Dark Game

Dark Game
234. Pengobatan 9


__ADS_3

Reynal jatuh terduduk ketika ia berhasil memindahkan kutukan tubuh Secret Jung pada tubuhnya. Energi kelam yang dirasakan Reynal sangatlah tidak biasa dan sangat kuat seolah kutukan itu mencoba untuk menghilangkan kesadarannya.


Secret Ryu dan Secret Jung berteriak khawatir ketika melihat Reynal terjatuh, mereka dengan cepat menghampiri Reynal untuk membantunya berdiri. Mereka melihat wajah Reynal kian memucat, seakan tidak ada darah yang mengalir diwajahnya.


“Kau baik- baik saja?” Secret Ryu terlihat sangat khawatir, sejak Reynal menceritakan rencananya untuk memindahkan kutukan kepada dirinya, Ryu sangat menentangnya namun Reynal selalu mengatakan itu dapat dia atasi.


“Aku baik- baik saja, berikan sedikit waktu agar aku dapat memusnahkan kutukan ini”


Reynal berusaha berdiri, ia mengeluarkan tongkat Saintnya lalu mulai berjalan menuju sudut ruangan yang telah ia buatkan segel suci. Setelah itu ia duduk bersila lalu mulai mengonsumsi obat yang sama dengan yang digunakan oleh Secret Jung dan Secret Seung.


Reynal juga merapalkan mantra sihir yang ia gabungkan dengan energi Faith, seketika segel suci yang berada dibawahnya mulai bersinar terang dengan cahaya emas yang cukup menyinari ruangan tersebut. Cahaya itu menandakan Reynal sedang berusaha untuk menghancurkan kutukan yang saat ini berada dalam tubuhnya.

__ADS_1


Beberapa kali ia terlihat mengeluarkan darah hitam dari sudut bibirnya yang telah menghitam bersama dengan kedua belah tangannya yang berubah warna menjadi sedikit lebih gelap. Perubahan yang dialami oleh Reynal ini menandakan kutukan itu kembali bereaksi dan telah berhasil mendapatkan satu titik kehidupan Reynal lalu mulai menyelimutinya.


Reynal merasakan kesadarannya mulai menghilang secara perlahan, ia seperti menahan sakit yang sangat pada bagian dadanya juga disaat bersamaan ia merasa sangat mengantuk membuat dirinya tidak tahan untuk menutup matanya.


“Aku tidak boleh kalah dengan kutukan ini” gumam Reynal, ia kembali mencoba untuk merapalkan sebuah mantra untuk memperkuat segel suci dengan sekuat tenaga.


Disisi lain ruangan tersebut, Secret Ryu dan Secret Akio menatap Reynal dengan harap- harap cemas. Mereka berdua tidak akan membiarkan satu korban lagi yang jatuh akibat kutukan tersebut.


Ia kemudian mulai merapalkan mantra, cahaya berkah berwarna biru muda keluar dari telapak tangan Secret Ryu yang memiliki tanda segel suci. Cahaya itu memasuki tubuh Reynal, membuat Reynal sedikit tersentak.


“Saudara Rey, tahanlah! Aku yakin kau dapat memusnahkan kutukan jahat itu” teriak Secret Ryu sambil terus mengalirkan energi Faith miliknya.

__ADS_1


Secret Akio tidak tinggal diam ketika kedua pendekar muda dihadapannya sedang berjuang untuk kebaikan Secret God. Secret Akio menyusul muridnya itu untuk membantu Reynal.


Berbeda dengan muridnya yang menggunakan tangan kosong, Secret Akio mengeluarkan sebuah pusaka berbentuk kalung dengan lambang dewi Reina. Ia kemudian mengairkan energi Faith pada Reynal melalui kalung tersebut. Kalung Secret Akio mengeluarkan pendar cahaya berwarna putih terang, cahaya itu memasuki tubuh Reynal membuat pemuda itu kembali tersentak.


Setelah beberapa saat setelah bantuan dari murid dan guru itu membuat energi kelam yang menyelimuti titik kehidupan Reynal sedikit melemah. Reynal tidak membuang kesempatan yang terbaik untuk menghancurkan kutukan tersebut. Ia merapalkan mantra untuk kembali memperkuat segel suci juga memperkuat khasiat dari obat yang sebelumnya ia konsumsi.


Pendar cahaya emas yang menyelimuti tubuh Reynal perlahan menghilang setelah mereka bertiga berjuang selama tiga jam. Energi yang dimiliki oleh Secret Ryu dan Secret Akio telah berkurang banyak karena ketika membantu Reynal, mereka berdua mengeluarkan kekuatan penuh mereka.


“Cesss” sekelebat asap hitam keluar dari kepala, lubang hidung, telinga dan mulut Reynal menandakan kutukan tersebut telah berhasil dimusnahkan.


Reynal mengucapkan terimakasih pada Secret Ryu dan Secret Akio atas pertolongan mereka sebelum akhirnya tumbang kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2