Dark Game

Dark Game
499


__ADS_3

Reynal menemui


Benjamin di tempat yang telah mereka tentukan sebelumnya. Ia mengira


kedatangannya terlalu terburu- buru, namun ketika melihat Benjamin yang terlhat


lebih dahulu sampai dan menunggunya membuat Reynal tersenyum canggung.


“Saya telah


memberitahukan ini pada pangeran Mahkota, ia juga ingin menemuimu! Ikuti saya!”


ucap Benjamin meninggalkan Reynal.


Entah mengapa Benjamin


kelihatan sedikit berbeda dengan yang ia temui siang tadi. Reynal ingin


menanyakannya tapi ia merasa itu tidak tepat mengingat waktu bertemu dengan


pangeran Mahkota hanya malam ini. Sebab itu ia tidak ingin membuang waktu dan


segera menyusul Benjamin.


Tidak sampai 5 menit,


mereka berdua tiba di penginapan. Benjamin langsung masuk tanpa Gerakan


tambahan, ia tentu tidak ingin dicurigai oleh jendral yang lain. Ia hanya


sedikit melirik kearah Reynal seolah memastikan bahwa Reynal telah


menghilangkan keberandaannya disana.


Reynal menggunakan


sihirnya untuk membuat para pendekar kekaisaran yang berjaga tidak melihatnya.


Benjamin mengangguk puas, ia masih mampu merasakan beberapa fluktuasi yang


sengaja di keluarkan oleh Reynal untuk membuat Benjamin tetap mengetahui


keberadaannya.


Kemudian keduanya


masuk ke dalam penginapan, dari pandangan awal Reynal sudah dapat melihat


setidaknya ada 2 jendral bintang 2 yang ikut berjaga disana. Kekuatannya

__ADS_1


mungkin sedikit lemah dibandingkan Black Soul namun mereka tetap merupakan


pendekar dewa puncak yang kuat dan tidak bisa diremehkan oleh Reynal.


Selain keduanya,


Reynal juga merasakan setidaknya ada 30 pendekar dewa yang ikut berjaga,


terlebih kekuatan mereka yang terlemah pada tingkat Dewa lapisan 2 membuat penjagaan


dalam penginapan kecil itu super ketat.


Benjamin ingin


memasuki kamar dari Pangeran Mahkota namun tiba- tiba langkahnya dihentikan


oleh 2 jendral dua bintang. Benjamin sedikit terkejut melihat keduanya menahan


dirinya, belum sempat ia bertanya lebih jauh seorang dari mereka segera


menjelaskan kepada Benjamin.


“Tuan Benjamin, ini


sudah malam! Kau tidak seharusnya memasuki kamar pangeran, ia saat ini mungkin


sudah tidur nyenyak. Saya takut anda membangunkannya”


berbicara itu memiliki tubuh yang tinggi namun kurus dan ringkih, dengan bola


mata yang besar membuat Reynal yang melihatnya di belakang sedikit terkejut. Ia


tentu tidak pernah memikirkan jika terdapat seorang pendekar yang kuat


sepertinya.


“Konjiro, saya


memiliki pertemuan penting dengan pangeran mahkota malam ini” ucap Benjamin


tegas.


Jendral berbadan kurus


tinggi yang bernama Konjiro itu sedikit terkejut, ia kemudian menoleh pada


temannya yang berbadan gempal. Reynal dapat melihat jendral yang berbadan


gempal itu sebenarnya tidak begitu berbahaya dan cenderung terkesan ramah dan

__ADS_1


baik.


Namun tentunya Reynal


juga mengenal baik beberapa orang yang memiliki wajah seperti itu namun


kepribadian mereka yang jauh berbeda. Bahkan orang yang seperti itu adalah yang


paling berbahaya menurut Reynal.


“Oh, Tuan Benjamin


tidak biasanya anda memiliki urusan seperti ini pada pangeran di waktu


istirahat? Terlebih saya bisa melihat wajah anda sedikit cemas, ini memang


sangat penting bukan? Baiklah saya percaya pada anda, jendral Konjiro tolong


beri jalan pada tuan Benjamin!” ucap jendral berbadan gempal itu.


“Terimakasih Kotaro,


kau sungguh pengertian” Benjamin memberi anggukan pada Kotaro. Ia sama sekali


tidak melihat Konjiro lagi dan segera memasuki ruangan pangeran Mahkota dengan


kasar.


Konjiro dan Kotaro


yang melihat Benjamin memasuki kamar pangeran mahkota saling berpandangan


bingung. Mereka melihat Benjamin tidak langsung menutup pintu setelah masuk


melainkan membukanya beberapa saat seperti sedang menunggu seorang memasuki


ruangan itu selain dirinya.


Konjiro dan Kotaro


tidak melihat bayangan Reynal memasuki kamar pangeran Mahkota dengan mudah


sambil mengikuti Benjamin.


“Mereka sepertinya


sedikit mencurigaimu tuan” ucap Reynal yang kini telah memperlihatkan wujudnya.


“Ya, mereka mencurigai

__ADS_1


saya. Tapi itu tidak akan apa- apa selama mereka tidak melihatmu!” balas


Benjamin.


__ADS_2