Dark Game

Dark Game
165


__ADS_3

Di medan pertarungan lainnya, Legenda Destian telah berhasil memanggil 10 roh pahlawan dan 3 roh biksu yang agung. Dengan mereka, Destian berhasil melawan 3 malaikat sekaligus.


Tentu saja arena paling brutal dan paling kejam adalah arena si kembar Leona dan Leoni. Mereka kini telah menghabisi 3 total malaikat bersayap dua. Ketiga malaikat itu telah mengalami siksaan dan berakhir dengan mayat yang terpotong- potong.


Beberapa legenda lainnya juga memperlihatkan kekuatan mereka yang perkasa, namun tetap saja pihak Akademi Beladiri masih lebih lemah dibandingkan pasukan malaikat. Reynal dapat melihat bahwa satu persatu pendekar dari  6 kekaisaran dan Akademi Beladiri terbunuh ditangan para malaikat.


“Sial! Saya harus membangkitkan para Undied, Mahkluk Roh dan Gerbang Neraka untuk membantu!” Reynal juga ikut terpojok ketika berhadapan dengan 2 malaikat bersayap dua sekaligus.


“Magic Aura Art!” Reynal memukul mundur kedua malaikat bersayap itu, lalu dengan cepat membuka tiga gerbang neraka yang telah ia taklukkan. Segera tiga gerbang neraka berwarna merah, hijau dan hitam muncul di langit.


Para malaikat yang semulanya ganas bertarung kini berdiri mematung melihat 3 gerbang muncul di langit.


“Itu pasukan neraka!” Salah satu malaikat bersayap empat berkata dengan cemas.


“Gerbang Darah, Gerbang Racun dan Gerbang Hantu! Terbuka!” Reynal berteriak keras membuat suasana semakin gempar.


Ketiga gerbang itu terbuka bersamaan, segera aura mencekam menyelimuti dunia Soun hingga membuat para pendekar yang memiliki kekuatan lemah hampir jatuh menggigil ketakutan.

__ADS_1


Iblis Lucifer, Iblis Racun dan Iblis Hantu telah keluar dari gerbangnya. Mereka segera menyapa Reynal.


“Tidak perlu sikap formal. Hari ini saya membutuhkan bantuan kalian bertiga!” Reynal berkata dengan tegas. Ia sedikit senang melihat kekuatan Lucifer dan Iblis Racun mencapai pendekar dewa Bumi lapisan 2 sedangkan iblis hantu telah menjadi pendekar bumi lapisan 3.


“Reynal, selalu saja kau memanggil kami jika sesuatu yang sulit terjadi.” Poison King berkata dengan tidak puas.


“Sudahlah, kalian telah sangat berkembang setelah bersatu. Sekarang saatnya untuk membuktikan kekuatan kalian. Saya akan merasa malu jika kalian dikalahkan oleh malaikat- malaikat lemah itu”


Reynal kembali melanjutkan pertarungannya sedangkan ketiganya juga mulai memilih lawan sebanding dengan mereka.


“Lalu? saya juga tidak menduga jika ras neraka akan dipanggil oleh seorang anak yang lemah” cibir sang malaikat.


Lucifer terkekeh pelan, “Begitu kah? tapi ini cukup bagus karena hari ini saya akan merasakan perasaan membunuh seorang malaikat”


“Segel darah!” Lucifer melemparkan tekniknya sementara sang malaikat juga tidak tinggal diam. Sang Malaikat mulai merapalkan mantra suci untuk menahan segel Darah Lucifer.


Segel darah dan mantra suci memiliki sifat yang saling menekan membuat kedua serangan itu segera menghilang ketika bertabrakan.

__ADS_1


Lucifer dan sang malaikat sejenak saling berpandangan, mereka berusaha mengukur kekuatan lawan mereka. Setelah itu Lucifer dan sang Malaikat kembali melakukan serangan, kali ini serangan mereka jauh lebih intens.


Lucifer awalnya hanya ingin menguji air mengetahui kekuatan lawan namun melihat ia berakhir dalam pertempuran intens dengans ang malaikat.


“Hei, sibodoh itu kembali pamer. Ia mengambil hal yang tidak dapat ia tangani dengan mudah.” Sang Poison King mengejek. Ia terlihat sangat biasa dengan pemandangan itu.


“Reynal memanggil kita untuk membantu dan cara tercepat untuk membantu Reynal adalah menghabisi banyak lawan” Poison King berkata dengan percaya diri. Raja Hantu mendengus lalu pergi menjauh dari poison King, sama seperti Lucifer ia juga telah mengambil lawan.


Kali ini lawannya adalah malaikat bersayap empat. Untuk menghadapi malaikat bersayap 4, raja Hantu tidak perlu membuat begitu banyak kekuatan.


Bersamaan dengan itu Poison King juga telah mengambil bagian. Ia menghadapi 2 malaikat bersayap 4 secara bersamaan.


“Hujan Racun!” Poison King berteriak. Cairan hijau turun dan mulai menargetkan kedua malaikat di depannya.


Malaikat itu berusaha untuk menghindar dengan cara menyihir cairan itu menjadi beku namun usahanya sia- sia sebab Poison King mengirimkan pukulan api untuk menetralisir elemen es sang malaikat. Malaikat itu terpental jatuh dengan darah merembes pada pundak


“Cahaya Menundukkan!” Malaikat lainnya juga mengeluarkan jurus andalannya. Sebuah sinar cahaya yang terang mulai membentuk sebuah niat pedang yang luas. Pedang itu kemudian berhasil menghentikan racun Poison King.

__ADS_1


__ADS_2