu. Namun nyatanya
ia dapat merasakan perlahan energi pisau iblis yang menahan es mulai terkikis
akibat membeku oleh udara dingin yang ada di sekitar.
Akhirnya Black Dangger
mengerahkan banyak energi yang ia miliki untuk menghancurkan sihir es milik
__ADS_1
Draco. Black Dangger mengelus dahinya yang sedikit berkeringat, ia kini menatap
Draco dengan sedikit ketakutan di matanya.
“Sihir yang terlihat
biasa di buat oleh pendekar misterius itu tapi nyatanya saya harus mengeluarkan
banyak sekali tenaga untuk bisa menghancurkannya! Siapa sebenarnya orang ini,
bagaimana Akademi Beladiri memiliki pendekar sepertinya?” tanya Black Dangger
di hatinya. Mungkin Black Dangger akan pingsan ketika mengetahui Akademi
Beladiri memiliki 10 legenda yang kekuatannya tidak kalah dengan Draco.
Ia merupakan salah
satu pendekar tinggi Hell Memoth yang meremehkan Akademi Beladiri sebelumnya.
Mereka meremehkan Akademi Beladiri karena dikabarkan tidak memiliki pendekar
dewa lapisan 5 yang menjadi pendekar tertinggi disana sedangkan Hell Memoth
memiliki lebih dari 3 pendekar dewa puncak.
Namun kini ia sadar
bahwa selama ini Akademi Beladiri menyimpan sosok pendekar yang sangat kuat. “Untuk
mendapatkan pendekar yang kuat seperti itu, tentu butuh banyak sumber daya yang
dihabiskan oleh Akademi Beladiri! Saya yakin jika mereka hanya memiliki seorang
pendekar sepertinya. Sangat tidak mungkin jika pendekar yang berada disebelah
penyihir itu juga memiliki kekuatan yang setara?!”
Black Dangger melihat
pasukannya yang mulai kehilangan semangat untuk menyerang membuatnya tersenyum
kecut. “Hei kalian tunggu apa lagi? Penyihir yang disana biar saya yang urus,
kalian berdua puluh akan menghadapi Qin Feng dan pendekar pedang itu!”
Mereka kemudian
tersadar, beberapa mereka juga berpikiran sama dengan Black Dangger dan
menganggap penyihir yang menggunakan sihir es nya itu adalah pendekar terkuat
dimiliki oleh Akademi Beladiri. Qin Feng dan seorang yang menggunakan pedang
__ADS_1
tidak mungkin memiliki kekuatan yang mampu mengalahkan mereka berdua puluh.