Dark Game

Dark Game
149


__ADS_3

“Black King, anda sebaiknya menyerah! Kami telah mengepung anda disini” Seorang pendekar dengan sebuah pedang ditangannya berkata dengan tegas.


“Hm, apakah anda benar- benar bisa menahan saya disini?” Reynal tersenyum tipis, ia melambaikan tangannya dan seketika kabut berwarna putih menyelimuti radius 100 meter. Itu sukses menutupinya dan para murid legenda.


“Asap putih apa ini?”


“Sial dia ingin kabur!”


Mereka bersepuluh mengutuk tindakan Reynal dan mencoba segala kekuatan untuk menghilangkan kabut. Namun sekuat apapun usaha mereka, kabut itu tidak dapat hilang dari pandangan.


Tiba- tiba murid dari legenda Anial berseru keras, “Semuanya waspada, ia masih ada disini” Namun sayang sekali ketika ia selesai memberikan pengingat pada yang lainnya, Reynal tiba di hadapannya.


“Pendekar Anial, saya sungguh mengagumi tingkat kepekaan inderamu. Tapi itu masih belum cukup untuk mendeteksi musuh sepertiku dengan mudah jika kau hanya mengandalkan energi dan arah suara.” Reynal berkata dengan pelan.

__ADS_1


Ia kemudian menghilang sekali lagi, murid dari Leona mencoba kembali melacak sumber suara namun itu menghilang. Ia tidak dapat merasakan suara ataupun lainnya membuat ia sedikit terkejut.


“Black King ini jelas lebih lemah dari kita namun ia sepertinya mengerti kelebihan masing- masing!” Ia tidak bodoh sebab Reynal mengatakan hal yang membuatnya lemah selama ini dalam mendalami ilmu Anial.


Sementara itu Reynal telah berpindah di depan pemuda yang memegang pedang sebelumnya.


“Kau menggunakan pedang atau mulut? sepertinya Legenda Albert tidak becus dalam mendidikmu” Reynal tersenyum mengejek.


Pemuda itu meraung kesal, wataknya yang berapi- api segera mengacungkan pedangnya pada Reynal.


“Kau ingin melawanku dengan permainan pedang? Apa kau yakin?” Pemuda itu berkata dengan skeptis. Dari informasi yang ia dapatkan, Black King adalah pendekar dewa yang mendalami kekuatan sihir dan elemen bukan pedang. Sebab itu ia terkejut mendapati Reynal juga memiliki pedang suci ditangannya.


“Kau tidak akan tahu sebelum mencobanya. Setidaknya jika saya mengatakan berada dibawah Legenda Pedang maka tidak akan ada yang keberatan dengan hal itu” Reynal berkata sambil tersenyum lebar. Ia tidak berusaha sombong namun ia hanya ingin memberikan beberapa pelajaran dan motivasi pada pemuda itu.

__ADS_1


“Sombong sekali! Rasakan pedangku ini” Pemuda itu sangat marah, jelas itu adalah penghinaan untuknya. Ia segera menggunakan permainan pedangnya yang lincah dan tajam menuju Reynal. Disisi lain, Reynal menggeleng pelan lalu membalas permainan pedang pemuda itu, bedanya ia menggunakan pendekatan halus namun cepat.


Pedang pemuda dan Reynal saling berbenturan membuat pemuda itu terpental 5 langkah sedangkan Reynal tetap di tempatnya. Pemuda itu menatap dengan tidak percaya, namun ia  masih tidak mengakui kehebatan Reynal dan berpikir bahwa itu adalah kebetulan.


Ia sekali lagi menyerang Reynal, kali ini ia mulai menggunakan beberapa jurus pedang yang sangat kuat. Reynal juga tidak kalah, dengan lambaian tangannya jurus pedang yang kuat juga dipasangkan pada pemuda itu.


Trang! Trang! Trang! kedua pedang suci saling bertarung, mulai dari dua jurus meningkat menjadi 10 jurus lalu menuju 100 hingga kemudian 1000, mereka berdua bertarung dengan kecepatan yang tidak dapat di tuliskan.


Pada serangan yang ke 1001, pedang Reynal berhasil membuat tangan pemuda itu gemetaran memegang pedangnya. Sekali lagi Reynal memberikan senyuman ejekan pada pemuda itu.


“Sial!” Pemuda itu dapat merasakan kekuatan Reynal berada dibawahnya namun keahliannya dalam berpedang sangat jauh diatas miliknya. Sebab itu ia sangat tidak ingin menerimanya, namun tangannya telah gemetaran membuatnya tidak dapat melakukan serangan lagi.


“Sepertinya kau telah mencapai batas! Sayang sekali kau mengecewakanku!” Reynal sangat kecewa dengan sikap dari pemuda itu. Jelas ia dapat mengalahkan Reynal namun akibat kemarahan dan sikap tidak menempatkan lawan dengan serius menyebabkan ia menderita kekalahan di depan Reynal.

__ADS_1


“Setelah ini, kau harus menenangkan pikiranmu itu dan perlakukan lawanmu dengan serius. Hari ini kau beruntung bertemu denganku tapi di lain kesempatan dan pertempuran, kau mungkin tidak akan selamat ketika berhadapan dengan lawan sepertiku” Reynal berkata seperti itu sebelum dirinya menghilang dari pandangan sang pemuda.


Dua dari sepuluh murid sang legenda telah ia lihat dan uji namun hasilnya sangat biasa dan sedikit mengecewakan Reynal. Ia berharap pada ketiga ini, itu dapat membangkitkan semangat Reynal kembali.


__ADS_2