Dark Game

Dark Game
129


__ADS_3

“Oh seperti itu, Tuan Black King memang sangat hebat!”


“Dengan tuan Black King disini, kita tidak akan sulit mengalahkan Akademi Beladiri!”


Pasukan kerajaan Neteer tertawa senang, mereka mengira Reynal adalah sosok penyelamat mereka.


“Karena kalian berkata seperti itu maka terjadilah” dengan senyum tipis, Reynal mengeluarkan sihirnya yang kuat. Sihir itu mengguncang bumi bahkan mencapai 300 meter. Awan- awan hitam yang menggumpal dilangit mulai bersatu dan memunculkan petir merah putih dan hitam. Seolah kiamat telah tiba.


“Lihatlah sihir Black King sangat kuat!”


“Hahaha, Akademi Beladiri akan musnah!”


Dipihak lain, tetua Parsi telah mengamati sejumlah pasukan yang mengepung baris pertahanan. Diantara mereka ia melihat Reynal memimpin dengan angkuh. Ada senyum kecil di wajah tetua Parsi. “Anak ini, bahkan saya hampir tertipu dengan aktingnya”  


Kemudian ia melihat pasukannya yang nampak khawatir. Mereka juga melihat adegan yang mengerikan itu. “Siapkan pertahanan paling kuat yang kita miliki! Kita akan berperang dengan sekuat tenaga hari ini. Pastikan untuk membunuh setiap pasukan musuh, tapi ingatlah jika kalian menemui pria yang ada disana maka kalian harus mundur sejauh yang kalian bisa!” Tetua Parsi berkata.

__ADS_1


Bagaimanapun identitas Reynal sangat dirahasiakan mungkin hanya satu banding seribu anggota Akademi yang mengetahui identitas Reynal. Sebab itu tetua Parsi tidak ingin pasukannya bertindak bodoh dengan menghadapi musuh yang adalah teman mereka sendiri.


“Akademi Beladiri! Kalian begitu lancang telah memasuki dan membangun kekuatan di kerajaan Night! Dalam 3 detik jika kalian tidak mundur dan kembali maka kiamat akan segera menemui kalian!” Reynal berbicara sambil mengedarkan energinya. Itu membuat suaranya meskipun tidak berteriak masih terdengar jelas hingga seluruh kota.


Tidak lama, datang balasan dari tetua Parsi, “Kami tidak akan mundur! Cobalah untuk menyerang kami!” Nadanya yang tenang dan dipenuhi kepercayaan diri.


“Satu!”


“Dua!”


“Tiga!”


“Bang!” Tabrakan antara sihir Reynal dan pertahanan Akademi membuat banyak pasukan baik di dalam maupun diluar pertahanan terlempar belasan meter. Hanya Reynal dan beberapa pendekar lapisan 3 yang bertahan tepat berdiri di tempatnya.


“Pertahanan mereka hancur, tapi itu telah menghabiskan separuh energi yang saya miliki!” Reynal tersenyum kecut kepada para pasukannya.

__ADS_1


“Kalian harus berhati- hati, saya dapat merasakan beberapa sosok yang kuat menjaga kota itu. Saya akan menahan mereka, tapi kalian harus cepat membunuh yang lainnya” Reynal tidak menunggu tanggapan mereka, ia segera melesat dengan cepat memasuki kota dan memulai pertarungannya dengan tetua Parsi.


“Reynal bagaimana kita akan bertarung?” Tetua Parsi bertanya melaluki komunikasi rahasia.


“Tetua, gunakan kekuatan penuhmu. Sementara saya akan pura- pura untuk tertekan! Saya tidak akan terluka dengan seranganmu selama itu bukanlah titik vital” Reynal segera menjawab. Dengan cara begini, mereka tidak akan menimbulkan kecurigaan.


Reynal nantinya akan beralasan jika ia mendapati tekanan yang sangat kuat dari seorang pendekar Dewa Bumi disana itulah sebabnya ia tidak dapat melawan dengan baik serangan tetua Parsi. Setelah itu, ia akan membiarkan setengah dari prajurit dan pendekar yang ia bawa tewas setelah itu barulah ia akan bertindak seolah melarikan diri dan membantu pendekar yang lainnya untuk lari.


Tetua Parsi percaya dengan rencana Reynal, ia dengan ganas menyerang Reynal dengan segala macam juru dan teknik membuat pertarungan keduanya sangat aktif. Beberapa pendekar yang tidak jauh dari keduanya harus terpukul belasan meter akibat terkena serangan nyasar dan pantulan serangan.


Reynal juga melancarkan serangannya walau bukan serangan penuh namun itu cukup membuat para pendekar yang lain jatuh sekarat. Sebab itu tidak ada pendekar yang berani bertarung di dekat mereka berdua.


Pada dasarnya kekuatan pasukan Akademi Beladiri jauh lebih kuat dibandingkan pasukan kerajaan Night. Mereka dengan cepat mendapatkan keuntungan membuat pasukan kerajaan terpojok dan hanya bisa melakukan pertahanan pasif.


“Baiklah, langkah selanjutnya!” Reynal tersenyum tipis. Dengan lambaian tangannya yang tersembunyi lebih dari 50 undied Dewa tiba- tiba muncul dan mulai menyerang para tentara kerajaan dari arah belakang.

__ADS_1


Reynal dengan panik berteriak pada pasukannya, “Waspada! Musuh menyerang dari belakang!”


Tapi refleks pasukannya sangatlah lambat, mereka baru saja menyadari ketika beberapa rekan mereka tewas di serang oleh pasukan Undied.


__ADS_2