Dark Game

Dark Game
410


__ADS_3

Peri jahat terpaksa kembali melepaskan Lou Shinye dan yang


lainnya. Seolah ia tidak memiliki pilihan lain selain melepaskan Soul Slave. Lou


Shinye yang dilepaskan kini nampak menyedihkan, ia menatap peri jahat dengan


marah.


“Jika kakak saya mengetahuinya maka kau dan dia akan


dibunuh!” Lou Shinye menunjuk Reynal yang berada di pinggir lapangan.


Peri Jahat juga mengetahui Reynal dan ancaman dari Luo


Shinye namun tidak sedikitpun ia takut. Pendekar yang ditakutinya disini hanyalah


3 kuasa mutlak yang bersatu, selain ketiganya Peri Jahat tidak gentar


menghadapi siapapun.


Peri Jahat kemudian menatap semua pendekar yang ada disana,


sebagian tidak melakukan apapun dan sepertinya tidak berniat untuk ikut campur.


Sebagian lainnya memilih untuk mendukung Lou Shinye, sebab guild Rumah Bunga


Tidur memiliki banyak koneksi dengan guild besar lainnya.


Tak lama setelah itu, beberapa arena juga telah berakhir. Kini


lebih dari separuh arena telah selesai bertempur. Banyak pendekar lemah yang


telah kehabisan energi untuk menghadapi lawannya dalam pertarungan kali ini.


“Bagi pendekar yang telah lolos dalam pertarungan dapat


menginap di tempat yang telah kami sediakan! Namun jika kalian masih ingin menunggu


separuh pertarungan lainnya selesai maka silahkan menunggu disini” Black

__ADS_1


Dangger melangkah pergi meninggalkan para peserta.


Ia bersama dengan 2 kuasa mutlak lainnya bergegas kembali


dan meninggalkan para Malaikat Suci untuk menjaga separuh pertarungan lainnya.


Reynal juga ingin kembali beristirahat dan menghubungi Raja


Racun, Namun ia melihat separuh dari pertarungan yang belum selesai kurang


lebih diisi oleh para pemain kuat yang telah ia atur dengan sengaja sebelumnya.


Diantara mereka terdapat 5 perwakilan guild Raja Nirwana yang


masih bertahan yaitu Jacson dan 4 wakilnya. Mereka berlima nampak mendominasi


lawannya yang juga merupakan pendekar yang kuat.


Terutama Jacson yang menghadapi Ketua dari guild Pembunuh


Merah. Lawannya walau mahir dalam pembunuhan namun ia sangat tidak cocok


yang brutal.


Ketua guild Pembunuh merah telah beberapa kali terkena


serangan Jacson dan kini tubuhnya dipenuhi dengan luka. Ia menatap Jacson Prier


dengan marah.


“Tidak saya sangka kau masih sangat kuat! Saya kira setelah


beberapa tahun, kekuatan kita akan setara namun saya tidak menduga jika kau


juga semakin bertambah kuat! Sepertinya ambisi untuk menelan guild Raja Nirwana


harus ditunda untuk beberapa tahun lagi” ucap ketua guild Pembunuh Merah.


Jacson yang mendengarnya sangat marah, sebelumnya ia

__ADS_1


mendengar jika guild Pembunuh Merah memiliki ambisi yang besar untuk menelan


guild besar lainnya. Ia pikir itu mustahil dan Cuma rumor belaka, namun


perkataan ketua guild Pembunuh Merah membuktikan semuanya.


“Kau sampai kapanpun tidak akan bisa untuk menghancurkan


atau bahkan menelan guild Raja Nirwana.” Ketua Jacson menoleh pada seluruh


pertarungan yang tersisa lalu menoleh pada para penonton di pinggir arena.


“Kau lihat! Diantara anggota guild yang saya miliki lebih


separuh masih melakukan pertarungan dengan para pendekar hebat dan separuh


lainnya berhasil untuk maju dalam babak kedua. Sedangkan untuk guild Pembunuh


Merah? hanya tersisa kau di pertarungan dan seorang wakilmu yang telah menang.”


Jacson tertawa puas, ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran ketua guild


Pembunuh Merah.


“Karena kau memiliki ambisi yang besar, maka di masa depan


kau mungkin akan menjadi guild Secret God yang kedua. Ada baiknya jika saya


membunuhmu hari ini dan menyingkirkan kemungkinan yang merepotkan dimasa depan”


Ketua Jacson menghentikan tawanya, ia mengambil tombak emas


yang ia miliki. “Hari ini adalah kematianmu, dan hari ini guild Pembunuh Merah


akan menjadi bawahan dari guild Raja Nirwana!”


“Jaring Pembunuh!” Ketua Jacson melepaskan jurus terkuatnya


melawan ketua guild pembunuh

__ADS_1


__ADS_2