
“Menyerahlah! Dengan kekuatanmu sekarang ini, kau tidak akan bisa menang melawan kami bertiga” ucap salah satu dari mereka.
“Tidak, aku tidak akan menyerah pada kalian. Aku akan terus menghentikan perbuatan buruk kalian pada warga kota dan yang lainnya” ucap pendekar tua itu sambil menahan tiga buah luka pada bagian perutnya.
Setelah mereka bertarung beberapa saat, pendekar tua itu terlihat sangat kerepotan. Ia hanya dapat memberikan satu luka dalam pada mereka sedangkan ketiganya memberikan beberapa luka kecil dan tiga buah luka yang cukup besar pada bagian perut pendekar tua itu.
Kondisi pendekar tua itu tidak terlihat baik, sedangkan lawannya masih berada dalam kondisi prima. Jika saja dari awal ia tidak mendapatkan luka dalam dari pertarungan sebelumnya mungkin, pendekar tua itu dapat mengimbangi bahkan mengalahkan mereka. Namun dengan kondisinya saat ini ia hanya dapat bertarung imbang dengan salah satu dari mereka.
“Aku mengetahui kehebatanmu pendekar Parsi, kau adalah pendekar pengelana yang telah melewati lebih dari tiga kekaisaran membuatmu memiliki kekuatan yang besar dan pengalaman yang banyak. Namun jika saja dua bulan yang lalu kau tidak memutuskan untuk ikut campur dalam urusan kami, nyawamu mungkin hari ini masih akan selamat.”
__ADS_1
Pendekar tua itu tidak lain adalah Pendekar Parsi, seorang pendekar yang memiliki nama besar pada tiga kekaisaran seperti Humanie Empire, Elver Empire, dan Kekaisaran Sihir Tinggi. Ia terkenal dengan sebutan pendekar penjelajah karena kebiasaannya berpindah- pindah dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Yubao, walau hari ini nyawaku tidak tertolong namun aku cukup puas dapat membunuh lebih dari setengah petinggi guildmu. Nyawaku ini setara dengan mereka semua. hahaha” ucap Pendekar tua itu setelah memuntahkan darah berwarna hitam.
“Kau sungguh mengenaskan, baiklah kalau kematian adalah kemauanmu akan aku kabulkan.” Ucap pendekar yang memiliki kekuatan paling tinggi diantara ketiganya sekaligus yang bernama Yubao itu.
“Gulungan Pisau”
Akibatnya Parsi berdiri dengan pasrah, ia tersenyum mengingat beberapa petualangannya yang begitu hebat. Di antara ingatannya itu muncul sebuah pertarungan melawan petinggi Hell Memoth yang menginginkan kembalinya pusaka mereka. Pertarungan itu juga membuat Parsi mengenal seorang pemuda dengan kekuatan dan bakat yang luar biasa.
__ADS_1
Sementara ia mengingat kenangan indahnya itu, tiba- tiba muncul seorang pemuda lengkap dengan ketiga pasang sayapnya yang berkilauan diantara Parsi dan serangan Yubao. Parsi dan ketiga lawannya itu terkejut dengan kedatangan pemuda misterius, sebelumnya mereka tidak merasakan kehadirannya membuat ketiganya memasang wajah waspada.
Pemuda itu dengan mudah menghentikan serangan Yubao membuat Yubao kian merasakan bahaya pada dirinya. Yubao berniat untuk kembali menyerang namun tiba- tiba saja sebuah racun berwarna hijau pekat muncul dan menyerang dirinya bersama dengan kedua pendekar lainnya.
~~
Reynal kemudian mendengar percakapan mereka berempat, ia membuka penutup mulutnya ketika mengetahui pendekar tua yang sedang sekarat itu bernama Parsi.
“Aku harus menolong Parsi” Reynal kemudian turun dari awan hitam buatannya, ia kemudian menghentikan serangan dari pendekar bernama Yubao dengan kertas jimat tingkat Semesta.
__ADS_1
Setelah itu Reynal segera menggendong Parsi dan mengeluarkan serangan kabut beracun pada pendekar Yubao dan lainnya membuat jarak pandang ketiganya menjadii terbatas. Reynal menggunakan kesempatan itu untuk segera terbang dengan kecepatan tinggi menuju penjaga Luck dan Jack.