
Peri jahat terpaksa kembali melepaskan Lou Shinye dan yang
lainnya. Seolah ia tidak memiliki pilihan lain selain melepaskan Soul Slave. Lou
Shinye yang dilepaskan kini nampak menyedihkan, ia menatap peri jahat dengan
marah.
“Jika kakak saya mengetahuinya maka kau dan dia akan
dibunuh!” Lou Shinye menunjuk Reynal yang berada di pinggir lapangan.
Peri Jahat juga mengetahui Reynal dan ancaman dari Luo
Shinye namun tidak sedikitpun ia takut. Pendekar yang ditakutinya disini hanyalah
3 kuasa mutlak yang bersatu, selain ketiganya Peri Jahat tidak gentar
menghadapi siapapun.
Peri Jahat kemudian menatap semua pendekar yang ada disana,
sebagian tidak melakukan apapun dan sepertinya tidak berniat untuk ikut campur.
Sebagian lainnya memilih untuk mendukung Lou Shinye, sebab guild Rumah Bunga
Tidur memiliki banyak koneksi dengan guild besar lainnya.
Tak lama setelah itu, beberapa arena juga telah berakhir. Kini
lebih dari separuh arena telah selesai bertempur. Banyak pendekar lemah yang
telah kehabisan energi untuk menghadapi lawannya dalam pertarungan kali ini.
“Bagi pendekar yang telah lolos dalam pertarungan dapat
menginap di tempat yang telah kami sediakan! Namun jika kalian masih ingin menunggu
separuh pertarungan lainnya selesai maka silahkan menunggu disini” Black
__ADS_1
Dangger melangkah pergi meninggalkan para peserta.
Ia bersama dengan 2 kuasa mutlak lainnya bergegas kembali
dan meninggalkan para Malaikat Suci untuk menjaga separuh pertarungan lainnya.
Reynal juga ingin kembali beristirahat dan menghubungi Raja
Racun, Namun ia melihat separuh dari pertarungan yang belum selesai kurang
lebih diisi oleh para pemain kuat yang telah ia atur dengan sengaja sebelumnya.
Diantara mereka terdapat 5 perwakilan guild Raja Nirwana yang
masih bertahan yaitu Jacson dan 4 wakilnya. Mereka berlima nampak mendominasi
lawannya yang juga merupakan pendekar yang kuat.
Terutama Jacson yang menghadapi Ketua dari guild Pembunuh
Merah. Lawannya walau mahir dalam pembunuhan namun ia sangat tidak cocok
yang brutal.
Ketua guild Pembunuh merah telah beberapa kali terkena
serangan Jacson dan kini tubuhnya dipenuhi dengan luka. Ia menatap Jacson Prier
dengan marah.
“Tidak saya sangka kau masih sangat kuat! Saya kira setelah
beberapa tahun, kekuatan kita akan setara namun saya tidak menduga jika kau
juga semakin bertambah kuat! Sepertinya ambisi untuk menelan guild Raja Nirwana
harus ditunda untuk beberapa tahun lagi” ucap ketua guild Pembunuh Merah.
Jacson yang mendengarnya sangat marah, sebelumnya ia
__ADS_1
mendengar jika guild Pembunuh Merah memiliki ambisi yang besar untuk menelan
guild besar lainnya. Ia pikir itu mustahil dan Cuma rumor belaka, namun
perkataan ketua guild Pembunuh Merah membuktikan semuanya.
“Kau sampai kapanpun tidak akan bisa untuk menghancurkan
atau bahkan menelan guild Raja Nirwana.” Ketua Jacson menoleh pada seluruh
pertarungan yang tersisa lalu menoleh pada para penonton di pinggir arena.
“Kau lihat! Diantara anggota guild yang saya miliki lebih
separuh masih melakukan pertarungan dengan para pendekar hebat dan separuh
lainnya berhasil untuk maju dalam babak kedua. Sedangkan untuk guild Pembunuh
Merah? hanya tersisa kau di pertarungan dan seorang wakilmu yang telah menang.”
Jacson tertawa puas, ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran ketua guild
Pembunuh Merah.
“Karena kau memiliki ambisi yang besar, maka di masa depan
kau mungkin akan menjadi guild Secret God yang kedua. Ada baiknya jika saya
membunuhmu hari ini dan menyingkirkan kemungkinan yang merepotkan dimasa depan”
Ketua Jacson menghentikan tawanya, ia mengambil tombak emas
yang ia miliki. “Hari ini adalah kematianmu, dan hari ini guild Pembunuh Merah
akan menjadi bawahan dari guild Raja Nirwana!”
“Jaring Pembunuh!” Ketua Jacson melepaskan jurus terkuatnya
melawan ketua guild pembunuh
__ADS_1