Dark Game

Dark Game
283. Konflik Keluarga Crow 3


__ADS_3

Halu King bersama dengan dua orang tetua utama serta puluhan pendekar Galaksi bergerak menuju kediaman keluarga Crow. Halu King telah mendapatkan kabar bahwa keluarga Crow selama ini menyimpan sebuah tanda pengakuan sebab itu ia menginginkannya untuk melengkapi permintaan Hell Memoth.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Halu King akhirnya tiba di kota Mountain House, kota yang tertelak pada puncak gunung sekaligus menjadi kota yang dikelola oleh keluarga Crow.


Kediaman keluarga Crow terlihat sangat megah karena dibangun tepat pada puncak gunung tertinggi, serta terbuat dari susunan- susunan batu yang megah dan besar. Pahat dan ukiran yang menghiasi dinding batu juga terlihat disepanjang kediaman keluarga Crow.


Yang menjadi daya tarik disana adalah hanya keluarga utama yang tinggal di dalam istanah dan sisanya akan tinggal di dalam gua- gua yang dibagun dari melubangi gunung. Pasar, serta kebun juga berada dalam gua yang paling besar.


Keluarga Crow menyambut rombongan Halu King dengan sedikit dingin, terkecuali seorang penjaga keluarga yang bernama Thomas Crow. Kepala keluarga Crow, Richard hanya menyambutnya pada ruang utama. Eliza bersama dengan Dicky juga turut hadir mendampinginya.


Halu King jelas tersinggung dengan pelayanan dan penyambutan yang mereka terima namun selama mereka belum mendapatkan apa yang mereka cari maka Halu King akan terus bersabar.

__ADS_1


“Tuan Halu King, kami sungguh tersanjung dengan kedatangan tuan di kota Mountain House namun sungguh kami tidak menduga tujuan tuan kemari hanya ingin mengambil harta berharga keluarga kami” Richard Crow tidak dapat menahan amarahnya ketika Halu King tanpa basa basi meminta.


Pembuluh darah vena yang terdapat di dahi dan leher Richard timbul, membuktikan amarahnya yang tidak terbendung. Ia sungguh tidak ingin jika Halu King ataupun pihak Hell Memoth ingin memeras dan memanfaatkan mereka.


“Keluargamu akan mendapatkan derajat yang tinggi dari guild Raja Nirwana jika membantu kami, namun jika kalian mempersulit urusan ini maka saya sendiri yang akan turun tangan.” Halu King membalas namun ia masih sangat tenang seolah kemarahan dan penolakan Richard tidak berarti apa- apa baginya.


“Tuan saya mengerti, tapi sesuai dengan perkataanku sebelumnya. Keluarga Crow tidak akan memberikan harta berharga turun temurun keluarga kami pada orang luar.”


Belakangan barulah ia mengetahui bahwa salah satu penjaga keluarga telah menjalin kerjasam dengan Halu King dan menghianati keluarga Crow. Richard telah meminta penjelasan Eliza dan Dicky mengenai hal ini dan terbukti tetua Thomas yang berkhianat.


“Richard apa kau tahu dengan tindakanmu itu? kau ingin menetang guild Raja Nirwana?!” nada Halu King meninggi, membuat suasana ruangan tersebut semakin panas.

__ADS_1


“Tuan maafkan kami tapi sekali tidak akan tetap tidak!!” Richard meninggalkan ruangan, ia tidak lagi memikirkan Halu King dan rombongannya disana. Walau hari ini keluarga Crow harus hancur maka ia akan memberikan perlawanan keras. Yang pastinya kekuatan keluarga Crow tidak boleh dipandang sebelah mata walaupun itu guild Raja Nirwana.


Yang tersisa diruangan itu hanyalah Thomas Crow yang mendampingi Halu King, sementara penjaga Dicky dan Eliza mengikuti Richard.


“Thomas apa maksudnya ini?! kau bilang mengambil benda itu sangat mudah namun apa yang kudapatkan hari ini? kau tahu apa akibatnya!” Halu King melempar Thomas sampai lelaki tua itu bersujud tepat dibawah kakinya.


Thomas bergetar hebat, ia sangat takut dengan kemarahan Halu King. Ialah yang sebenarnya membocorkan semua rahasia keluarga Crow juga meyakinkan Halu King agar ia mendapat dukungan guild Raja Nirwana untuk menggulingkan kepala keluarga Richard Crow.


“Tuan, aku tahu ini salahku. Mohon ampun tuan” Thomas tidak berhenti bergetar, walau ia seorang pendekar Semesta lapisan lima namun dihadapan Halu King ia mengeluarkan air matanya dan memperlihatkan ketakutan yang sangat.


“Kau akan kumaafkan jika benda itu malam ini menjadi milikku!”

__ADS_1


Halu King akhirnya meninggalkan ruangan tersebut setelah Thomas menyanggupinya. Thomas mengatakan bahwa ia memiliki rencana malam ini.


__ADS_2