
Reynal menemui
Benjamin di tempat yang telah mereka tentukan sebelumnya. Ia mengira
kedatangannya terlalu terburu- buru, namun ketika melihat Benjamin yang terlhat
lebih dahulu sampai dan menunggunya membuat Reynal tersenyum canggung.
“Saya telah
memberitahukan ini pada pangeran Mahkota, ia juga ingin menemuimu! Ikuti saya!”
ucap Benjamin meninggalkan Reynal.
Entah mengapa Benjamin
kelihatan sedikit berbeda dengan yang ia temui siang tadi. Reynal ingin
menanyakannya tapi ia merasa itu tidak tepat mengingat waktu bertemu dengan
pangeran Mahkota hanya malam ini. Sebab itu ia tidak ingin membuang waktu dan
segera menyusul Benjamin.
Tidak sampai 5 menit,
mereka berdua tiba di penginapan. Benjamin langsung masuk tanpa Gerakan
tambahan, ia tentu tidak ingin dicurigai oleh jendral yang lain. Ia hanya
sedikit melirik kearah Reynal seolah memastikan bahwa Reynal telah
menghilangkan keberandaannya disana.
Reynal menggunakan
sihirnya untuk membuat para pendekar kekaisaran yang berjaga tidak melihatnya.
Benjamin mengangguk puas, ia masih mampu merasakan beberapa fluktuasi yang
sengaja di keluarkan oleh Reynal untuk membuat Benjamin tetap mengetahui
keberadaannya.
Kemudian keduanya
masuk ke dalam penginapan, dari pandangan awal Reynal sudah dapat melihat
setidaknya ada 2 jendral bintang 2 yang ikut berjaga disana. Kekuatannya
__ADS_1
mungkin sedikit lemah dibandingkan Black Soul namun mereka tetap merupakan
pendekar dewa puncak yang kuat dan tidak bisa diremehkan oleh Reynal.
Selain keduanya,
Reynal juga merasakan setidaknya ada 30 pendekar dewa yang ikut berjaga,
terlebih kekuatan mereka yang terlemah pada tingkat Dewa lapisan 2 membuat penjagaan
dalam penginapan kecil itu super ketat.
Benjamin ingin
memasuki kamar dari Pangeran Mahkota namun tiba- tiba langkahnya dihentikan
oleh 2 jendral dua bintang. Benjamin sedikit terkejut melihat keduanya menahan
dirinya, belum sempat ia bertanya lebih jauh seorang dari mereka segera
menjelaskan kepada Benjamin.
“Tuan Benjamin, ini
sudah malam! Kau tidak seharusnya memasuki kamar pangeran, ia saat ini mungkin
sudah tidur nyenyak. Saya takut anda membangunkannya”
berbicara itu memiliki tubuh yang tinggi namun kurus dan ringkih, dengan bola
mata yang besar membuat Reynal yang melihatnya di belakang sedikit terkejut. Ia
tentu tidak pernah memikirkan jika terdapat seorang pendekar yang kuat
sepertinya.
“Konjiro, saya
memiliki pertemuan penting dengan pangeran mahkota malam ini” ucap Benjamin
tegas.
Jendral berbadan kurus
tinggi yang bernama Konjiro itu sedikit terkejut, ia kemudian menoleh pada
temannya yang berbadan gempal. Reynal dapat melihat jendral yang berbadan
gempal itu sebenarnya tidak begitu berbahaya dan cenderung terkesan ramah dan
__ADS_1
baik.
Namun tentunya Reynal
juga mengenal baik beberapa orang yang memiliki wajah seperti itu namun
kepribadian mereka yang jauh berbeda. Bahkan orang yang seperti itu adalah yang
paling berbahaya menurut Reynal.
“Oh, Tuan Benjamin
tidak biasanya anda memiliki urusan seperti ini pada pangeran di waktu
istirahat? Terlebih saya bisa melihat wajah anda sedikit cemas, ini memang
sangat penting bukan? Baiklah saya percaya pada anda, jendral Konjiro tolong
beri jalan pada tuan Benjamin!” ucap jendral berbadan gempal itu.
“Terimakasih Kotaro,
kau sungguh pengertian” Benjamin memberi anggukan pada Kotaro. Ia sama sekali
tidak melihat Konjiro lagi dan segera memasuki ruangan pangeran Mahkota dengan
kasar.
Konjiro dan Kotaro
yang melihat Benjamin memasuki kamar pangeran mahkota saling berpandangan
bingung. Mereka melihat Benjamin tidak langsung menutup pintu setelah masuk
melainkan membukanya beberapa saat seperti sedang menunggu seorang memasuki
ruangan itu selain dirinya.
Konjiro dan Kotaro
tidak melihat bayangan Reynal memasuki kamar pangeran Mahkota dengan mudah
sambil mengikuti Benjamin.
“Mereka sepertinya
sedikit mencurigaimu tuan” ucap Reynal yang kini telah memperlihatkan wujudnya.
“Ya, mereka mencurigai
__ADS_1
saya. Tapi itu tidak akan apa- apa selama mereka tidak melihatmu!” balas
Benjamin.